RKH. Nasih Aschal; Keutamaan Besar Menimba Ilmu di Pesantren

banner 160x600
banner 468x60

Ketua Umum Pengurus Pusat ASSCHOL; RKH. Nasih Aschal saat memberikan tausiyah

Asscholmedia.net – Salah satu program tahunan Pengurus Asschol Jabodetabek adalah menggelar haul akbar masyayikh pondok pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan. Pada tahun ini acara bertempat di kediaman H. Hasib Anwar, Jl. Raya Bekasi km 26 Rt 06 Rw Menteng Gg. PLN KLP 1 Kecamatan Cakung Jakarta Timur yang dilaksanakan pada Ahad 17 Maret 2019.

Acara tersebut diawali dengan pembacaan shalawat Al-Habsy yang dipimpin oleh RKH. Karror Aschal. Kemudian pada kesempatan ini pula, Ketua Umum Pengurus Pusat Asschol RKH Nasih Aschal juga memberikan tausiyah.

Disela-sela isi tausiyahnya beliau menceritakan tentang keberadaan santri saat masih di pesantren dan ketika keluar dari pesantren. β€œBetapapun apa yang dilakukan santri ketika berada di pesantren, ada satu hal yang saya kira tidak semuanya sama mempunyai keyakinan, meyakini bahwa jika berada di pesantren yang terpenting itu adalah ketaatan pada guru.” Tegasnya.

Baca Juga: RKH. Abdul Latif Amin; Pentingnya Mengingat Perjuangan Para Kiai

Baca Juga: Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Cabang Kalbar Segera Dibuka

β€œSenakal apapun santri ketika berada di pesantren tetapi ketika berhadapan dengan seorang guru mesti merasa takut. Kita beruntung bisa mempunyai kesempatan menimba ilmu di pesantren karena di pesantren itu beda dengan kita mencari ilmu di tempat lain. Jika di pesantren kita diberi nilai dulu baru diberi ujian sedangkan di sekolah selain pesantren sebaliknya yaitu diberi ujian dulu kemudian baru diberi nilai.” Imbuh Ra Nasih.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan tentang apa sebenarnya yang dimaksud dengan nilai? β€œAdalah bahwa guru-guru kita mengajarkan pentingnya ta’dzim hormat pada yang lebih tua, pada guru, pada kedua orang tua inilah yang saya maksud dengan nilai.”

β€œAda nilai kejujuran, kedisiplinan, keistiqamahan dan lain sebagainya yang berbentuk ketaatan yang diajarkan oleh guru-guru kita sehingga jika di pesantren meski tidak begitu pintar untuk menjadi orang yang sukses sama bahkan melebihi dari yang pintar. Seperti contoh kalian yang ada di Jakarta, dalam urusan baca kitab mungkin tidak seberapa tapi dalam urusan hitung penjualan besi atau tembaga melebihi ahli matematika.” Jelas beliau disertai senyum hadirin.

Alumni dan tamu undangan di acara Haul Akbar Masyayikh PP. Syaichona Moh. Cholil Bangkalan

Beliau menegaskan bahwa inilah hal yang patut kita syukuri, sebenarnya kunci sukses seseorang itu bukan dari sekedar bagaimana kecerdasan otaknya tapi yang lebih penting adalah bagaimana kecerdasan hatinya, bagaimana kita memiliki kepribadian seorang santri yang tetap tegak lurus. Menjadi santri itu menjadi orang yang independen.

Reporter: Rofi
Redaktur: Ahmad Hafsin

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas