Pelepasan KKN STAIS: Ra Nasih; Sertakan Ketulusan Dalam Pengabdian

banner 160x600
banner 468x60

Upacara Pelepasan KKN STAIS 2019

Asscholmedia.net – Bangkalan. Rabu, (24/07). Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengintegrasian kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hal ini sudah tertuang dalam Tri Dharma perguruan tinggi.

Kegiatan KKN adalah suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa di tengah-tengah kehidupan masyarakat dan turut membantu secara nyata dalam memecahkan masalah masyarakat berdasarkan kompetensi keilmuan peserta KKN. Oleh karena itu, kegiatan KKN tidak saja menjamin pengalaman belajar dalam mendorong partisipasi masyarakat dalam melakukan pembangunan secara konkrit namun juga diarahkan untuk menjamin keterkaitan antara dunia akademik baik secara teoritik maupun praktik.

Konsep KKN STAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan pada tahun akademik 2019/2020 ini mengacu pada konsep tematik, dimaksudkan agar KKN yang dilaksanakan oleh STAIS mempunyai target dan capaian yang konkret. Sehingga program kerja yang akan dilaksanakan oleh peserta KKN mengacu pada tema yang telah ditentukan.

Adapun tema KKN STAIS tahun akademik 2019/2020 adalah “Membangun Kesadaran Masyarakat Terhadap Pendidikan, Ekonomi dan Hukum”. Pelaksanaannya berlangsung selama 29 hari, terhitung dari tanggal 24 Juli sampai dengan 21 Agustus 2019.

DPL Beserta Peserta KKN di Desa Modung Kec. Modung Kab. Bangkalan

KKN yang dilaksanakan oleh STAIS kali ini diikuti oleh 134 jumlah mahasiswa dari 3 Prodi (Program Studi) yaitu Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Hukum Pidana Islam (HPI) dan Ekonomi Syariah (Esy) yang terbagi di 6 Kecamatan Kab. Bangkalan. Antara lain: Kecamatan Burneh, Trageh, Labang, Kwanyar, Blega dan Modung.

Pada upacara pelepasan KKN STAIS yang dilaksanakan di halaman Kampus, Ketua STAIS KH. Moh. Nasih Aschal menyampaikan harapan besar terhadap peserta KKN.

“Harapan pada semua mahasiswa agar sebisa mungkin melakukan tugas KKN tidak untuk hanya sekedar mencari nilai karena kita tahu KKN ini bagian dari kegiatan perkuliahan yang nantinya akan berakhir dengan wisuda, maka harapan ini bagaimana keberadaan kita dalam KKN benar-benar memberikan kemanfaatan bgi masyarakat”, tegas Ketua STAIS saat upacara.

DPL Beserta Peserta KKN di Desa Serabi Barat Modung

Selain itu, beliau juga mempertegas nilai yang sebenarnya tergandung dalam sebuah pengabdian.

“Berbicara tentang pengabdian maka berbanggalah karena pengabdian ini sedikit berbeda dengan Perguruan Tinggi lainnya, karena saya yakin bahwa kalian semua berangkat dengan modal yang sangat mendasar yaitu tidak ada pengabdian yang berarti kecuali pengabdian itu di nilai dengan ketulusan sehingga menghasilkan kemaslahatan dan kemanfaatan yang besar”, tegasnya.

“KKN ini menjadi kesempatan besar bagi mahasiswa untuk bagiamna belajar melihat secara langsung bagaimana keadaan dan pola pikir masyarakat kita”, imbuh Ra Nasih sapaan familiarnya.

DPL Beserta Peserta KKN di Kecamatan Blega

Sebagai ikhtitam dari apa yang disampaikan, Ketua STAIS juga berpesan agar semua peserta KKN bisa jalin hubungan dan komunikasi yang baik dengan masyarakat dan tokoh setempat. “Ketika melaksanakan tugas KKN, diharapkan semaksimal mungkin bisa membangun hubungan yang baik dengan masyarakat dan para tokoh desa setempat”, pungkasnya.

Reporter: Asy’ariadi

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas