Ramadhan: Bulan diturunkannya Al-Quran

1 komentar 502 views
banner 160x600
banner 468x60

Agama Islam, agama yang kita anut dan dianut oleh ratusan juta kaum Muslimin di seluruh dunia, merupakan way of life yang menjamin kebahagiaan hidup pemeluknya di dunia dan akhirat. Ia mempunyai satu sendi utama yang esensial, berfungsi memberi petunujuk ke jalan yang sebaik-baiknya. Allah swt berfirman, sesungguhnya Al-Quran ini memberikan petunujuk menuju jalan yang sebaik-baiknya (QS. 17:9).

Al-Quran memberikan petunujuk dalam persoalan-persoalan akidah, syariah, dan akhlak, dengan jalan meletakkan dasar-dasar prinsipil mengenai persoalan-persoalan tersebut; dan Allah menugaskan Rasul saw., untuk memberikan keterangan yang lengkap mengenai dasar-dasar itu: kami telah turunkan kepadamu Al-Dzikr (Al-Quran) untuk kamu terangkan kepada manusia apa-apa yang diturunkan kepada mereka agar mereka berpikir (QS. 16:44).

Di dalam hubungannya dengan pembahasan Nuzulul Quran, Syaikh Abd Al-Wahhab Abd Al-Majid Ghazlan di dalam Al-Bayan fi Mabahitsi Ulum Al-Quran mengatakan bahwa yang dimaksud Nuzul adalah turunnya sesuatu dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah dan sesuatu itu tak lain adalah Al-Quran. Hanya kemudian Syaikh Ghazlan berkomentar lagi, oleh karena yang turun itu bukan berbentuk fisik, maka pengertian Nuzul di sini bisa mengandung pengertian kiasan (majazi) dan apabila yang dimaksud turun adalah lafadz, maka Nuzul berarti Al-Ishal (penyampaian) dan Al-Ilam (penginformasian).

Syaikh Al-Zarkasyi di dalam Al-Burhan fi Ulum Al-Quran, jilid 1, hlm 228 menyebutkan, Ahlus Sunnah sepakat bahwa kalam Allah itu diturunkan. Mereka bersilang pendapat tentang pengertian Nuzul. Ada yang mengatakan, Nuzulul Quran berarti menampakkan Al-Quran. Sementara ada pula yang mengatakan, bahwa Allah swt memberikan pemahaman mengenai kalam-Nya kepada Jibril.

Di dalam Al-Quran terdapat beberapa ayat yang mengatakan bahwa Al-Quran turun:
Pada bulan Ramadhan.
ุดู‡ุฑ ุฑู…ุถุงู† ุงู„ุฐูŠ ุฃู†ุฒู„ ููŠู‡ ุงู„ู‚ุฑุขู† (ุงู„ุจู‚ุฑุฉ: 185)
Pada malam yang diberi berkah.
ุฅู†ุง ุฃู†ุฒู„ู†ู‡ ููŠ ู„ูŠู„ุฉ ู…ุจุฑูƒุฉ (ุงู„ุฏุฎุงู†: 3)
Pada malam Al-Qadar.
ุฅู†ุง ุฃู†ุฒู„ู†ู‡ ููŠ ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ู‚ุฏุฑ (ุงู„ู‚ุฏุฑ: 1)
Jumhur ulama sepakat bahwa pengertian yang dimaksud ketiga ayat di atas menyangkut turunnya Al-Quran sekaligus dari Lauh Al-Mahfudz, ke suatu tempat yang disebut Sama Al-Dunya. Dari Sama Al-Dunya, atau tepatnya dari Bait Al-Izzah yang terdapat di Sama Al-Dunya itulah kemudian Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad saw secara berangsur-angsur.

Dalam hal ini sedikitnya ada tiga hadits yang dijadikan pegngan (Manahil Al-Irfan, Jilid 1, hlm. 44), yaitu:
Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Hakim dengan sanad-nya sendiri dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan:
ููุตูู„ูŽ ุงู„ู‚ูุฑู’ุขู†ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู‘ูุฐูƒู’ุฑู ููŽูˆูุถูุนูŽ ููŠ ุจูŽูŠู’ุชู ุงู’ู„ุนูุฒู‘ูŽุฉู ู…ูู† ุงู„ุณู…ุงุกู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ููŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุฌูุจู’ุฑููŠู’ู„ู ูŠูŽู†ู’ุฒูู„ู ุจูู‡ู ุนู„ู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูŠู‘ู.
Al-Qurโ€™an dipisah dan Al-Dzikir lain diletakkan di Bait Al-Izzah di Samaโ€™ Al-Dunya dan dibawa Jibril turun kepada Nabi Muhammad saw.

Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Nasaโ€™i dan Al-Hakim serta Al-Baihaqi melalui jalur Daud bin Abi Hind, dari Ikrimah dari Ibnu Abbas yang mengatakan:
ุฃูู†ู’ุฒูู„ูŽ ุงู„ู‚ูุฑู’ุขู†ู ุฌูู…ู’ู„ูŽุฉู‹ ูˆูŽุงุญุฏุฉู‹ ุฅู„ู‰ ุงู„ุณู‘ูŽู…ุงุกู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู’ู„ู‚ูŽุฏู’ุฑู ุซู… ุฃูู†ู’ุฒูู„ูŽ ุจุนุฏ ุฐู„ูƒ ูููŠ ุนูุดู’ุฑููŠู’ู†ูŽ ุณูŽู†ูŽุฉู‹.
Al-Qurโ€™an diturunkan sekaligus ke Samaโ€™ Al-Dunya pada Lailatul Qadar. Kemudian diturunkan sepanjang (sekitar) dua puluh tahun.

Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Hakim dan Al-Baihaqi serta lainnya dari jalur Manshur, dari Saโ€™id bin Jubair dari Ibnu Abbas, berkata:
ุฃูู†ู’ุฒูู„ูŽ ุงู„ู‚ูุฑู’ุขู†ู ุฌูู…ู’ู„ูŽุฉู‹ ูˆูŽุงุญุฏุฉู‹ ุฅู„ู‰ ุงู„ุณู‘ูŽู…ุงุกู ุงู„ุฏู†ูŠุง ุจูู…ูŽูˆูŽุงู‚ูุนู ุงู„ู†ู‘ูุฌููˆู’ู…ู ูŠูู†ูŽุฒู‘ูู„ู ุนู„ู‰ ุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ุจูุถู’ุนูŽุฉู‹ ููŠ ุฅูุซู’ุฑู ุจูŽุนู’ุถู.
Al-Qurโ€™an diturunkan sekaligus ke Samaโ€™ Al-Dunya. Sebelumnya, (Al-Qurโ€™an ditempatkan) di tempat bintang-bintang. Lalu Allah swt menurunkannya kepada Rasulullah secara berangsur-angsur.

Ketiga Hadits di atas, menurut Al-Suyuthi seperti dikutip Al-Zarqany di dalam Manahil Al-Irfan, adalah shahih. Hadits-hadits di atas sekalipun mauquf bagi Ibnu Abbas, tetapi menurut Al-Zarqany lebih lanjut mempunyai bobot marfu kepada Nabi saw. Alasannya, turunnya Al-Quran ke Bait Al-Izzah termasuk berita gaib yang hanya bersumber dari orang-orang mashum (Nabi). Dan, Ibnu Abbas sendiri diketahui tak pernah mengambil riwayat israiliyat.

Dari Sama Al-Dunya, atau persisnya di Bait Al-Izzah kemudian Jibril membawa lafdz Al-Quran kepada Nabi Muhammad saw secara berangsur-angsur, dan lafadz yang dibawa malaikat Jibril untuk disampaikan kepada Nabi Muhammad saw adalah kalam Allah yang disebut Al-Quran.

Dibawah ini dikutip sebagian hikmah diturunkannya Al-Quran secara berangsur-angsur, seperti yang ditulis oleh Syaikh Abd Al-Adzim Al-Zarqany dalam Manahil Al-Irfan.
Pemantapan dan penguatan hati Rasulullah, untuk mendukung pernyataan ini, Al-Zarqany menggunakan beberapa alasan:
Datangnya kembali wahyu Al-Quran dan malaikat yang diutus Allah swt kepada Rasulullah saw merupakan kebahagiaan bagi diri Nabi Muhammad.

Datangnya wahyu secara berangsur-angsur merupakan kemudahan yang diberikan Allah swt kepada Rasulullah untuk menghafal dan memahami ayat-ayat Al-Quran.
Penahapan di dalam mendidik umat yang sedang tumbuh, baik ilmu maupun amal, keuntungannya:
Memudahkan umat menghafal Al-Quran.
Memudahkan umat memahami Al-Quran.
Mencabut akidah dan syariat bathil secara bertahap.
Menanamkan akidah dan syariat yang haq secara bertahap.
Memantapkan dan mempersenjatai kaum Muslimin dengan senjata sabar dan yakin.

Mengenai rentang waktu Nabi Muhammad menerima Al-Quran, Abd Al-Wahhab Abd Al-Majid Ghazlan dalam Mabahitsi fi Ulum Al-Quran menyebutkan tiga pendapat. Pertama, bahwa Al-Quran diturunkan berturut-turut selama dua puluh tahun. Kedua, bahwa Al-Quran diturunkan selama dua puluh tiga tahun. Ketiga, Nabi Muhammad menerima Al-Quran Al-Quran selama dua puluh lima tahun.

Ketiga pendapat yang disebutkan Al-Ghazlan di atas tak satupun yang menunjuk secara cermat mengenai masa di mana Rasulullah menerima Al-Quran. Seperti diketahui, bahwa pengangkatan Muhammad bin Abdullah yang lahir 12 Rabiul awal menjadi Nabi dan Rasul pada saat usia beliau mencapai 40 tahun, sedangkan pertama kali beliau menerima wahyu pada tanggal 12 Rabiul awal saat beliau bermimpi (ruya shadiqah). Enam bulan kemudian, pada tahun itu juga, yakni di bulan Ramadhan, beliau menerima ayat Al-Quran yang pertama turun, sedangkan Rasulullah saw wafat pada usia 63 tahun. Dengan demikian, bisa ditarik kesimpulan bahwa Rasulullah saw menerima wahyu Al-Quran selama 22 tahun 6 bulan.

Redaktur: Rofi el-Ponty

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas