Silatnas Aspendif Ke II Canangkan 5 Program Unggulan

banner 160x600
banner 468x60

Asosiasi Pendidikan Diniyah Formal (ASPENDIF) mengaadakan silaturrhim Nasional ke II bertempat di pondok pesantren Ali Maksum dan pondok pesantren Krapyak Yogyakarta pada tanggal 10-12 Oktober 2018. Kegiatan ini merupakan program tahunan yang diadakan oleh aspendif dalam rangka menguatkan ukhuwah basyariyah diantara penyelenggara pendidikan diniyah formal,Β  adapun waktu dan tempat ditentukan melalui kesepakatan bersama.

Ketua Aspendif Bapak KH.Β  M.Β  Fadlullah Turmudzi menyampaikan keinginan dan harapan terkait diadakannya Silatnas Aspendif “Apa yang menjadi niat silatnas ini semoga oleh Allah diberikan keberkahan, silatnas ini sangat penting sebagai sarana komunikasi, mari kita saling berbagi ilmu, shering pengalaman yang didapat selama melaksanakan pendidikan diniyah formal (PDF), kritik yang konstruktif serta ide cemerlang mohon disampaikan sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan mutu pendidikan diniyah formal baik secara kelembagaan maupun out pun yang dihasilkan” ujar Kiai Fadlullah.

Wakil ketua Aspendif Bapak kiai Dr. Hasan Bisri Β juga menjelaskan tentang keberadaan Aspendif serta program yang akan dilakukan oleh aspendif “kementerian agama betulΒ² mengakui dan memperhatikan kita sebagai lembaga yang eksis pemerhati serta pejuang dunia pendidikan diniyah/pesantren,Β  aspendif secara legalitas sudah terbentuk sebagai yayasan pendidikan yang telah tercatatat di Notaris” imbuhnya.

Program yang akan dilakukan oleh aspendif antara lain: 1) Mengadakan sosialisasi ke semua pihak tentang Pendidikan Diniyah Formal melalui kementerian agama dalam upaya membangun komunikasi secara intens antara aspendif denagn semua pihak pemerintah.Β  2) Membangun kerjasama dengan semua perguruan tinggi baik yang ada di dalam negeri maupun yang di luar negeri, sehingga siswa lulusan PDF bisa diterima diperguruan tinggi di luar negeri seperti maroko, syiria, mesir, libanon dan negara yang lain.Β  3) Adanya jurnal aspendif agar nilai Lembaga PDF semakin kuat. 4) Memfasilitasi kegiatan yang diprogramkan oleh Kemeterian Agama seperti bantuan fisik maupun non fisik.Β  5) Penguatan kelembagaan meliputi : Β Pembiayaan, pengakuan pemerintah, sarana prasarana, kesejahteraan guru dan tenaga pendidikan, shering tempat mengajar antara guru pdf, mengadakan komunikasi secara intens terkait isu global yang tejadi, dan terlaksanaya akriditasi PDF. Begitu meyakinkan pejelasan kiai hasan bisri.

Reporter: Achmad Hafsin

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas