Ra Nasih Aschal; Asschol Harus Menjadi Rumah Besar

banner 160x600
banner 468x60


asscholmedia.net – Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) Ke 1 Asschol yang bertempat di Hotel Pesonna Surabaya ini berlangsung selama dua hari, terhitung dari Hari Sabtu 03-Minggu 04 November 2018. Tiada lain acara ini di gelar untuk mewujudkan Asschol sebagai organisasi yang mandiri dan profesional dalam melaksanakan misi pesantren yang telah digariskan oleh Syaichona Moh. Cholil bin KH. Abdul Lathif.

Berkaitan dengan hal ini pula, ada beberapa alasan mengapa Mukernas 1 Asschol ditempatkan di Hotel. Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus Pusat Asschol; RKH. Moh. Nasih Aschal menegaskan agar supaya kita bisa melihat Mubes sebagai kegiatan yang bisa mengokohkan Alumni, dan untuk bisa mencapai suatu yang besar, karena jika Mukernas di Pondok Pesantren dengan seabrek kegiatan santri sehingga jika di tempat ini bisa lebih fokus karena hal besar itu berangkat dari konsentrasi besar, jiwa besar, pemikiran besar dan biaya yang besar pula” Tegas beliau.

“Sesuai tema Mubes “Eksistensi Alumni di Era Globalisasi”, era yang belum lumrah. Nah dari tempat ini kita bisa mengukur kapasitas Alumni kita, barangkali masih ada yang katrok dan kampungan atau yang sudah terbiasa”, imbuhnya.

Di tengah-tengah sambutannya, beliau juga menuturkan bahwa dalam Mukernas ini kita kembalikan kenapa Asschol dibentuk? Bila kita pahami bahwa Asschol berdiri atas restu KHS Abdullah Schal, maka harus kita maknai tujuan Asschol ini selaras dengan perjuangan beliau, bila kita mengenang sejarah beliau, maka kita akan menemukan banyak harapan dari adanya Asschol.

“Pertama, seperti yang pernah di dauhkan oleh Alm. KHS. Abdullah Schal, “Alumni kalau ikut ngaji ke pondok sama saja ziaroh ke Martajasah” ini kita maknai bahwa guru kita sangat mencintai kita, hal ini mengisyaratkan agar hubungan kita dengan guru-guru kita jangan sampai putus”

“Kedua, ada harapan lebih terhadap ilmu yang kita dapatkan dimana kita juga memiliki tanggung jawab terhadap keberadaan bangsa dan negara, melalui Asschol inilah diharapkan hal-hal strategis bisa kita rumuskan bersama”. Lanjut Ra Nasih (sapaan akrabnya).

“Asschol harus bisa menjadi rumah besar, sehingga siapa saja yang masuk bisa merasa nyaman, sehingga siapa saja diperbolehkan masuk ke Asschol dan kepentingan apapun boleh masuk ke Asschol, begitu pula kepentingan politik boleh masuk ke Asschol sehingga Asschol bisa menjadi rumah besar asalkan setelah masuk tidak keluar lagi” Tuturnya, yang saat ini sebagai salah satu Calon DPRD Dapil Madura.

Sebagai motivasi tersendiri bagi Asschol (Alumni dan Simpatisan PP. Syaichona Moh. Cholil) dimanapun berada, sudah sepatutnya kita tidak menjauhkan diri dari para masyayikh pondok pesantren dan selalu mengedepankan akhlak agar kedepannya Asschol bisa lebih eksis di masyarakat yang disertai keberkahan. Hal ini juga beliau tegaskan dalam sambutannya.

“Dan yang tidak kalah penting bahwa semua itu tidak mengalahkan motif utama yaitu untuk ngalap barokah pada guru-guru kita, selama kita takdzim dan cinta kepada guru-guru kita, insyaallah Asschol akan mengepakkan sayapnya terbang ke angkasa. Saya yakin bahwa Asschol bisa mengabdikan dirinya untuk agama, nusa dan bangsa. Selama ini mindset kita selalu berdasarkan modal minimal untuk memperoleh tujuan maksimal, hal ini perlu dirubah yaitu berdasarkan kemampuan maksimal itu meraih hal yang maksimal pula” pungkasnya.

Reporter: Ar-Rofi
Redaktur: Nasrullah Am

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas