Ra Nasih; Inilah Sosok Sebenarnya Nyai Sumtin

banner 160x600
banner 468x60

Ra Nasih; Saat menyampaikan sambutan

asscholmedia.net – Malam puncak Haul Nyai Hj. Sumtin binti Husnawiyah yang ke-13 dikemas dengan pembacaan Dzikir akbar dan Shalawat Al-Habsyi. Rabu, 06/02 malam.

Lantunan shalawat Al-Habsyi dari Jamiyah Ahbabul Musthafa yang dipimpin langsung oleh RKH. Fakhrillah Aschal dan Shollu Community yang dipimpin langsung oleh RKH. Karror Aschal turut mewarnai acara tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Tawassul oleh Habib Ubaidillah Al-Habsyi dari Surabaya dan Tahlil oleh Mas Agus Lukman Hakim. Acara ini dihadiri oleh Habib Thoha Al Jufri dari Pontianak Kalimantan Barat yang sekaligus sebagai pemberi mauidhah hasanah.

Pada kesempatan ini, Ra Nasih Aschal mengatasnamakan shohibul hajah, menyampaikan ungkapan terimakasih tiada batas atas berkenannya hadir para tamu undangan dan membacakan pembacaan-pembacaan yang dihadiahkan pada almarhumah Nyaj Hj. Sumtin, serta permohonan maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan.

Di hadapan hadirin yang memadati halaman Pondok Pesantren Syaichona Mo. Cholil, Ra Nasih menuturkan bahwa peringatan haul ini tidak hanya sekadar peringatan mengahturkan hadiah-hadiah kepada beliau saja tapi (khususnya tuk majelis keluarga) juga merupakan sebuah peringatan bahwa perjalanan hidup almarhumah sudah meninggalkan banyak kebaikan. Sosok seorang Nyai Hj. Sumtin tidak hanya di kenal sebagai istri yang penyayang, penyabar dalam menemani perjuangan KHS. Abdullah Schal, tapi beliau juga dikenal di mata masyarakat bahwa beliau adalah sosok yang tidak pernah berubah semenjak beliau menginjakan tanah di Demangan. tuturnya dalam sambutan.

Kepribadian yang sangat sederhana, penyabar serta penyayang sudah melekat pada diri almarhumah. Hal ini pula turut diungkapkan oleh Ra Nasih Aschal.

“Beliau lahir dari keluarga sederhana yang tidak punya apa-apa, masuk ke Demangan berjuang mulai dari nol bersama KHS. Abdullah Schal. Perjuangan beliau sangat luar biasa. Di tengah-tengah ujian yang menerpa beliau, beliau mampu tuk bisa membuktikan bahwa beliau tidak hanya menjadi seorang istri bagi suaminya, tapi juga menjadi seorang ibu yang bisa menuntun anak-anaknya, tidak hanya itu tetapi juga sebagai seorang yang telah menjadi tauladan yang baik bagi santri-santri Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil. Jelas Ra Nasih mengenang kepribadian sang Ibu tercintanya.

“Mengenang seorang Nyai Hj. Sumtin, beliau adalah seorang yang tidak suka untuk merepotkan orang lain”, imbuh Ra Nasih.

Mengakhiri sambutannya yang mewakili dari majelis keluarga, dari atas panggung acara Ra Nasih bercerita tentang masa-masa beliau saat menemani sang Ibu dalam menghadiri undangan masyarakat. “Dalam menghadiri undangan masyarakat dan sebagainya, bahkan beliau pernah mengatakan walaupun undangan hanya satu tapi di bilang ada dua bahkan tiga atau empat dalam satu malam, hal ini Nyai Sumtin ungkapkan dengan tujuan bahwa datang ke masyarakat tidak merepotkan dirinya dan bahkan sangat senang dalam menyapa berkumpul dengan masyarakat. Ini menunjukkan bahwa beliau lahir dari kesederhanaan. Pungasnya.

Reporter: AM

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas