Bahaya HTI Mengancam NKRI

1 komentar 573 views
banner 160x600
banner 468x60


asscholmedia.net – Pembubaran HTI di Indonesia sebenarnya merupakan sebuah permasalahan yang juga sudah cukup lama, kelompok ini memang tidak mudah untuk dihilangkan secara menyeluruh. Padahal jelas bahwa organisasi ini dilarang di berbagai penjuru dunia. Pelarangan gerakan Hizbut Tahrir tidak hanya di Eropa, tapi juga di negara-negara Islam. Organisasi ini melakukan gerakan secara ekstrim dengan visinya membuat negara khilafah di seluruh dunia.

Bekenaan dengan hal ini, Kapolres Bangkalan mengadakan Seminar Rethingking Nationalism tentang bahaya HTI terhadap ideologi Pancasila dengan mengangkat tema “Jangan Suriahkan Indonesia”. Acara tersebut bertempat di NHM (Ngudia Husada Madura). Rabu, 07/11/18.

Diadakan acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman pada masyarakat secara luas tentang bahaya HTI yang memang ingin menjadikan negara berasaskan Khilafah, “Insiden terbaru seperti yang kita lihat di Garut, Jawa Barat tentang pembakaran bendera HTI. Kejadian ini juga berdampak pada daerah lain, yakni di Jawa Timur yang pada waktu lalu tepatnya 2 November 2018 berencana akan mengadakan gerakan aksi bela kalimat tauhid, begitu juga kejadian yang sama terjadi di Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan pada 4 November 2018, namun rencana aksi bela kalimat tauhid ini berhasil digagalkan melalui berbagai pendekatan”. Ungkap kapolres Bangkalan bapak AKBP Bobi Paludi Tambunan S.I.K., M.H., dalam sambutannya.

“Yang kita sampaikan disini bukan masalah penolakan pembelaan kalimat tauhid namun kita khawatir bahwa aksi itu disusupi oleh kepentingan-kepentingan politik yang lain atau eks kelompok HTI yang tentu ingin membuat suasana yang aman, damai dan kondusif ini menjadi suasana yang tidak kondusif, kacau dan membuat masyarakat trauma”, jelasnya.

“Bahkan HTI mengkalim, ada 50 negara yang sudah siap untuk bersatu padu (bergabung) mendirikan negara Khilafah, jika paham khilafah berdiri indonesia maka Pancasila dan NKRI terancam musnah”, imbuhnya.

Acara seminar ini dihadiri oleh berbagai tokoh agama dan ulama; KH. Ma’ruf Khozin (Direktur Aswaja Center PW NU Jawa Timur), KH. Makki Nasir (Ketua PC NU Bangkalan), Gus Muhammad Najih Ar-Romadloni (Sekjen ikatan alumni SYAM Indonesia), Bapak Surokin Abdus Salam, S.Sos,. S.H., Drs. KH. Zainal Abidin, M.Pd (Dekan Fisip UTM), ketua FKUB Bangkalan, bapak Sunaryo LDII Bangkalan, MUI Bangkalan, Fatayat NU Bangkalan, organisasi kepemudaan seperti PC PMII , PC IPNU, PC IPPNU, PC IMM, PC HMI, PC GMNI, BEM UTM, Pimpinan Pon Pes yang ada di kabupaten Bangkalan.


Pemateri Menyanpaikan tentang sekelumit berdirinya dan asal muasal HTI, “Ini berbicara HTI, HTI itu berdiri tahun 52, lahir di Yordania, itu di negara asalnya saja di Yordania namun pendaftaran itu di tolak, di tolak oleh negara, hingga saat itu pun tidak pernah terdaftar di Yordania akhirnya pendiri yang bernama Taqiyuuddin An Nabhani beserta pengikutnya di usir ke Bairut, Libanon. Dia menjajikan akan mendirikan khilafah dalam waktu 13 tahun tapi dari tahun 52 sampai 2018 belum ada satupun negara yang menjadi contoh khilafah itu seperti apa? yang katanya khilafah itu makmur, yang katanya sejahtera itu dimana contohnya?” pungkas gus Najih.

Acara ini dikemas dengan sesi tanya jawab, penyerahan cindera mata pada Pemateri oleh Kapolres Bangkalan, dan sekaligus penandatanganan ikrar Kabupaten Bangkalan terhadap terorizm untuk menjaga dan mempertahankan Pancasila.

Reporter: As’ari yadi

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas