Parade Keliling Dengan Kuda Kencak; Mas En & Neng Fiya Baper

banner 160x600
banner 468x60

Berpose: Mas Ismail beserta istrinya saat berada di atas kuda kencak.

asscholmedia.net – Salah satu kemeriahan dari resepsi pernikahan Mas Muhammad Ismail dengan Neng Muktafiyah Bikanafillah adalah dengan mengarak pengantin menggunakan Kuda Kencak.

Kuda kencak atau disebut juga dengan Jaran Kencak. Jaran Kencak memiliki arti Kencak artinya cara memainkan kaki bergantian. Jadi kakinya harus tepat mengikuti gendang. Bila gong besar berbunyi tanda lagu selesai maka kuda akan berhenti dengan sendirinya.

Kuda Kencak juga sering ikut serta menyemarakkan hajatan atau peringatan besar nasional, hal demikian semakin menambah semaraknya mengembangkan kualitas dan kuantitas kesenian Kuda Kencak.

Baca juga:

Acara ini dilakukan pada malam hari (ba’da Isyak) dengan melakukan parade keliling di jantung kota Bangkalan dan startnya dari Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil menuju Alun-alun Kota Bangkalan kemudian kembali lagi ke Pondok Pesantren. Selasa, (16/07) malam.

“Sebelum kedua mempelai menuju ke panggung kuade yang megah, mempelai akan di bawa parade keliling kota Bangkalan dengan Kuda Kencak dan iringan Drum Band Nurul Qomar” Sambut Ra Karror yang berperan sebagai pemandu.

Pada acara ini, SC Lover’s juga turut tampil menjadi pagar ayu dan pagar bagus mengiringi pengantin.

Rapi: Grup Drum Band Nurul Qomar

Arakan ini diiringi dengan Drum Band Nurul Qomar berasal dari Kmarong Gubeng Geger Bangkalan. Hal ini juga dipertegas oleh Subhan yang bertugas sebagai Mayored.

Adapun Kuda Kencak tersebut berasal dari Durin Konang atas pimpinan Bapak Pardi.

Reporter: M.R.

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas