Lima Keistimewaan Puasa Ramadhan

Tidak ada komentar 431 views
banner 160x600
banner 468x60

Dari Sahel bin Sa’ad, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya di dalam Surga terdapat sebuah pintu yang disebut ar-Royyan. Orang-orang yang rajin berpuasa akan masuk Surga melewatinya pada hari kiamat nanti. Tidak ada orang yang memasukinya selain mereka. Diserukan kepada mereka, ‘Manakah orang-orang yang rajin berpuasa?’. Maka merekapun bangkit, tidak ada yang masuk melewati pintu itu selain golongan mereka. Dan kalau mereka semua sudah masuk maka pintu itu dikunci sehingga tidak ada lagi seorangpun yang bisa melaluinya”(HR Bukhari Muslim).

 

Bulan Ramadhan adalah salah satu bulan yang dipenuhi dengan keberkahan dan menjadi sebuah pembakar dosa setiap manusia. Didalamnya pula terdapat rahmat yang tidak pernah Allah SWT berikan kepada hambaNya di bulan-bulan yang lain. Di dalam bulan Ramadhan terdapat suatu tugas bagi kaum muslimin untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara berpuasa. Hal ini pula yang tertera jelas di dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 183.

 

Keistimewaan berpuasa di bulan Ramadhan sangatlah banyak dan salah satu hadist yang menyatakan hal tersebut yaitu terdapat dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah SAW bersabda:

أُعْطِيَتْ أُمَّتِي خمسَ خِصَالٍ في رَمَضَانَ لَمْ تُعْطَهُنَّ أمَّةٌ من الأُمَمِ قَبْلَهاَ

“Umatku telah dikarunia lima hal yang istimewa yang belum pernah diberikan kepada umat-umat sebelum mereka”

 

Pertama:

خُلُوْفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ اْلمِسْكِ

Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah SWT daripada harumnya minyak misik.

 

Bau mulut muncul karena produksi air liur dalam mulut dan dalam saluran pencernaan berkurang sehingga menjadi lebih kering. Akibatnya timbul halitosis atau bau mulut yang khas yang tak jauh berebeda dengan ketika kita baru bangun tidur. Salah satu kiat untuk mengatasinya adalah perbanyak konsumsi air putih selama berbuka hingga sahur.

 

Secara umum bau ini dibenci oleh manusia, tetapi disisi Allah lebih harum dari minyak misik/kesturi karena merupakan atsar atau bekas dari ibadah kepada-Nya. Segala sesuatu yang muncul karena pengaruh ibadah atau ketaatan kepada Alllah maka Allah mencintainya dan menggantinya dengan yang lebih baik.

 

Maka dengan bau tak sedap seperti itu orang-orang berpuasa diharapkan dapat menyadari keadaanya sehingga bisa menjaga mulutnya dengan baik dari kata-kata kotor, misalnya dengan memperbanyak tadarus Al-Qur’an, berdzikir, beristighfar, bershalawat dan sebagainya.

Selain itu, perlu kta sadari bahwa bau mulut yang tak sedap itu sesungguhnya memiliki hikmah atau manfaat tertentu. Misalnya, bau itu menjadi salah satu pembeda antara orang berpuasa dengan yang tidak berpuasa. Dengan bau seperti itu orang yang berpuasa akan cenderung lebih banyak diam dari pada bicara yang tidak perlu. Apalagi berkata jorok karena hanya akan mengurangi kualitas ibadah puasanya.

 

Kedua:

وَتَسْتَغْفرُ لَهُمْ اْلمَلاَئِكَةُ حَتىَّ يُفْطِرُوْا

Orang-orang yang berpuasa semuanya dimohonkan ampun oleh malaikat hingga mereka berbuka.

 

Malaikat adalah makhuk yang mulia, mereka tidak pernah bermaksiat kepada-Nya dan senantiasa patuh terhadap perintah-Nya. Allah mengizinkan para malaikat untuk beristighfar untuk orang yang berpuasa tidak lain merupakan bentuk pemuliaan atas mereka (yakni orang-orang yang berpuasa). Makna istighfar adalah memohon maghfirah yaitu ditutupinya dosa di dunia dan akhirat dan diampuni darinya. Sebuah keuntungan besar bagi orang-orang yang berpuasa karena dimintakan ampun oleh para Malaikat.

 

Ketiga:

وَتُصَفَّدُ فِيْهِ مَرَدَّةُ الشَّياَطِيْنِ، وَلاَ يُخْلِصُوْنَ فِيْهِ إِلَى مَا كاَنُوْا يُخْلِصُوْنَ فِي غَيْرِه

Di bulan ini para setan dibelenggu yang semuanya tidak bisa lepas seperti di bulan lainnya.

 

Setan akan selalu menjadi musuh utama dan nyata bagi setiap manusia. Bahkan setan telah meminta penawaran kepada Allah SWT untuk bisa menggoda manusia agar menjadi temannya kelak di Neraka. Allah SWT memberi izin terhadap hal tersebut, namun godaan setan tidak akan berlaku untuk manusia yang beriman dan beramal shalih.

 

Mereka tidak leluasa untuk menyesatkan manusia dari kebenaran atau menghalangi mereka dari kebaikan. Ini merupakan salah satu pertolongan Allah bagi hamba-Nya atas musuhnya, di bulan ramadhan penuh hikmah ini. Tidak aneh jika kita dapati orang-orang yang shalih bersemangat untuk beramal di bulan yang mulia ini.

 

Keempat:

وَيُزَيِّنُ اللهُ لَهُمْ كُلَّ يَوْمٍ جَنَّتَهُ، ثُمَّ يَقُوْلُ: يُوْشِكُ عِبَادِيْ الصَّائِمُوْنَ أَنْ يُلْقُوْا عَنْهُمْ الْمَئُونَةَ وَاْلأَذَى وَيَصِيْرُوْنَ إِلَيْكَ

Setiap hari di bulan Ramadhan Allah memperindah surga untuk orang-orang yang berpuasa. Kemudian Allah berfirman: “Para hamba-Ku yang melakukan puasa hampir menemukan hasil dan jerih payahnya hingga sampai kepadamu (wahai surga).

 

Allah menghiasai surga dengan indahnya untuk menyambut para hamba-Nya yang berpuasa, menunjukkan bahwa ibadah puasa memiliki nilai spiritualitas yang sangat tinggi.

Allah mengabarkan pula bahwa mereka sebentar lagi terlepas dari kesusahan dan gangguan hidup di dunia dan mereka akan memasuki surga-Nya yang penuh kesenangan dan kemuliaan. Tak ada balasan bagi orang-orang yang berpuasa kecuali surga karena ibadah puasa memang untuk Allah sehingga Allah sendiri yang akan membalasnya sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِه

Artinya: “Semua amal manusia adalah miliknya, kecuali puasa, sesungguhnya ia adalah milik-Ku dan Aku yang akan memberikan balasannya”

 

Kelima:

وَيَغْفِرُ لَهُمْ فِيْ آخِرِ لَيْلَةٍ ، قِيْلَ : يَا رَسُوْلَ اللهِ : اَهِيَ لَيْلَةُ اْلقَدَرِ ؟ ، قَالَ : لاَ ، وَلَكِنَّ  الْعَامِلَ إِنَّمَا يُوَفَّى أَجْرُهُ إِذَا قَضَى عَمَلَهُ

Dan di akhir malam bulan Ramadhan Allah memberikan ampunan. Kemudian Rasul SAW ditanya apakah itu malam Lailatul Qodar? Beliau menjawab: Bukan, hanya saja bagi orang yang beramal maka akan mendapatkan pahala ketika sudah usai mengerjakannya.

 

Allah mengampuni orang-orang yang berpuasa pada setiap akhir malam, dan itu bukan merupakan lailatul qadar. Lailatul qadar adalah satu hal dan ampunan Allah pada setiap akhir malam di bulan Ramadhan merupakan hal lainnya. Artinya Orang-orang berpuasa berhak mendapatkan ampunan sebagai imbalan ibadahnya kepada Allah  SWT. Sedangkan lailatul qadar diberikan kepada orang-orang tertentu sesuai dengan pilihan Allah sendiri. Maka beruntunglah mereka yang selain mendapatkan ampunan dari Allah tetapi juga mendapatkan kebaikan lailatul qadar yang nilainya lebih tinggi dari pada kebaikan seribu bulan.

Dari Abu Hurairah r.a berkata: Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barang siapa menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan semata-mata karena Allah dan mengharap ganjaran dari pada-Nya, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lewat”

Kelima hal di atas sebagaimana telah diuraikan merupakan keistimewaan bulan Ramadhan yang hanya diberikan kepada umat Nabi Muhammad SAW. Kita bersyukur bahwa kita semua menjadi umat beliau. Untuk itu semoga kita semua dapat menjalankan ibadah puasa saat ini dan tahun-tahun berikutnya dengan sebaik-baiknya sehingga kelima keistimewaan di atas dapat kita raih seluruhnya. Amin ya rabbal alamin.

oleh: Rofii el-Ponty

author
Zaen: Sebagai admin asschoLmedia.net kami selalu berupaya memberikan yang terbaik berupa informasi-informasi faktual dan terpercaya serta kajian keislaman yang otentik