Keajaiban Salam Dalam Pandangan Psikolog

Tidak ada komentar 436 views
banner 160x600
banner 468x60

Asscholmedia.net – Imam Ibnu Hibban (w. 354 H) dalam Raudhatul Uqala wa Nuzhatul Fudhala menegaskan bahwa islam sangat menganjurkan budaya salam dalam hubungan sosial secara umum, karena mengandung hikmah dapat mengikis rasa kebencian, kemarahan dan mencerahkan pergaulan.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash r.a. bahwasanya seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW, apakah Islam yang paling baik itu? Beliau menjawab: engkau memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang belum kamu kenal. (HR. Muttafaqun Alaih)

Alice Gray memberikan tips mengawetkan hubungan romantis pasangan dalam bukunya List To Live By For Every Married Couple (2002) yaitu dengan memelihara komunikasi efektif melalui ekspresi perasaan, sukacita, dan keprihatinan yang terdalam dengan menekankan pentingnya ucapan-ucapan selamat dalam berbagai pengalaman dan momentum.

Angela Dean Lund, Salam merupakan salah satu bentuk pemberian motivasi yang sangat berarti dalam sebuah hubungan agar dapat meningkatkan semangat dalam vitalitas kehidupan fisik material maupun psikologis spiritual, maka karena cinta memerlukan motivasi yang intens dan kontinyu agar tercipta hubungan yang harmonis dan bergairah sepanjang musim, seperti diungkapkan oleh John Gray dalam Men are From Mras, Women are From Venus (1992) sehingga memerlukan manajemen salam dan seni memahami entry point serta titik-titik sensitif serta sentimentil untuk mengeratkan hati pasangan ataupun orang lain (taliful qulub). Sehingga tercipta hubungan yang loyal, bergairah dan indah.

Dale Carnegie dalam How to Win Friends and Influence People (1979) mengajarkan bagaimana cara memelihara dan mengeratkan hubungan sosial khususnya ikatan mahligai perkawinan dengan saling memberi salam berupa ucapan selamat dan pujian yang ikhlas serta memberikan perhatian-perhatian pada hal-hal kecil.

Stephen R. Covey dalam The 7 Habits of Highly Efective Families (1999). Menurutnya sebagai media sinergi untuk mewujudkan sistem kekebalan keluarga perlu dihidupkan budaya efektif ucapan selamat sebagai bagian implementasi lima cara mengekspresikan cinta yaitu; 1. Berempati, 2. Berbagi rasa, 3. Meyakinkan dan motivasi, 4. Berdoa, 5. Berkorban.

Jangan pernah melewatkan satu kesempatan dari peristiwa apapun yang dialami oleh orang-orang yang kita kasihi atau kita kenali untuk memberikan salam yang dapat menyumbangkan rasa kebahagiaan dan motivasi pada mereka.

Sumber: Majalah PEDULI Edisi 120 Juli 2019, diterbitkan oleh LAZ dan L-KAF Sidogiri.

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas