AMALIAH BULAN MUHARRAM

Muharram termasuk bulan yang dimuliakan Allah SWT. Saking mulianya, ia dijuluki dengan syahrullah (bulan Allah). Muharram dikatakan mulia karena di dalamnya terdapat amalan sunah yang sangat dianjurkan untuk melakukannya. Berikut amalan Sunnah yang dikutip dari beberapa kitab mu’tabar.
1- Puasa pada akhir bulan Dzulhijjah (akhir tahun Hijriyah) Dengan niat:
نويت صوم غد سنة لله تعالى
“Saya niat puasa sunnah besok karena Allah Ta’ala”

Hal ini sebagaimana Sabda Nabi Muhammad SAW.
ذكر الحافظ – ابن حجر رحمه الله تعالى: أنه روى عن حفصة رضي الله عنها عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: من صام آخر يوم من ذي الحجة وأول يوم من المحرم جعله الله تعالى له كفارة خمسين سنة، وصوم يوم من المحرم بصوم ثلاثين يوما.
Ibnu Hajar menyebutkan sebuah hadits dari Hafshah: Sesungguhnya Nabi SAW. bersabda: Barangsiapa yang berpuasa di akhir hari bulan Dzulhijjah dan awal bulan Muharram maka Allah menjadikan puasa itu sebagai penghapus dosa (kafarat) 50 tahun. Dan puasa sehari di bulan Muharram pahalanya seperti puasa 30 hari (satu bulan). (Kanzu an-Najah wa as-Surur fi al-Adiyah Allati Tassrau as-Sdurur, hlm 13-15).

Bacaan Lainnya

2- Setelah shalat Ashar membaca doa sebagai berikut (Hikmah Ibadah, hlm 50-69):

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِن عملٍ فِى السَّنَةِ الماضية ولم تَرْضَهُ ونسيتُه وَلَمْ تَنْسَهُ وحَمِلْتُ عني مع قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِى وَدَعْوَتِيْ اِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَا ئَتِى عَلَيك. اَللَّهُمَّ إِنِّى اَسْتَغْفِرُكَ منه فَغْفِرْلِى اَللَّهُمَّ وَمَا عَمِلْتُ من عمل تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِى عَلَيْهِ الثَّوَابَ والغُفْرَانَ فتَقَبَّلْهُ مِنِّى وَلاَ تَقْطَع رَجَائِى مِنْكَ يَاكَرِيْمُ ياأرحمَ الراحمينَ وَصَلَى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. (3x)

3- Amaliah yang biasa dilakukan pada malam tanggal 1 Muharram adalah sebagai berikut (Majmu’ Syarif al-Amanah, hlm 115-119):
a. Pada malam awal tahun atau malam tanggal 1 Muharram setelah shalat Maghrib dan ba’da Maghrib, membaca ayat kursi sebanyak 360 kali.
b. Tiap-tiap membaca ayat kursi dimulai dengan membaca basmalah.
c. Setelah selesai membaca ayat kursi lalu membaca do’a sebagai berikut:

بسم الله الرحمن الرحيم اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تَمْلَأُ خَزَائِنَ اللهِ نُوْرًا، وَتَكُوْنُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ فَرَجًا وَفَرَحًا وَسُرُوْرًا، وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ الْعَمِيْمِ الْمُعَوَّلِ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَاْلعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ اْلأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَاْلاِشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ، وَصَلىَّ اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Membaca ayat kursi dan basmalah serta diakhiri dengan doa tersebut mempunyai hikmah yang besar. Insya Allah orang yang mengamalkannya akan terjaga dari hal-hal yang tidak menyenangkan dalam tahun itu, dan terjaga dari syaithan. Bacaan tersebut merupakan benteng yang sangat kokoh.

4- Puasa satu hari di awal tahun pada tanggal 1 Muharram Dengan niat:
نويت صوم غد سنة لله تعالى
Adapun dalilnya sebagaimana hadits yang disampaikan oleh Ibnu Hajar dari Hafshah di atas, tepatnya pada lafadz:
وأول يوم من المحرم جعله الله تعالى له كفارة خمسين سنة

5- Berdo’a setiap hari dari tanggal 1 Muharram sampai dengan tanggal 10 Muharram.

بسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اَللّهُمَّ اِنَّكَ قَدِيْمٌ وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ اَقْبَلَ وَسَنَةٌ جَدِيْدَةٌ قَدْ اَقْبَلَتْ نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَنَسْتَكْفِيْكَ فَوَاتَهَا وَشُغْلَهَا فَارْزُقْنَا اْلعِصْمَةَ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. اَللّهُمَّ اِنَّكَ سَلَّطْتَ عَلَيْنَا عَدُوًّا بَصِيْرًا بِعُيُوْبِنَا وَمُطَّلِعًا عَلَى عَوْرَاتِنَا مِنْ بَيْنِ اَيْدِنَا وَمِنْ خَلْفِنَا وَعَنْ اَيْمَانِنَا وَعَنْ شَمَائِلِنَا يَرَانَا هُوَ وَقَبِيْلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَنَرَاهُمْ. اَللّهُمَّ اٰيِسْهُ مِنَّا كَمَا اٰيَسْتَهُ مِنْ رَحْمَتِكَ. وَقَنِّطْهُ مِنَّا كَمَا قَنَّطْتَهُ مِنْ عَفْوِكَ وَبَاعِدْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُ كَمَا حُلْتَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ مَغْفِرَتِكَ اِنَّكَ قَادِرٌ عَلَى ذٰلِكَ وَاَنْتَ الفَعَّالُ لِمَا تُرِيْدُ وَصَلَّى الله ُتَعَالىٰ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. (3x)

6- Puasa pada tanggal 9 (puasa Tasu’ah) dan 10 (puasa ssyura) bulan Muharram; menurut mayoritas ulama (Tanbihu al-Ghofilin, hlm 124).
a. Dalil Puasa Tasu’ah

عبد الله بن عباس رضي الله عنهما يقول حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (رواه مسلم: 1916)
Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata bahwa: “Ketika Rasullullah SAW melakukan puasa hari Asyura dan memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata: “Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani.” Lantas Rasulullah SAW. bersabda: “Apabila tiba tahun depan Insya Allah kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas mengatakan: “Belum sampai tahun depan, Rasulullah SAW. sudah keburu meninggal dunia.” (HR. Muslim: 1916)

b. Dalil puasa Asyura (Shohih Muslim Vol IV, hlm 56)
عن أبي قتادة رضي الله عنه أن رسول لله صلى الله عليه وسلم: سُئِلَ عَنْ صِياَمِ يَوْمِ عَاشُوْرآءَ فقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ (رواه مسلم: 1977)

Disamping amaliah-amaliah di atas, Imam Ibnu al-Jauzi menjelaskan ada 15 macam kebaikan yang dianjurkan untuk dilakukan pada hari Asyura, yaitu:
a. Bersedekah kepada fakir miskin
b. Mengusap kepala anak yatim
c. Memberi buka orang yang berpuasa
d. Menyiramkan air
e. Mengunjungi saudara seagama
f. Mandi
g. Menjenguk orang sakit
h. Memuliakan dan berbakti kepada kedua orang tua
i. Menahan amarah dan emosi
j. Memaafkan orang yang berbuat aniaya pada hari Asyura
k. Memperbanyak shalat, do’a, dan istighfar
l. Memperbanyak dzikir
m. Menyingkirkan apa saja yang mengganggu orang di jalan
n. Berjabat tangan dengan orang yang dujumpai
o. Memperbanyak membaca surat al-Ikhlash sampai seribu (1.000) kali. (Al-Majalis, hlm 73-74)

As-Syaikh Abdul Hamid Muhammad Ali Quds dalam kitabnya Kanzun Najah was Surur Fi Ad’iyyati Tasyrahus Shudur, juga menjelaskan amaliah-amaliah pada bulan Muharram yang dikemas dalam bentuk nadham agar mudah untuk diingat.

فِى يوْمِ عَاشُوْرَاءَ عَشْرٌ تَتَّصِلْ # بِهَا اثْنَتَانِ وَلهَاَ فَضْلٌ نُقِلْ
صُمْ صَلِّ صَلْ زُرْ عَالمِاً عُدْ وَاكْتَحِلْ # رَأْسُ الْيَتِيْمِ امْسَحْ تَصَدَّقْ وَاغْتَسِلْ
وَسِّعْ عَلَى اْلعِيَالِ قَلِّمْ ظُفْرَا # وَسُوْرَةَ الْاِخْلاَصِ قُلْ اَلْفَ تَصِلْ
 
“Ada sepuluh amalan di dalam bulan ‘asyura, yang ditambah lagi dua amalan lebih sempurna. Puasalah, shlatlah, sambung silaturrahim, ziarah orang alim, menjengk orang sakit dan celak mata. Usaplah kepala anak yatim, bershadaqah dan mandi, menambah nafkah keluarga, memotong kuku, membaca surat al-Ikhlas 1000 kali”.

Oleh: Muhammad Rofi’i

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.