Kisah Kesabaran KHS. Abdullah Schal Dalam Mendidik Santri

1 komentar 1145 views
banner 160x600
banner 468x60

Asscholmedia.net, Ada yang menarik dari pesan-pesan yang disampaikan KH. Nasih Aschal dalam Tasyakkuran dan Milad Ponpes Syaichona Moh. Cholil ke 157 yang diselenggarakan pada 2/5 malam di halaman Ponpes Syaichona Moh. Cholil Bangkalan.

Dalam kesempatan ini Ra Nasih selaku Ketua Umum Pesantren menyampaikan bahwa santri harus bisa mensuri tauladani seorang guru dan kiyai “kalau ingin menjadi orang besar, maka tirulah gurumu” ucapnya.

Pada saat beliau menyuruh santri untuk mantauladani guru beliau juga menceritakan bagaimana almaghfurlah KHS. Abdullah Schal sangat sabar dalam mendidik para santri yang beraneka ragam dari latar belakang yang berbeda.

KHS. Abdullah Schal merupakan sosok kiyai yang istiqomah dan selalu memberikan tauladan kepada santri terutama dalam berjamaah shalat subuh KHS. Abdullah Schal hampir tidak pernah absen mengimami para santri kecuali beliau sesang berada di luar pesantren.

Almaghfurlah KHS. Abdullah Schal dalam sebuah acara

Suatu ketika KHS. Abdullah Schal menuju ke musholla pesantren dengan mengenakan jubah dan sorban yang menjadi salah satu keistiqomahan beliau saat mengimami shalat subuh, namun diluar dugaan ternyata dari ribuan para santri itu tidak ada satupun yang bangun.

Bisa dibayangkan kata Ra Nasih bagaimana perasaan KHS Abdullah Schal saat itu dimana beliau setiap malam selalu menghadiri undangan masyarakat dan tidak tanggung-tanggung beliau sering pulang dini hari demi melayani masyarakat dan ternyata ketika sampai di pesantren para santri hanya tidur.

Dengan penuh kesabaran KHS. Abdullah Schal mengambil microphone yang berada di kamar takmir musholla dan beliau mengumandangkan adzan sendiri, sontak hal itu membuat para santri terkejut dan semuanya langsung bangun tanpa ada yang membangunkan, akhirnya sejak saat itu para santri lebih berhati-hati dan selalu menjaga jemaah shalat subuh serta shalat lima waktu walaupun saat itu tidak ada peraturan pesantren yang mewajibkan santri mengikuti shalat berjemaah.

Disinilah para santri harus bisa mentauladani para kiyainya bagaimana sebuah perjuangan harus dilakukan dengan penuh ketabahan dan keikhlasan sehingga menghasilkan apa yang menjadi harapan.

Reporter: Zainal Arifin
Editor: Abdul Aziz

author
Zaen: Sebagai admin asschoLmedia.net kami selalu berupaya memberikan yang terbaik berupa informasi-informasi faktual dan terpercaya serta kajian keislaman yang otentik