Koalisi Manusia Menghujat Ilahi Hanyalah Deskripsi Kosong

Asscholmedia.net – Adanya keyakinan dari orang-orang Yahudi, Nasrani dan orang-orang yang berkeyakinan bahwa malaikat itu adalah anak dan istrinya Allah SWT, mereka berkata: Allah itu mempunyai anak.

Bacaan Lainnya

Sesungguhnya Allah itu sepi dari mempunyai anak, tidak diperanakkan dan tidak mempunyai istri, maha suci Allah dari sifat-sifat tersebut. Seperti siti Maryam, orang Nasrani mengatakan: bahwa Beliau adalah istrinya Allah, sedangkan Nabi Isa a.s dianggap sebagai anaknya Allah. Keyakinan orang Musyrik tidaklah sesuai dengan firmannya Allah dalam Al-Qur’an Maha suci Allah SWT seandainya Allah mempunyai anak, maka akan ada warisan ketuhanan yang jelas-jelasa itu tidak mungkin ada.

Jika kita melihat fakta yang ada, Allah saja masih difitnah oleh mahluk-Nya. Apa lagi kita sebagai makhluk-Nya. Dalam menjalani sebuah kehidupan, sudah biasa jika tidak disenangi dan difitnah oleh orang lain. Allah saja diftnah oleh Mahluk-Nya, apalagi kita!. Padahal maha suci Allah, Dialah yang menciptakan Alam semesta dan semua isinya.

Nabi Muhammad SAW adalah manusia yang paling mulia, beliau tidak pernah berbuat dosa pada Allah, beliau dijaga langsung oleh Allah dan dijanjikan surga oleh-Nya. Tapi masih banyak orang Yahudi yang tidak senang pada Nabi, bahkan beliau sering disakiti oleh mereka dan dilempari kotoran hewan pada saat beliau sholat.

Ini menunjukan, bahwa orang mukmin jangan sampai menukar kekalnya hidup di akhirat
dengan kehidupan dunia. Nabi Muhammad SAW bersabda: Dunia adalah penjara bagi orang mukmin sedangkan akhirat adalah surganya orang mukmin begitupula sebaliknya.

Jadi bisa disimpulkan bahwa dalam menghadapi kehidupan di dunia jangan sampai ditukar dengan kehidup di akhirat, tujuan dari itu semua agar manusia tidak terlena akan mewahnya kehidupan di dunia. Nabi Muhammad adalah manusia paling mulia dan paling bagus akhlaknya. Kita sebagai umatnya beliau, marilah kita hadapi kehidupan di dunia dengan kesabaran. Itulah modal utama kita dalam menjalankan kehidupan di dunia dan mengedepankan kehidupan akhirat.

Baca juga:

Allah yang menciptakan langit dan bumi serta isinya. Allah yang memiliki semua itu di dalam kekuasan-Nya. Jadi, manusia harus mempunyai keyakinan bahwa yang menjadikan dan yang mengatur semua itu adalah Allah SWT. Disaat mereka mempunyai suatu masalah pastinya akan memohon pertolongan pada-Nya, dengan memasrahkan semuanya pada-Nya, baik sesuatu yang ada di langit dan di bumi.

Allah yang menentukan, apabila takdir manusia sudah digariskan oleh-Nya. Maka ia tidak bisa menentang apa-apa yang telah ditentukan oleh Allah. Tapi, marilah kita hadapi semuanya dengan sifat qona’ah dan sifat menerima atas semua pemberian yang telah Allah berikan pada kita, karena langit, bumi dan isinya adalah kerajaanya Allah. Dalam firman-Nya: Diantara makhluk-makhlukku yang mempunyai akal dan yang tidak mempunyai akal, lebih banyak yang tidak mempunyai akal.

Sesungguhnya mahluknya Allah yang mempunyai akal hanya ada dua yaitu: manusia dan bangsa jin. Sedangkan yang lainnya tidak mempunyai akal. Bedahalnya dengan para malaikat, mereka mempunyai akal tetapi mereka tidak mempunyai nafsu sedangkan hewan mempunyai nafsu tetapi tidak mempunyai akal. Dengan sifat kekuasaan-Nya, Allah mengatur dan menjadikan langit dan bumi serta isinya tanpa harus ada gambaran terlebih dahulu. Dalam artian, apa-apa yang Allah ciptakan tidak mungkin bisa dikalahkan oleh ciptaan mahluk-Nya.

Disarikan dari Pengajian Asschol yang diasuh oleh Pengasuh PP. Syaichona Moh. Cholil; RKH. Fakhrillah Aschal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.