Habib Ahmad Al-Habsyi; Mengapa Umat Islam Bahagia Dengan Maulid Nabi?

banner 160x600
banner 468x60

asscholmedia.net – Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Putri Bangkalan gelar acara Maulidurrosul SAW. yang dihadiri oleh Habib Ahmad Al-Habsyi (Solo) sebagai muballigh pada acara tersebut. Selasa, (13/11/18).

Beliau menyampaikan ketika kita mendapat rahmat dari Allah SWT. maka kita diperintahkan untuk berbahagia karena tidak ada rahmat yang Allah SWT. turunkan dimuka bumi ini melainkan diutusnya Nabi Muhammad SAW. sebagaimna firman Allah, “WAMA ARSALNAKA ILLA ROHMATAN” maka kita menjadi bahagia dengan memperingati hari kelahiran baginda Nabi sehingga sebaiknya kita dibulan yang suci ini menyibukkan diri kita dengan menghadiri Majelis Shalawat agar lebih dekat, lebih kenal dan lebih cinta kepada baginda Nabi Muhammad agar kelak kita dibangkitkan bersama beliau, sesuai hadis Nabi “ALMAR’U MA’A MAN AHABBAH”, jika kita tidak bahagia dengan rahmat Allah berarti kita termasuk orang-orang yang tidak bersyukur, bahagianya kita tidak lain kepada Nabi Muhaamad SAW.

Beliau juga menceritakan dalam sebuah kisah, ada seorang bertanya pada Ulama, “Mengapa umat Islam itu berbahagia dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW?”, ulama tadi menjawab “LA YA’RIFU KADRIL MAULID ILLA MAN AROFA KADRUL MAULUD” seseorang itu tidak akan tau betapa mulyanya kelahiran Nabi Muhammad kecuali manusia yang tau betapa mulyanya Nabi waktu dilahirkan. Diumpamakan bulan Agustus bagi kita adalah bulan istimewa karena dibulan Agustus negara kita merdeka, maka menjadi bulan kebanggaan bagi bangsa Indonesia karena didalamnya penuh dengan rahmat yaitu kemerdekaan yang mana dengan kemerdekaanlah berdirinya pondok-pondok pesantren dan kita bisa mengaji dengan bebas dimanapun dengan aman, lain halnya dengan negara lain menganggapnya hanya bulan biasa, jadi semua orang itu mempunyai kebahagiaan tersendiri.

“Sumber seluruh kebaikan bersumber dari kelahirannya Nabi Muhammad SAW, maka sebaiknya kita memperbanyak membaca Shalawat karena satu shalawat saja sudah satu rahmat, jika setiap hari kita dihujani rahmat oleh Allah wafatnyapun kita dirahmati oleh Allah dan masuk dalam surganya Allah SWT. Maka yang ibadahya setengah-tengah dan puasanya hanya dibulan Ramadhan tapi berharap nanti kelak dihari kiamat posisinya dekat dengan Nabi Muhammad maka jalan satu-satunya adalah memperbanyak membaca shalawat pada Rasullah SAW. Nabi bersabda,“yang paling dekat denganku nanti dihari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat, punya kesusahan dan ingin dijauhkan dari bebagai bencana perbanyak membaca shalawat, insyaallah bencana akan diangkat oleh Allah”, imbuh beliau.

Dikisahkan lagi ada seorang santri bertanya pada kiyainya, “Wahai kiyai bagaimana caranya bermimpi Nabi Muhammad? Sang kiai menjawab“Makan, minum dan tidurlah”. Setelah diamalkan, santri tersebut bertanya lagi pada kiainya “Kiyai kenapa saya mimpi laut dan air dimana-mana?”. Kiyainya pun menjawab “Karena kamu pada saat tidur dalam keadaan minum air andai kamu dalam keadaan rindu pada Rasulullah, niscaya kamu akan bermimpi berjumpa dengan Rasulullah, pungkas Habib dalam tausyiahnya.

Reporter: Fatimah Az-Zahra

Redaktur: Abdul Aziz Abi Sadat

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas