Peristiwa-peristiwa Penting 10 Muharram

Diantara keistimewaan bulan Muharram adalah predikat yang diberikan oleh Allah swt. dengan menyebutnya sebagai syahrullah (bulannya Allah). Demikianlah nilai keistimewaan itu terletak pada posisinya sebagai pemimpin bulan dan bulan perdamaian. Artinya bulan yang Allah melarang permusuhan dan peperangan di dalamnya. Sebagaimana diterangkan dalam Kitab Misykatul Mashabih, “Maksud dari (syahrullah) adalah berpuasa dibulan Allah yaitu bulan Muharram. Penyandaran (idhafah) satu kata kepada lafdhul Jalalah (Allah) memiliki arti memuliakan dan mengagungkan. Imam Al-Iraqi dalam Syarah At-Tirmidzi memberi penjelasan: Ketika bulan Muharram adalah salah satu dari bulan-bulan yang dimuliakan dengan diharamkannya berperang, lalu Muharram menjadi bulan pertama hijriyah, maka itu bentuk pengkhususan Allah terhadap bulan Muharram. Dan tidak diperkenankan seseorang mengkhususkan bulan tertentu karena hanya Muharram yang menjadi Syharullah (bulan Allah)”.

Bulan Muharram dalam tradisi Islam memiliki makna yang dalam dan sejarah yang panjang. Diantara kelebihan bulam Muharram terletak pada hari ‘Asyura’ atau hari kesepuluh pada bulan Muharram.

Bacaan Lainnya

Tanggal sepuluh Muharram yang dalam bahasa arab disebut Asyura adalah hari istimewa. Nabi pernah ditanya mengenai keistimewaan tanggal tersebut. Beliau menjawab bahwa puasa tanggal 10 Muharram yakaffirus sannah al-madhiyyah, artinya berpuasa pada tanggal 10 Muharram dapat menebus dosa satu tahun yang lalu.

Pada hari Asyura itulah (seperti yang termaktub dalam I’anatut Thalibin) Allah untuk pertama kali menciptakan dunia, dan pada hari yang sama pula Allah akan mengakhiri kehidupan di dunia (kiamat). Pada hari Asyura pula Allah menciptakan Lauhul Mahfudh dan Qalam, juga menurunkan hujan untuk pertama kalinya, serta menurunkan rahmat di atas bumi.

Selanjutnya diterangkan pula bahwa 10 Muharram adalah hari yang penuh dengan sejarah atau peristiwa penting. Tercatat beberapa kejadian penting yang berlangsung pada hari 10 Muharram, tentunya dengan tahun yang berbeda-beda.

Pertama, 10 Muharram adalah hari diciptakannya Nabi Adam as. di dalam surga, serta di tanggal itu pula Nabi Adam as. bertaubat kepada Allah dari dosa-dosanya dan taubat tersebut diterima oleh Allah.

Kedua, pada 10 Muharram adalah hari kelahiran Nabi Isa as. dan hari dimana Allah swt. menyelamatkan Nabi Isa as. dari kejaran umatnya dengan mengangkatnya ke atas langit.

Ketiga, Allah menjadikan lautan bagaikan daratan bagi Nabi Musa as. dan umatnya kaum Bani Israil yang selamat dari pengejaran Fir’aun di Laut Merah. Beliau dan umatnya yang berjumlah sekitar lima ratus ribu orang selamat memasuki gurun Sinai untuk kembali ke tanah leluhur mereka.

Keempat, hari keluarnya Nabi Yunus as. dari perut ikan Hiu dengan selamat.

Kelima, hari dilahirkannya Khalilullah Nabi Ibrahim as. dan juga hari diselamatkannya Nabi Ibrahim as dari siksa Raja Namrud, yaitu berupa api yang membakar.

Keenam, Nabi Yusuf as. dibebaskan dari penjara Mesir karena terkena fitnah.

Ketujuh, Nabi Ayyub as. disembuhkan Allah dari penyakit yang menimpanya.

Kedelapan, dan pada hari Asyura itu pula berlabuhnya kapal Nabi Nuh as. di bukit Zuhdi dengan selamat, setelah dunia dilanda banjir besar yang menghanyutkan dan membinasakan. Sesampainya di daratan, Nabi Nuh as. bertanya kepada umatnya “masih adakah bekal yang tersisa untuk kita makan?” kemudian mereka menjawab “masih ada wahai Nabi”, Kemudian Nabi Nuh as. memerintahkan untuk mengaduk sisa-sisa makanan itu menjadi adonan bubur, dan disedekahkan ke semua orang. Karena itulah kita mengenal bubur suro, yaitu bubur yang dibikin untuk menghormati hari ‘Asyuro’ yang diterjemahkan dalam bahasa kita menjadi bubur untuk selametan.

Sayyidah Aisyah, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam menyatakan bahwa hari Asyura adalah hari orang-orang Quraisy berpuasa di masa Jahiliyah, Rasulullah juga ikut mengerjakannya. Setelah Nabi berhijrah ke Madinah beliau terus mengerjakan puasa itu dan memerintahkan para sahabat agar berpuasa juga. Setelah diwajibkan puasa dalam bulan Ramadhan, Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam menetapkan:

مَنْ شَاءَ أَنْ يَصُومَهُ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ شَاءَ أَنْ يَتْرُكَهُ فَلْيَتْرُكْهُ

“Barangsiapa yang menghendaki berpuasa Asyura puasalah dan siapa yang tidak suka boleh meninggalkannya” (HR. Bukhari, No: 1489; Muslim, No: 1987)

Masih banyak lagi peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari Asyura serta keistimewaan-keistimewaan lainnya yang diberikan oleh Allah pada hari itu. Namun yang tak kalah penting bagi kita adalah bagaimana kita bisa mengambil pelajaran dari perjuangan para Nabi dan Rasul terdahulu. Misi mereka pada dasarnya adalah sama menegakkan aqidah Islamiyah, meyakini ke-Esaan Allah SWT. yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Peristiwa masa lalu merupakan cermin bagi kita untuk berusaha memisahkan kebenaran dan kebatilan, memisahkan yang baik dan buruk, agar dapat meratakan jalan bagi kita untuk menjangkau masa depan. Semua peristiwa dan kejadian-kejadian yang ada dalam alam semesta ini merupakan pelajaran yang bermanfaat bagi orang-orang yang mempergunakan akalnya.

Penulis: Muhammad Rofi’i

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

2 Komentar