Syeikh Muhammad bin Abdullah; Inilah Niat-niat Dalam Melaksanakan Pernikahan

banner 160x600
banner 468x60

asscholmedia.net – Demangan, Disela-sela semaraknya penampilan dari 3 Majelis 1 Cinta (Qoshoid Isadul Ahbab, Anasidusshofa dan Al-Abror) pada pesta pernikahan Mas Muhammad Ismail Al-Ascholy dengan Neng Muktafiyah Bikanafillah (Selasa malam 16/07), kedatangan tamu istimewa dari Yaman yaitu Syeikh Muhammad bin Abdullah, Syeikh Abdul Ali Banafi’, Syeikh Abdurrahman Hadramaut Yaman, dan Habib Ubaidillah bin Idrus Al-Habsy dari Surabaya sebagai penerjemah.

Syeikh Muhammad bin Abdullah beliau lahir pada tahun 1948 M. sekarang beliau telah berusia 71 dan beliau adalah seorang mufti di Negara Yaman.

Pada kunjungan pertamanya ke Indonesia ini, beliau menyampaikan sangat bahagia bisa menghadiri acara pernikahan sepasang kekasih yang dibahagiakan oleh Allah.

Beliau menyampaikan bahwa Menikah adalah sunnah Nabi dan syiarnya para wali-wali Allah, maka dari itu Rasulullah sangat menganjurkan untuk merayakan pernikahan, karena menikah dapat melestarikan keturunan.

Rasulullah sangat memberikan semangat kebada pemuda yang cukup, untuk tidak menunda-nunda pernikahan, karena beliau Sangat bangga atas sumbangan umat yang banyak dari kalian yang sudah menikah.

Read more:

Sebelum menikah seorang laki-laki harus mengetahui niat-niat yang baik di dalam menikah di antaranya; 1. Niat menjaga diri dari perzinahan. Lampiaskanlah syahwat dengan cara yang halal karena perzinahan adalah pelampiasan syahwat dengan jalan yang haram.

2. Niatlah membangun rumah tangga yang sholihah. Karena keluarga sholihah bisa membentuk keluarga yang sholeh.

3. Niat memperbanyak umat Rasulullah sollahualaihi wasallam. Karena Rasulullah sangat bangga terhadap bertambahnya umat.

4. Niat agar mendapatkan keturunan yang sholeh. Sesuai dengan sebuah hadits; Akan terputus amal sesorang kecuali 3 perkara dan salah satunya adalah waladun sholeh.

5. Niat tanggung jawab kepada keluarga. Selain untuk mencari rezeki, juga untuk bertanggung jawab mengajarkan ilmu agama kepada mereka.

6. Niat sabar di dalam menuntun keluarga karena dalam membimbing istri dan anak pasti ada hal yang tidak di sukai.

Menikah bukanlah hal yang sembarangan, karena itu menikah harus didahului dengan yang baik.
Rasulullah adalah orang yang paling baik kepada istrinya, maka berbaiklah kepada istri-istrimu.

Saya berwasiat kepada diri saya dan kalian semua. Bertaqwalah dan bersabarlah dalam melaksanakannya masing-masing haknya.

“Sabar sabar sabar” ungkap beliau sebanyak 3x.

“Kita memang sangat butuh kepada yang namanya kesabaran. Kalau tidak sabar?, kita bagaikan hidup di Neraka Jahanam, terputuslah segala yang baik di kehidupan kita” Imbuh Beliau.

Beliau juga berpesan bertanggung jawablah dengan kemampuan masing-masing. Karena menjaga dari neraka semuanya itu kepada istri, anak dan keluarga. Semuanya tidak akan bisa tercapai kecuali dengan menuntut ilmu agama. Kemudian beliau menutup tausiyahnya dengan Doa.

Reporter: Mukafi Makki

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas