Al-Habib Umar: Khatir Syaithon & Hawa Nafsu; Virus Kronis Mematikan Hati

banner 160x600
banner 468x60

Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz

“Diantara tanda-tanda matinya hatinya adalah jika anda tidak merasa susah ketika kehilangan keselarasan taat kepada Allah, dan tidak menyesali perbuatan dosa anda”

Faktor kronis dari matinya hati merupakan lintasannya syaithon dan hawa nafsu yang terus merayu untuk menarik kita berada dalam kesesatan, serta menenggelamkan kita agar tidak bisa kembali kepada permukaan kesadaran. Syaithon yang begitu halus terus mengikuti dan menekan manusia sepanjang peredaran darah manusia yang masih mengalir.

Sedangkan hawa nafsu hanya bersemayam didalam hati, selintas saja nafsu kurang nampak begitu berbahaya, namun esensinya nafsu justru lebih ditakuti dari pada syaithon karena nafsu yang melekat permanen dalam diri manusia membuat manusia lebih sulit menghindarinya. Konflik yang dibuat oleh nafsu terletak dihati yang mampu merobohkan para ahli ibadah.

Antara syaithon dan hawa nafsu sangat sulit dibedakan, seperti apakah godaan syaithon dan seperti apakah godaan hawa nafsu dan seperti apa pula solusinya untuk melepas dan menyelamatkan diri dari keduanya?, meskipun sangat sulit untuk dibedakan Namun keduanya memiliki lintasan-lintasan tersendiri sebagai ril untuk menggoda manusia.

Seseorang bertanya kepada guru mulia Habib Umar bin Hafidz mengenai lintasan hati yang jahat dan buruk yang datang kepada seseorang dan cara agar seseorang dapat membedakan antara was-was yang datang dari setan dan rayuan yang datang dari hawa nafsu sekaligus cara mengatasi untuk mengusir keduanya.

Habib Umar bin Hafidz menjawab: lintasan (khatir) hati yang datang kedalam hati manusia ada empat macam antara lain:
1. Khatir Rabbani Ilahi
Ialah lintasan ilahi yang datang dengan begitu kuat kedalam hati seseorang, yang tidak dapat ditolak olehnya sama sekali.

2. Khatir Malaki
Ialah lintasan yang datang disertai oleh rasa tuma’ninah dan ketentraman serta menjadi lebih kuat dengan dzikrullah, ia mengajak kepada kebaikan dan melarang dari kejahatan serta membuka pintu-pintu ma’rifat dan juga memberikan pemahaman terhadap wahyu Allah SWT dan ayat-ayat Nya.

3. Khatir Syaithoni
Lintasan ini selalu berubah-ubah, ia menyuruh terhadap banyak kejahatan, dan tidak bermaksud untuk menyuruh kejahatan tertentu. Maksudnya agar seseorang terjerumus ke dalam kejahatan apapun. Tandanya, Khatir (lintasan) tersebut menjadi lemah tatkala kita berdzikir kepada Allah SWT dan wajib bagi orang yang diserang Khatir ini untuk berlindung dengan berdzikir kepada Allah SWT, serta membenci lintasan hati seperti ini dan menolaknya. Khatir semacam ini akan meleleh dengan dzikrullah.

4. Khatir Nafsani
Lintasan ini berhubungan dengan tujuan-tujuan nafsu dan syahwat. Tandanya yaitu orang tersebut akan selalu terus menerus menggapai tujuan tertentu yang berlawanan dengan syariat. Khatir ini tidak akan melemah kecuali dengan mengingat mati. Wajib bagi seseorang yang diserang oleh lintasan hati ini untuk menolaknya dengan mengingat tempat kembalinya, yakni kembali kepada Allah SWT, mengingat kematian dan kepulangannya kepada Allah SWT, serta menyibukkan dirinya dengan dzikrullah dan merenungi hari Akhirat. Hal ini dapat membimbing seseorang untuk menuju jalan yang baik dan menjauhkannya dari kejahatan lintasan hati seperti ini.

Semoga Allah senantiasa menjaga hati kita dari lintasan hati yang dapat menjerumuskan kepada jurang kebinasaan dan menyinari dengan cahaya-Nya yang dapat membangkitkan semangat dalam ketaatan dan berbuat kebajikan. Betapa ketatnya syaithon dan hawa nafsu menghimpit kita, sehari-hari kita terjepit oleh keduanya dan seakan-akan kita sangat sulit untuk selamat daeri keduanya. Semuanya harus dikembalikan kepada Allah SWT dengan memperbanyak dzikrullah dan memohon perlindungan ekstra kepada-Nya dengan meningkatkan amaliyah kebajikan kita.

Seseorang yang menjaga pandangannya, menjaga pendengarannya, menjaga lisannya dari hal yang buruk. Maka hal yang demikian itu adalah sebuah proses seseorang dalam berusaha untuk menjaga hatinya.

Disadur dari Majalah ASCHAL edisi 17.
(Majalah ASCHAL adalah media cetak yang dikelola oleh santri aktif PP. Syaichona Moh. Cholil Bangkalan. Terbit dua kali dalam setiap tahunnya)

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Al-Habib Umar: Khatir Syaithon & Hawa Nafsu; Virus Kronis Mematikan Hati"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.