Halal Bihalal: PCI NU Malaysia Hadirkan Cicit Syaichona Cholil

banner 160x600
banner 468x60

AsschoLmedia – Malaysia, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Malaysia bekerjasama dengan PC GP Ansor Malaysia mengadakan Halal Bihalal di City I/Illa Hotel Malaysia pada (07/07).

Halal Bihalal yang juga menjadi Seminar Istimewa tersebut mengangkat tema “Mencegah Ekstrimisme, Merajut Kebangsaan Yang Ber-Bhineka Tunggal Ika” sengaja diangkat untuk membentengi umat dari paham radikal yang berkembang ditengah-tengah masyarakat.

Hadir sebagai Nara Sumber dalam kegiatan itu salah satu cicit pendiri NU Syaichona Moh. Cholil yaitu RKH. Moh. Nasih Aschal yang membuka paparannya dengan harapan acara ini dapat menambah kecintaan masyarakat Indonesai pada negaranya “semoga acara ini menambah kecintaan warga negara Indonesia terhadap negerinya” ucapnya membuka pemaparan.

Lebih lanjut ketua RMI NU Bangkalan ini menjelaskan bahwa antara nilai-nilai kebangsaan dan nilai-nilai agama sama sekali tidak ada benturan bahkan beliau tidak menyalahkan kebiasaan banser yang ikut menjaga gereja demi menjaga persatuan Indonesia.

“Bagi NU tidak ada benturan antara memperkuat kebangsaan dengan nilai-nilai Agama bahkan bagi Banser menjaga gereja sekalipun adalah bentuk memperjuangkan agama karena ijtihad kebangsaan NU luar biasa” ujarnya.

Menurutnya NU adalah organisasi yang paling mengerti terhadap agama dan bagaimana menjalankan agama dalam ritual keseharian tanpa harus memberturkan dengan tembok-tembok yang ada baik sistem pemerintahan maupun kearifan lokal yang sudah berjalan ditengah-tengah masyarakat.

RKH. Nasih Aschal bersama peserta Halal Bihalal dan Seminar Istimewa

Beliau juga sangat menyayangkan karena hari ini semakin banyak orang yang salah dalam memahami konsep jidah yang diajarkan dalam islam bahkan seringkali orang-orang membenturkan antara jihad dengan Islam Rahmatan Lil Alamin.

“Islam Rahmatan Lil alamin tidak ada benturan dengan konsep jihad karena jihad yang diajarkan dalam islam justru untuk menjalankan nilai-nilai toleransi” imbuhnya.

Lebih serius lagi beliau menjelaskan bagaimana peperangan yang terjadi pada masa Rasulullah SAW. Yang awalnya dilarang hingga diperintahkan oleh Allah SWT. Semata-mata untuk memberikan kedamaian dan menjaga kedaulatan bangsa bukan untuk membunuh sesama sebagaimana telah dijelaskn oleh para ulama dalam kitab fiqih.

“perang awalnya dilarang lalu kemudian peperangan diperintahlan oleh Allah hanya kepada orang-orang musyrik yang menyakiti orang islam dan ketiga perang pada masa Rasulullah adalah untuk menjayakan islam sehingga terciptalah konsep darul islam yang dimaksudkan menjaga kedaulatan islam, maka menjaga kedaulatan dan harkat martabat negara adalah jihad yang sebenarnya” tuturnya.

Terakhir beliau mengajak pada seluruh warga NU untuk berperan aktif dan berdakwah di media sosial guna membentengi generasi bangsa dari pemahaman dan pemikiran yang radikal

“mari update informasi di era digital kalau kita tidak aktif mengkonsumsi medsos, maka bukan tidak mungkin kita akan terbawa pada pemikiran-pemikiran yang menyimpang oleh karenanya marilah kita berperan aktif berdakwah di media sosial” pungkasnya.

Reporter: Zainal Arifin

Editor: Rofii

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas