Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin; Di Pundak NU, NKRI Akan Selamat

banner 160x600
banner 468x60

asscholmedia.net – Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2019 di Auditorium Bina Karna Jakarta Selatan, (28/01).

Acara ini dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH. Miftahul Akhyar, Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, Ketua LDNU Drs. KH. Agus Salim, Sekretaris LDNU KH. Bukhori Muslim dan juga Mustasyar PBNU Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin.

Pada kesempatan ini, Drs. KH Agus Salim menyampaikan dalam sambutannya, “Dakwah adalah tugas yang diemban oleh Rasulullah, maka kemudian diteruskan oleh para Ulama yang secara organisatoris berada di pundak LDNU”.

Adapun tujuan digelarnya Rakornas ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terkait problematika yang semakin berkembang, “Rakornas LDNU ini dilaksanakan untuk menjawab problematika dan dinamika dakwah yang terus berkembang” tuturnya.

“Kita selama ini cendrung fokus pada pesantren, kita lupa pada siswa yang jerada di sekolah sehingga hal ini menjadi market untuk menanamkan pemahaman radikal” tegas Ketua LDNU tersebut.

Sementara itu, Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin menjelaskan dalam Mauidhoh Hasanahnya, salah satu dari tugas NU itu adalah mengantisipasi berkembangnya paham-paham yang bertentangan dengan Ahlussunnah wal Jamaah, “NU didirkan untuk mengantisipasi berkembanganya paham wahabi yang waktu itu berkembang di Saudi Arabia dengan diutusnya komite Hijaz yang sekembalinya dari Makkah diputuskan untuk membentuk NU”.

“Nah hari ini bukan hanya antisipasi sebab aliran-aliran seperti HTI, FPI dan lainnya sudah banyak berkembang dan diikuti oleh orang orang yang tidak puas dengan NU, dan menganggap NU lemah dan kurang keras padahal NU bukan lemah tapi NU itu bijak dan santun” tegas beliau selaku Mustasyar PBNU.

Dengan rasa semangat dan antusias, Beliau juga menjelaskan bahwa akhir-akhir ini sudah marak gerakan separatis dan radikal yang akan menghancurkan NKR, maka dengan adanya Rakornas ini derakan dakwah NU semakin tajam, “Sekarang ini ada gerakan Sparatis dan radikalis yang ingin memisahkan diri dan menghancurkan NKRI padahal negara ini adalah negara kesepakatan dengan titik temu Pancasila”

“Lalu, Kenapa khilafah ditolak di Indonesia? sebab bertentangan dengan mistaq atau kesepakatan bangsa Indonesia”, Imbuhnya.

Selain itu, beliau juga menegaskan, “Sistem pemerintahan bukan hanya Khilafah, kerajaan juga Islami seperti kerajaan Saudi Arabia, keemiran juga Islami seperti Qatar, Republik pun juga Islami seperti Republik Islam Pakistan dan Republik Indonesia yang semuanya diterima dalam Islam”.

“Islam dan Kebangsaan sudah selesai, tidak ada pertentangan, maka tidak perlu lagi mempertentangan keduanya. Maka bila masih ada yang mempertentangkan Islam dan Kebangsaan berarti dia salah paham tentang keislaman atau kebangsaannya” Pungkas Calon Wakil Presiden RI tersebut.

Di Rakornas inilah kita punya langkah strategis untuk merumuskan langkah-langkah menangkal radikalisme melalui program 34.000 Dai medsos yang diluncurkan oleh LD PBNU.

Reporter: Zainal A.

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas