Gusmus: Jaga dan Rawatlah Indonesiamu

Tidak ada komentar 372 views
banner 160x600
banner 468x60

Asscholmedia.net – Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya oleh Kementrian Agama RI; Bapak Lukman Hakim Saifuddin bahwa acara “Mengaji Indonesia” ini merupakan program Kementerian Agama RI yang diselenggarakn di sejumlah Perguruan Tinggi keagamaan yang ada di bawah naungan Kementerian Agama yang kebetulan pada saat ini bertempat di halaman Twin Towers UIN Sunan Ampel Surabaya. Senin, (05/03) malam.

Mengawali pembicaraannya, Bapak Lukman selaku Host pada acara itu memberikan sedikit pengantar tentang Keindonesiaan. Belakangan ini kita merasa apakah kita masih berindonesia sebagaimana dulu kita di bangku sekolah mendapat penjelasan bahwa Indonesia adalah bangsa yang ramah, saling menolong satu sama lain, penuh kesopanan serta penuh kerukunan sementara saat ini seakan tidak seperti dulu lagi.

Dalam hal ini KH. Ahmad Mustafa Bisri (Gusmus) dengan penuh rendah diri ala ciri khasnya Gusmus sebagai Kiai NU dan Budayawan pesantren, mengungkapkan kembali apa yang dulu pernah dikatakan oleh orang tuanya kepada beliau. “Indonesia ini adalah rumahmu, jaga dan rawat”.

Dengan ungkapan yang sederhana beliau mengatakan “Kalau ada orang Indonesia melempari rumahnya sendiri itu pasti pusarnya kebalik”, seraya disertai tepuk tangan meriah hadirin.

“ini rumah mu, tempat kamu dilahirkan, tempat kamu bersujud, tempat kamu menghirup udaranya, tempat kamu meninggal yang insyaallah akan dikebumikan di tanah ini. Maka anda bisa melihat Kiai-kiai pesantren dari mulai Mbah Cholil Bangkalan, KH. Hasyim Asy’ari dan seterusnya. Kiai-kiai pesantren itu kalau berbicara Agama dengan Indonesia itu satu kali bernafas karena ini rumah mu”, imbuhnya.

Di sisi lain melihat situasi di Indonesia yang seperti ini, Gusmus berpandangan yang sempat beliau rekam dalam kurang lebih 9 buku puisi nya sejak zaman Pak Harto sampai sekarang yang salah satu sumber mala petaka yang terajdi di Indonesia adalah cinta pada dunia yang berlebih-lebihan dan di Indonesia ini orang yang paling di hormati adalah orang kaya. “Kalau kita tidak bisa zuhud seperti pendahulu-pendahulu kita, minimal kita bisa hidup sederhana, ini yang saya gaungkan mulai dari dulu”, tegas beliau.

Reporter: Rofii
Redaktur: Ach Hafsin

author
Zaen: Sebagai admin asschoLmedia.net kami selalu berupaya memberikan yang terbaik berupa informasi-informasi faktual dan terpercaya serta kajian keislaman yang otentik