Amaliyah Kiai Nasir Bangkalan; Tepuk Tangan Setelah Tawassul Di Sunan Gunung Jati

banner 160x600
banner 468x60

KH. Moh. Nasir Yasin Kepang Bangkalan

Asscholmedia.net – Tidak semua kalangan mengenal beliau, KH. Moh. Nasir yang hidup di lingkungan pesantren Kepang Bangkalan. Beliau lahir dari pasangan darah biru, yaitu Kiai Yasin dan Nyai Asma binti Syaichona Moh. Cholil. Tidak ada keterangan pasti tentang waktu kelahiran beliau. Menurut sebagian putranya, beliau lahir pada tahun 1935 M. Hal ini berdasarkan bukti, bahwa di waktu mudanya beliau ikut membereskan persenjataan Jepang yang menyerah tanpa syarat pada tentara Inggris. Sedangkan peristiwa itu terjadi sekitar tahun 1945 M.

Konon, Kiai Nasir Yasin, cucu Syaichona Moh. Cholil dari jalur Ibu ini ketika mendapatkan kesulitan dalam proses membawa jama’ah Haji ke tanah suci Makkah, seperti halnya kesulitan dalam mengurusi paspor dan lain sebagainya, maka beliau bertawassul di makam salah satu wali sembilan yaitu Sunan Gunung Jati. Setelah selesai berdoa, beliau tepuk tangan. Hasilnya sukses dan kesulitanpun hilang. Kemudian ada salah seorang kerabat Kiai Nasir yang di saat mendapatkan kesulitan serupa, dia mempraktekkan amaliyah Kiai Nasir Yasin; tepuk tangan setelah tawassul. Tiba-tiba ada panggilan suara, “Kamu bukan Nasir, Jadi tidak usah meniru amaliyah yang demikian. amalan itu miliknya Nasir”. Dan sepontan hasilnya pun nihil.

Diceritakan Oleh KH. Makki Nasir (Ketua PCNU Bangkalan)

 

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas