Nyai Muthmainnah Aschal: Berkhidmah Lebih Utama Dari Pada Ibadah Sunnah

banner 160x600
banner 468x60

Nyai Muthmainnah Aschal: Berkhidmah Lebih Utama Dari Pada Ibadah Sunnah

Asscholmedia.net – Keantusiasan para Alumni putri Pondok Pesantren Sayaichona Moh. Cholil dalam menghadiri pengajian rutinan yang diadakan setiap bulan kali ini lebih banyak dari pertemuan sebelumnya. Selasa (04/09).

Rutinitas pengajian kitab kuning ini diasuh langsung oleh Nyai Hj. Muthmainnah Aschal (Pengasuh PP. Syaichona Moh. Cholil Putri Bangkalan) yang bertempat di gedung Aula. Pada kesempatan ini, beliau mengulas sekelumit dari isi kitab Muroqil Ubudiyah, bahwasanya kita sebaiknya menyibukkan diri dengan kebaikan yaitu dengan membantu antar sesama Muslimnya.

“Kita dianjurkan IDKHOLUS SURUR (Menyenangkan hati orang lain) sebagaimana yang diterangkan dalam hadis Nabi ” إن أفضل الأعمال إدخال السرور على المؤمنين, Tutur Nyai Muth (sapaan akrab beliau).

Dalam pengajian ini, beliau juga bercerita, dikisahkan bahwa salah satu khadamnya Imam As-Syadzili yang bernama Umar. Umar sangat berkhidmah dan sangat menta’dzimi sang kiai, hingga pada suatu ketika sang kiai berkata, “Umar, apa yang kamu butuhkan?, saya akan penuhi semua kebutuhanmu”.
“Tidak kiai, saya tidak mengharaapkan apa-apa, saya hanya ingin mengambil barokah”, jawab Umar dengan nada rendahnya.

Akhirnya desakan sang Kiai membuat Umar berani berucap untuk meminta hal yang menurutnya berharga. Saya hanya ingin meminta sorban yang dipakai oleh Kiai. Imam Syadzili tercengang melihat kesederhaan santri tersebut.

Selang beberapa waktu, Umar berkeluarga dan pada saat menjelang wafatnya Umar berwasiat agar sorban tersebut dipakaikan, dibawa kedalam kuburnya. Sang kiai hadir pada saat dikuburkan, pada saat itu wajah beliau berubah, orang dipinggirnya pada bertanya-tannya, “Kenapa dengan wajah Imam Syadzili?”
Ternyata beliau melihat Umar ditanya oleh malaikat Munkar dan Nakir, “Man Rabbuka?”, Ia hanya menjawab “Saya ini memakai surbannya Imam Syadzili, apakah kamu tidak melihat! (nada kasar umar) “, akhirnya malaikat tidak menjawab apa-apa.

Subhanallah, ini berkat khidmah seorang santri dan cintanya pada sang guru sehingga pertanyaan kuburpun dia jawab dengan membawa nama gurunya.

Dan diakhir pengajian, beliau juga mengulas bahwa semua kesibukan (berkhidmah) orang-orang sholeh itu lebih utama dari pada mengerjakan shalat sunnah beberapa kali, seperti halnya menyuguhkan makanan pada orang miskin, fakir dan lain-lain. Hal ini terekam pada jejak langkah salah satu Cucu Nabi Muhammad yaitu Sayyid Zainal Abidin, dikisahkan bahwa beliau setiap malam melakukan shalat sebanyak 1000 rakaat tapi beliau selalu mengedepankan rasa solidaritas dan saling membantu orang lain. Wallahu a’lam.

Reporter: Fatimah Az-Zahra
Redaktur: Zainal Arifin

author
Zaen: Sebagai admin asschoLmedia.net kami selalu berupaya memberikan yang terbaik berupa informasi-informasi faktual dan terpercaya serta kajian keislaman yang otentik