Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si: Islam Nusantara Tidak Anti Arab

banner 160x600
banner 468x60

asscholmedia.net – Dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional 2018, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya menggelar serangkaian kegiatan mulai dari bedah buku sampai sepak bola api, tidak tanggung-tanggung ada 3 (tiga) buku karya Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si yang dibedah. Rabu, (12/09/18).

Bertempat di Amphitheater UINSA Surabaya, ketiga buku karya Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si yang dibedah adalah: 1) Islam Nusantara Berkemajuan: Tantangan dan Moderasi Agama. 2) Menjaga Harmoni Menuai Damai: Islam, Pendidikan dan Kebangsaan. 3) Demi Agama, Nusa dan Bangsa: Memaknai Agama, Kerukunan Umat Beragama, Pendidikan dan Wawasan Kebangsaan.

Tentang buku pertama Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si sengaja memberi judul Islam Nusantara Berkemajuan untuk lebih mempererat lagi hubungan NU dan Muhammadiyah,“Sengaja buku saya diberi judul Islam Nusantara Berkemajuan sebab Islam Nusantara adalah milik NU sementara Islam Berkemajuan adalah milik Muhammadiyah, maka saya kawinkan kedua ide ini sebab NU dan MD sudah sohib” ujarnya.

Mantan Sekjen Kemenag RI 2014-2018 ini juga menyampaikan bahwa kegemarannya dalam dunia tulis menulis dimulai pada tahun 2009 dan sejauh ini sudah ada beberapa buku yang beliau terbitkan serta 1.000 artikel yang sudah beliau posting pada blog pribadinya.

Guru Besar UINSA Surabaya ini juga berpesan kepada semua dosen agar jangan berhenti menulis sebab dengan menulis kita ada sementara ucapan akan hilang, selain itu menulis menurutnya juga merupakan salah satu upaya untuk memerangi radikalisme yang marak disebarkan melalui dunia maya dan sebagai benteng perang media yang saat ini sedang gencar gencarnya. “Saya ingin mengajak kepada semuanya untuk terus berkatya sebab hari ini tantangan kita sangat luar biasa” kata mantan Rektor UINSA ini.

Dalam buku yang ditulisnya beliau juga menyampaikan bahwa Islam Nusantara Berkemajuan bukan varian baru dari Islam dan bukan madzhab tetapi merupakan Islam yang sudah mengakar dalam tradisi masyarakat kita bahkan di Timur Tengah pun Islam mengakar dengan adat istiadat setempat yang pada akhirnya membentuk sebuah ciri khas dalam pengamalannya.

Menurutnya, Islam Nusantara bukan Nusantara vs Arab tetapi Islam Nusantara adalah Islam Wasathiyah yang diantara tipologinya seperti adanya kegiatan yasinan, tahlilan dan lain sebagainya yang mana tradisi-tradisi ini tidak terdapat di Arab.

Reporter: Zainal Arifin

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas