Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj; Resmikan Program LDNU 34 Ribu Dai Medsos

asscholmedia.net – Upaya dalam memperkuat dakwah Ahlussunnah wal Jamaah An Nahdliyah di seluruh tingkatan dan sebagai solusi menjawab problematika dakwah di arus globalisasi, Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas).

Rakornas kali ini mengangkat tema “Penguatan Dakwah Ahlussunnah wal Jamaah An- Nahdliyah di Era Millenial” yang bertempat di Auditorium Binakarna, Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan. (28/1/19)

Ditengah-tengah sambutannya, setelah membuka secara resmi Rakornas dan sekaligus meresmikan Program 34 Ribu Dai Medsos, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj menyinggung pentingnya seorang Dai yang memang harus di gembleng dengan mapan ilmu agamanya karena sudah banyak para dai yang kurang mengerti aturan-aturan dakwah sehingga tidak tahu bahkan meninggalkan syarat dan rukunnya, “Saat ini sudah banyak sekali para khatib yang kurang memperhatikan rukun-rukun khutbah”, Ujarnya.

Selanjutnya, beliau juga memaparkan pentingnya Himmah dan cita-cita dalam berdakwah, “Untuk berjuang harus punya himmah dan cita-cita yang besar, tanpa keduanya tidak mungkin wali songo berhasil mengislamkan masyarakat Indonesia, Begitu pulalah Nabi menggembleng jiwa para sahabat dengan menanamkan himmah dan azimah yang tinggi sehingga bisa mengislamkan bangsa arab”.

“Setinggi-tingginya gunung bila kita naiki pasti akan berada dibawah kaki kita, maka sebenarnya tidak ada masalah yang besar” Imbuh Ketua Umum PBNU tersebut.

Dijelaskan oleh Ketua Panitia Rakornas LD PBNU KH. Misbahul Munir bahwa tujuan diadakannya Program Dai ini untuk menangkal arus paham-paham transnasional yang sejatinya tidak sesuai dan bahkan bertentangan dengan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah An Nahdliyah.

“Oleh karena itu, penting sekali bagi Lembaga Dakwah NU untuk mengawal dakwah Ahlussunnah wal Jamaah An Nahdliyah dengan berpartisipasi aktif mengisi ruang-ruang media sosial” imbuh Pengasuh Pondok Pesantren Al Misbah tersebut.

Reporter: Az-Zain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

1 Komentar