Inilah 3 Pesan KH. Nasih Aschal Menjelang Pulangan Santri

banner 160x600
banner 468x60

KH. Nasih Aschal memberikan pesan kepada santri Ponpes Syaichona Moh. Cholil

Asscholmedia.net, Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan menggelar Tasyakkuran dan Peringatan Milad ke 157 yang bertempat di depan musholla atau halaman Ponpes Syaichona Moh. Cholil pada 2/5 malam.

Dalam kesempatan ini ketua umum Pesantren KH. Nasih Aschal memberikan pesan-pesan kepada para santri yang sebentar lagi akan pulang ke rumahnya kurang lebih selama dua bulan.

Setidaknya ada tiga poin yang beliau sampaikan kepada santri pertama beliau berpesan agar santri mempersiapkan diri menghadapi era global ini “Pertama ketika kita menyaksikan apa yang ada di tengah tengah masyarakat, maka harapannya santri Ponpes Syaichona Moh. Cholil bisa mempersiapkan diri” ujarnya.

Ra Nasih berharap agar para santri bisa menjadi pemimpin di tengah tengah masyarakat yang saat ini arahnya mulai tidak menemukan haluan sehingga sehingga sosok panutan yang dapat membimbing masyarakat dalam hal ini santri sangat dibutuhkan.

Kemudian Ra Nasih juga memperdengarkan sebuah audio wawancara beliau dengan salah satu radio swasta melalui microphone dimana wawancara tersebut tentang pelaksanaan tanak massal yang beberapa waktu lalu dilaksanakan dalam pagelaran Mubes Asschol dimana reporter tersebut menanyakan apa tujuan diadakannya tanak massal tersebut “tujuan tanak massal ini adalah untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya sebuah kebersamaan” jawabnya.

Namun yang membuat beliau tergelitik adalah pertanyaan reporter apakah tokoh-tokoh besar yang hadir saat itu merupakan alumni pesantren yang menurutnya ini merupakan harapan dari masyarakat terhadap alumni lulusan pesantren.

Kedua beliau berpesan agar santri senantiasa meniru para guru “bila ingin menjadi orang besar, maka tirulah gurumu” ucapnya.

Menurut Ra Nasih seorang santri yang baik tidak cukup hanya membaca sejarah atau karya seorang guru tanpa mensuri tauladani apa yang telah dilakukan oleh guru dan para kiyai.

Pada kesempatan ini beliau juga menyampaikan keluh kesahnya mengurus santri dan pesantren yang sangat berat beliau rasakan karena menurutnya amanat ini merupakan beban berat yang harus dipikul dengan panuh tanggung jawab.
Terakhir beliau mengingatkan agar pada malam tasyakkuran ini para santri bisa ikhlas menerima apa yang telah mereka raih selama satu tahun di pesantren “terimalah nilai yang kalian dapat dengan penuh ikhlas apakah itu nilai baik atau nilai buruk” pungkasnya.

Beliau berharap agar para santri bisa terus menuntut ilmu di Pesantren sehingga para santri bisa betul-betul siap ketika kembali ke masyarakat.

Reporter: Zainal Arifin
Editor: Abdul Aziz

author
Zaen: Sebagai admin asschoLmedia.net kami selalu berupaya memberikan yang terbaik berupa informasi-informasi faktual dan terpercaya serta kajian keislaman yang otentik