Ini Pandangan Syekh Amin al-Murad Tentang RKH Fakhrillah Aschal dan Nyai Hj Muthmainnah Aschal

banner 160x600
banner 468x60

Asscholmedia.net. Pengajian akbar, Tawajjuh dan Shalawat al-Habsy bersama dalam rangka Haul ke-12 Al-Maghfurlaha Nyai Hj. Sumtin binti Husnawiyah di halaman Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan. Sabtu, 17/02 malam.

Acara yang diikuti oleh semua santri, alumni dan undangan umum ini kemudian dimulai dengan pembacaan lantunan shalawat yang dipimpin langsung oleh majelis keluarga: RKH. Fakhrillah Aschal, RKH. Nasih Aschal dan RKH. Karror Aschal, dilanjutkan dengan pembacaan Tahlil oleh RKH. Fakhrillah Aschal, tampak memadati halaman pesantren dan berjalan lancar.

Pada kesempatan yang penuh berkah ini, hadir di tengah-tengah acara sebagai muballigh Syekh Amin bin Syekh Sa’duddin bin Salim al-Murad Assuri Mekkah. Hal ini sebagaimana di dauhkan oleh RKH. Fakhrillah Aschal saat pengajian Asschol (siang harinya) bahwa dihadirkannya beliau ke pondok ini agar kita semua mendapatkan aliran barakah dari beliau, juga merupakan kenikmatan paling besar karena bisa berjumpa langsung dengan baliau. Selain itu tujuan didatangkan beliau ke Pondok Pesantren Syaichona Cholil ini agar hati kita mendapatkan pencerahan tuk mencapai kebahagiaan hidup dunia akhirat dan tidak ragu dalam menjalani hidup di dunia yang penuh dengan fitnah ini.

Syekh Amin al-Murad menyampaikan kalam hikmah dengan dedikasi tinggi

Pembacaan Kitab Al-Hikam (karya Imam Ibnu Athaillah) oleh RKH. Fakhrillah Aschal dan dijelaskan secara detail menggunakan bahasa Arab oleh Syekh Amin bin Syekh Sa’duddin bin Salim Al-Murad Makkah Al-Mukarramah, serta beliau mengijazahkan kitab tersebut pada semua Alumni yang hadir di pengajian rutinan.
Pada acara haul tersebut, Syekh Amin memberikan tausiyah pada para jamaah yang mana pada kesempatan ini hadir juga al-Habib Ubaidillah dari Surabaya sebagai penerjemah.

Beliau (Syekh Amin) berkata, wahai para kekasihku, berganti antara malam dan siang, dan hari itu selalu berlalu dan ada umat yang bangkit, juga ada umat yang meninggal, dan kehidupan akan selalu ada yaitu dikalangan pendidikan, yang mana dalam kehidupan itu terdapat berbagai ujian, yang pasti akan sampai pada ujian terakhir namun tak seorangpun yang tahu kapan kematian itu datang.
Dan akan ada beberapa orang yang mana mereka melewati kehidupan manusia ini ada yang biasa, maka apa hasilnya dari apa yang mereka lakukan itu merupakan jasa dari apa yang telah mereka lakukan di dunia ini. Dan terkadang mereka (manusia) menjadi penanam kebaikan dan ruh-ruh mereka akan melewati kedermawanan orang-orang yang dermawan. Maka Allah SWT akan membalas semua perbuatan mereka dengan balasan yang setimpal.

Jika engkau bertanya dimana kuburannya orang-orang yang agung? Maka mulut-mulut akan menyampaikan apa yang baik dari jiwa mereka. Maknanya, bahwasanya orang-orang yang agung, engkau akan dilihat selalu disebut dalam kebaikan di mulut nya manusia.

Karena mulut nya manusia itu adalah iklan yang benar atau engkau melihatnya di dalam jiwa engkau tersebut yaitu orang-orang yang mengikuti yang sudah meninggal dunia itu, seperti kalian semua.

Para tamu undangan memadati area Ponpes dengan penuh khidmat

Wahai para kekasih, Allah SWT memiliki keinginan, saya berdiri di sini di antara kalian dengan nama saya dan dengan atas nama orang yang telah memberikan amanat kepada saya setelah mereka berdua seperti KH. Fakhrillah dan Nyai Hj. Muthmainnah dan juga saudara-saudara beliau berdua beserta keluarganya semoga Allah menjaga mereka semua nya.

Apa sebenarnya kerinduan dan surga nya ilmu yang telah dimiliki mereka berdua kecuali ikut sebagai suatu pohon yang aslinya telah tetap dan cabangnya sampai menyentuh langit, yang hasilnya bisa di dapati setiap saat dan setiap waktu atas izin Allah.

Pohon tersebut meriwayatkan dan juga diriwayatkan dengan hidangan-hidangan dari Allah untuk bisa menghasilkan buah-buah yang sangat nikmat yang bisa dinikmati meskipun mereka sudah meninggal dunia yang akan menyempurnakan jalan mereka berdua secara ilmu dan amal sampai kelak di akhir kiamat.

Itu adalah contoh yang terbaik untuk pertemuan apa yang diinginkan oleh Allah dan mampunya seseorang untuk melakukan sesuatu dengan tujuan yang baik di dalam bertawkkal pada Allah.

Wahai para kekasih yang telah pergi dari kehidupan ini, hanya jasad mereka berdua. Adapun ruh mereka yang sangat suci tetap ada dengan izin Allah SWT sampai selamanya. Sesungguhnya pewaris mereka berdua sungguh sangat nampak dan besar dan disetiap pondok pesantren, masjid, madrasah, para penuntut ilmu (laki maupun perempuan), setiap majelis dzikir, engkau akan melihat bekas mereka berdua dan hasil dari ilmu mereka berdua karena setiap pondok pesantren menyaksikan kebaikan mereka berdua terhadap kesabaran mereka berdua dan secara keseluruhan dan apa yang telah mereka lakukan di malam hari dengan penuh kecapean dan kesungguhan mereka berdua. Mereka berdua adalah contoh yang bisa menyebabkan hidayah yang sangat tinggi.

Wahai para pecinta, bagaimanapun saya berbicara tentang hasil dan sifat mereka berdua maka aku tidak bisa menyifatkan secara keseluruhan dan saya sangat tidak mampu tentang membalas tentang apa yang telah mereka berdua lakukan akan tetapi cukup saya melihat setiap satu dari kalian semua sebagai buah dari apa yang telah mereka berdua tanam secara murni dan dengan penuh cinta dan kasih sayang dan dengan betul-betul melaksanakan apa yang diperintah Allah dan secara yakin dengan kesungguhan luar biasa dan dengan takwa yang tinggi.

Mereka berdua tidak mengarang kitab, kalian tahu kenapa? Karena sesungguhnya setiap satu dari kalian semuanya adalah para santri (laki maupun perempuan) dari beliau mereka berdua melanjutkan perjuangan pokok ini hingga kelak hari kiamat. Kira-kira berapa santri yang akan keluar dari pondok ini, Allah yang lebih tahu.

Tidak kah kalian tahu bahwasanya setiap salah satu dari kalian adalah kitab yang bisa berbicara yang telah dikarang oleh mereka berdua. Dengan begitu, mereka berdua mengarang kitab yang hidup bukan kitab yang diam di dalam kertas, setiap satu dari kalian seakan-akan al-Qur’an yang berjalan di atas bumi. Dan semuanya itu adalah sebab apa yang telah mereka perbuat.

Maka sesungguhnya, saya telah menyampaikan kepada kalian bahwa saya tidak mampu menceritakan apa yang kalian inginkan untuk saya sampaikan, sedangkan saya melihat setiap satu dari kalian adalah KH. Abdullah dan Nyai Hj. Sumtin. Maka saya tidak perlu menyebutkan apa yang telah mereka berdua lakukan dan tidak perlu menyebutkan tentang biografi mereka berdua, segala sesuatu bisa kita saksikan di depan mata kita. Apakah diantara kalian ada yang tidak bisa melihatnya? Sungguh sangat tidak mungkin. Maka, mereka berdua tidak butuh dari kita untuk menyebut mereka berdua karena Allah SWT telah mengabadikan sebutan mereka berdua sampai hari kiamat.

Saya mohon kepada Allah, semoga Allah SWT menjadikan akhir umur kita menjadi akhir yang baik sebagaimana Allah SWT menjadikan akhir umur mereka berdua menjadi akhir yang baik. Dan semoga Allah menggiring kita semua dan mereka berdua di golongannya orang-orang bertakwa dibawah bendera nya Nabi Muhammad.

Reporter: Moh. Rofii
Redaktur: Abd. Aziz

author
Zaen: Sebagai admin asschoLmedia.net kami selalu berupaya memberikan yang terbaik berupa informasi-informasi faktual dan terpercaya serta kajian keislaman yang otentik