Kesabaran Kunci Utama Kesuksesan Seorang Mukmin

banner 160x600
banner 468x60

Asscholmedia.net – Setiap orang pasti menginginkan kemenangan dan kesuksesan dalam hidupnya, sukses dalam kehidupan dunianya maupun kehidupan akherat yang akan menjadi kehidupan yang sebenarnya. Tak ada seorangpun yang menginginkan kegagalan. Akan tetapi tidak ada sukses instan yang serta merta langsung Allah berikan. Seseorang yang pantas menyandang predikat sukses atau berhasil haruslah lulus melewati suatu ujian dalam kehidupannya. Dan memang sesuai dengan janji Allah dalam al-Qur’an, semua manusia tanpa terkecuali pasti Allah berikan cobaan :

ولنبلونكم بشيء من الخوف والجوع ونقص من الاموال والأنفس والثمرات وبشر الصابرين الذين اذا أصابتهم مصيبة قالوا انا لله وانا اليه راجعون

“Dan pasti Kami akan beri cobaan kalian dengan sesuatu berupa rasa takut, lapar, berkurangnya harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira pada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila mereka mendapatkan musibah maka mereka mengatakan “sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan kepadaNya kami akan kembali”.

Itulah sunnatullah yang harus dijalani oleh kita semua. Untuk mencapai sebuah kesuksesan dalam kehidupan kita harus bisa melewati berbagai macam ujian dan cobaan yang Allah berikan. Dan kita harus punya keyakinan bahwa kita mampu melewatinya sebab ujian yang Allah berikan tidak melebihi kadar kemampuan manusia itu sendiri. Tidak ada sesuatu yang yang Allah bebankan kepada hambaNya di luar batas kemampuan hamba tersebut. Sebagaimana firman Allah SWT:

لايكلف الله نفسا الا وسعها

“Allah tidak memberikan beban kepada seseorang kecuali sebatas kemampuannya”.

Oleh karena itulah mengapa kemudian setiap orang mendapatkan beban dan cobaan yang berbeda satu dengan yang lain sesuai kadar batas kemampuan masing-masing. Semakin tinggi derajat dan kedudukan seseorang maka semakin berat beban dan cobaan yang harus ia terima dan lewati. Beban tanggung jawab dan ujian untuk para Nabi lebih berat dan sulit daripada beban dan ujian yang Allah berikan pada Ulama dan para Wali. Beban dan ujian untuk para Ulama dan Wali lebih berat dan rumit daripada beban dan ujian yang diterima oleh orang awam seperti kita.

Tidak pernah Allah SWT memberikan kesuksesan instan tanpa perjuangan dengan kesabaran dan ketabahan.  Tetapi Allah SWT menetapkan sebuah kemenangan dan kesuksesan bersamaan dengan kunci pembukanya. Dan kunci pembuka kesuksesan yang paling utama adalah “kesabaran”.  Firman Allah SWT :

يا ايها الذين امنوااستعينوا بالصبر والصلاة ،ان الله مع الصابرين  ة

“Hai orang-orang yang beriman mintalah kamu pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan mendirikan sholat karena Allah bersama orang-orang yang sabar”.

Dalam ayat ini Allah memerintahkan orang-orang mukmin agar meminta pertolongan kepada Allah dengan “Sabar dan mendirikan sholat”. Perintah untuk bersabar disebut lebih dulu daripada perintah “Sholat” karena jika kita tak mampu bersabar ketika mendapatkan suatu cobaan maka dapat dipastikan kita takkan mau melakukan sholat. Bahkan jangankan sholat, sekedar menyebut nama Allah pasti terasa berat. Hanya orang yang mampu bersabar mampu mendirikan sholat.

وان النصر مع الصبر وان الفرج مع الكرب وان مع العسر يسرا – متفق عليه

” Dan sesungguhnya kemenangan itu bersama dengan kesabaran, kelapangan hati bersama dengan kesusahan dan bersama satu kesulitan terdapat (banyak) kemudahan”.

Banyak kisah dalam al-Qur’an yang dapat kita jadikan pelajaran bagaimana mencapai kemenangan dan kesuksesan dalam mengarungi bahtera kehidupan. Bagaimana Allah memberikan kemenangan kepada nabi kita Muhammad Saw melawan kaum kafir Quraiys, nabi Ibrahim menghadapi kesombongan raja Namrud dan nabi Musa melawan kesewenang-wenangan Fir’aun, juga nabi yang lain atas kaumnya.

Baca juga: Pandangan Cak Nun Tentang Kriteria Pemimpin Bangsa

Penting pula kita belajar dari kisah nabi Yusuf yang Allah abadikan dalam al-Qur’an. Satu-satunya kisah perjalanan hidup seorang nabi mulai dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Bagaimana beliau mengalami berbagai macam kesulitan hidup mulai dari dibenci oleh saudara-saudaranya, terasing jauh dari orang tua yang begitu ia kasihi dan mengasihinya,hidup di dalam  penjara puluhan tahun. Namun dengan bekal kesabaran dan tawakkal yang begitu kuat beliau lewati semuanya dengan baik sehingga pada akhirnya memperoleh semua yang diimpikan setiap manusia: kekayaan, kekuasaan dan kemuliaan hidup dapat beliau raih padahal Allah bisa saja memberikan semua itu pada beliau tanpa memberinya ujian sedikitpun karena Allah telah memilih beliau sebagai seorang nabiNya.

Firman Allah SWT:

اذ قال يوسف لأبيه يا أبتي اني رأيت احد عشر كوكبا والشمس والقمر رأيتهم لي ساجدين

“Ingatlah, ketika Yusuf berkata pada sang ayah ” wahai Ayah, sesungguhnya aku bermimpi melihat 11 bintang, matahari dan bulan semuanya bersujud (hormat) padaku”.

Nabi Yusuf yang telah terpilih justru Allah berikan ujian hidup yang begitu berat mulai dari didengki oleh segenap saudara, terpisah dari sang ayah dan adik tercinta, godaan wanita hingga didzolimi terpenjara. Beliau jalani semua itu dengan kesabaran dan keyakinan bahwa Allah akan menolong orang-orang yang sabar.

Allah mengkisahkan cerita nabi Yusuf dengan begitu detil mulai dari masa kanak-kanak sampai dewasa bukanlah tanpa makna. Akan tetapi agar dijadikan inspirasi dan motivasi hidup bagi tiap-tiap mukmin. Bagaimana beliau jalani semua ujian dengan penuh kesabaran. Beliau tidak pernah mengeluh atas kondisi yang dialami dirinya. Dalam keadaan sesulit apapun beliau masih ingat pada Allah dan menghindari maksiat kepadaNya. Terutama bagaimana beliau menolak ajakan zina dari seorang perempuan muda yang cantik jelita (Zulaikho) yang membuatnya terkungkung dalam pengabnya penjara. Beliau jalani semuanya dengan kesabaran tanpa pernah menyalahkan siapapun, tanpa kemarahan apalagi dendam. Justeru semua ujian tersebut menambah dekat dirinya pada Allah SWT. Dan ketika beliau telah bebas dari jeruji penjara yang telah puluhan tahun dijalaninya dan kemenangan serta kerajaan telah berada dalam genggaman, beliau panjatkan munajatnya kepada Allah SWT sebagai ungkapan syukur kepadaNya.

رب قد اتيتني من الملك وعلمتني من تأويل الاحاديث فاطر السموات والارض أنت ولي في الدنيا والاخرة  توفني مسلما والحقني بالصالحين

“Ya Tuhanku Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kerajaan dan Engkau mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi. Wahai Pencipta langit dan bumi Engkaulah pelindungku di dunia dan akherat. Wafatkanlah aku sebagai seorang muslim dan gabungkanlah aku dengan orang-orang sholeh”.

Oleh: Ust. Farid Tumyadi
Redaktur: Ahmad Hafsin

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas