PESAN USTADZ: JANGAN JADI KIAI !!

Tidak ada komentar 398 views
banner 160x600
banner 468x60

Dewasa ini bangsa Indonesia tengah diuji dengan disintegrasi dan degradasi moral yag terus menjangkit seluruh bangsa mulai dari kalangan awam, menengah sampai kalangan elit tidak lepas dari penyakit yang menular dengan cepat melalui media sosial yang tidak dapat dibendung karena perkembangan informasi dan teknologi semakin hari semakin menjadi-jadi.

Kemampuan masyarakat untuk mengakses berbagai informasi di media sosial tidak disertai dengan kemampuan untuk memilah dan memilih informasi yang benar dan otentik telah mengakibatkan ekses dari media sosial yang semakin hari semakin meresahkan masyarakat, bahkan perang media sosial ini telah merambah pada disintegrasi bangsa yang mengancam persatuan dan kesatuan Republik Indonesia.

Di tengah-tengah pergulatan elit politik negeri ini, masyarakat awam selalu dimanfaatkan untuk melancarkan berbagai tujuan politik para penguasa melalui narasi-narasi yang berbau agama ataupun yang berbau sosial. Gerakan-gerakan ini terus menuai kontroversi dan selalu saja diperdebatkan, akibatnya masyarakat awam yang minim pengetahuan menjadi latah ikut-ikutan menyuarakan hal-hal yang tidak mereka pahami sampai-sampai tanpa terasa hujatan dan makian terlontar dengan renyah dari mulut ke mulut seperti makan kerupuk.

Moral bangsa ini semakin terpuruk, masyarakat sudah kehilangan kepercayaannya pada pemerintah. Sudah tidak ada lagi rasa malu untuk melakukan hal yang memalukan bahkan masyarakat sudah mulai kehilangan rasa hormatnya kepada para Ulama’ yang selama ini petuahnya selalu dinantikan bagai oase yang mampu meredam setiap amarah dan panasnya emosi.

Dalam keadaan yang serba remang-remang ini setiap orang mestinya lebih arif dalam menerima berbagai informasi dan lebih bijak dalam menyikapi setiap kejadian dengan melihat dan mencari tahu latar belakang dibalik semua itu karena setiap informasi yang sengaja diviralkan pasti mempunyai tujuan dan maksud tertentu yang semestinya kita pahami sebelum kita menjustifikasi.

Untuk memperbaiki semua itu harus ada seseorang yang memahami berbagai hal, harus tampil generasi-generasi cantik yang mampu merubah keadaan yang tambah carut marut ini, maka dari itu generasi bermoral seperti santri tidak selayaknya hanya menjadi Kiai yang hanya menekuni ilmu agama dan syariah.

Santri sebagai generasi emas negeri ini harus mampu bermain diberbagai sektor untuk mengisi kursi-kursi strategis yang selama ini hanya diisi oleh penjahat-penjahat berbaju penguasa yang hanya merugikan negara.

Kalau semua santri menjadi kiai lalu siapa yang akan membangun infrastruktur dengan estetika yang beretika? Kalau santri cuman sebagai ustadz lalu siapa yang akan mengelola keuangan negara yang terus-terusan dicuri untuk kepentingan pribadi para maling raksasa? Kalau santri hanya menjadi guru agama lalu siapa yang akan mengembangkan sain dan teknologi yang semakin hari berisi narasi-narasi yang sulit dipahami dan kontroversi? Kalau santri hanya cukup sebagai santri lalu siapa yang akan menjaga undang-undang kita agar tidak hanya menguntungkan pihak tertentu saja tanpa memikirkan nasib rakyat dan negara?

Maka dari itu janganlah menjadi Kiai saja tapi jadilah penguasa yang mampu berlaku adil bagi setiap rakyatnya sebagaimana ajaran para Kiai di pesantren agar keadilan tidak selalu menjadi mainan para mafia hukum, jadilah pengusaha yang tidak hanya memikirkan keuntungan atau profit tapi juga mengutamakan kemaslahatan dan kepentingan bersama sehingga ada balasan atas air mata dan keringat rakyat yang sudah mengering, jadilah elit politik yang bersaing untuk menduduki jabatan agar kalian bisa menjaga kedaulatan bangsa dan negara kesatuan republik Indonesia, agar penjahat-penjahat itu tidak memiliki kesempatan untuk memecah belah kita.

Ingatlah bahwa kejahatan terjadi bukan hanya dikarenakan banyaknya orang yang jahat, namun penyebab terbesar dari semua itu dikarenakan orang-orang yang baik tidak mau berbuat untuk merubah keadaan, hendaknya seseorang yang telah memiliki pondasi agama yang kuat seperti lulusan pesantren bisa mencoba berbagai profesi untuk mengisi dan mewarnai berbagai sektor seperti perekonomian, kesehatan dan pembangunan nasional demi terwujudnya negara nan damai, makmur dan sentosa yang sesuai dengan prinsip kemanusiaan dan ketuhanan.

Namun yang terpenting dari semua itu, ada satu hal yang perlu diingat bahwa apapun profesi yang akan ditekuni baik dalam sektor ekonomi maupun yang lain, semua itu harus dilandasi dengan keimanan dan ketakwaan karena tanpa keduanya apapun yang kalian kerjakan hanya akan merusak tatanan sosial dan menjadi penjahat negara. Tanpa keimanan dan ketakwaan seorang pemimpin takkan pernah memikirkan nasib rakyatnya, tanpa keimanan dan ketakwaan seorang hakim akan memutuskan hukum sesuai dengan kepentingan isi perutnya, tanpa keimanan dan ketakwaan siapapun akan melakukan kecurangan tanpa memikirkan penderitaan orang lain sekalipun itu saudaranya.

Oleh: Zainal Arifin | Sekretaris Pengurus Pusat Asschol

author
Zaen: Sebagai admin asschoLmedia.net kami selalu berupaya memberikan yang terbaik berupa informasi-informasi faktual dan terpercaya serta kajian keislaman yang otentik