TGB Zainul Majdi: Akhlaq Itu Harus Didahulukan Dari Ilmu

banner 160x600
banner 468x60

Asscholmedia.net, Pondok pesantren Syaichona Moh. Cholil pada hari Ahad 11/02 menerima kunjungan dari Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A dalam kunjungan silaturrahim ini awalnya panitia menyiapkan konsep secara formal dengan tema “Faham Kebangsaan Perspektif Al Qur’an”.

Dr. Muhammad Zainul Majdi, MA tiba di pondok pesantren Syaichona Moh. Cholil tepat pada pukul 14.35 WIB. dan langsung menuju ke Aula untuk mengisi kegiatan Sarasehan. Kunjungan ini mendapat sambutan baik dari pengasuh pondok pesantren Syaichona Moh. Cholil RKH.Fakhrillah Aschal, turut hadir pula ketua PC NU Bangkalan KH. Makki Nasir, Lc. beserta pengurus MWC Nahdlatul Ulama Bangkalan, para mahasiswa, santri dll.

KH. Makki Nasir dalam sambutan menuturkan bahwa pohon yang besar akan memiliki dahan yang panjang, kehadiran Gubernur NTB Dr. Muhammad Zainul Majdi, M.A di ibaratkan dengan pohon besar tersebut. “Kita tidak perlu jauh jauh mencari beliau, akan tetapi beliau sampai sendiri disini dengan buah (ilmu) yang jauh tadi” Tutur Kh. Makki Nasir.

Pada awalnya panitia telah menyiapkan tema Faham Kebangsaan Perspektif Al-Qur’an namun pada saat Dr. Muhammad Zainul Majdi, MA, akan menyampaikan tausiyahnya protokol berkata bahwa beliau bebas menyampaikan apapun pada audien yang sedari tadi telah menunggu nasihat dan kalam hikmah dari ulama sekaligus umara’ ini.

Tuan Guru berpesan tentang pentingnya akhlaq dan urgennya waktu, menurutnya waktu itu harus dipergunakan dengan sebaik mungkin “masa depan itu tergantung dengan apa yang kita lakukan sekarang” ucap beliau.

Dan layaknya seorang ulama’ dan sealalu mengajarkan akhlaq dan budi pekerti beliau juga banyak mengingatkan bahwa akhlaq harus didahulukan daripada ilmu, Negara kita ini sebenarnya bukan kekurangan orang pintar tapi kekurangan orang benar, Negara kita bukan kerisis ilmu tapi kerisis akhlaq.
الاداب قبل العلم
“akhlaq dan budi pekerti itu harus didahulukan daripada ilmu” ujarnya.

Pria lulusan al-Azhar Mesir ini juga berpesan kepada para generasi bangsa yang beliau ibaratkan bintang bintang negeri untuk menghargai dirinya sendiri “hargailah dirimu, maka orang lain akan menghormatimu” tandasnya.

Acara terakhir penutup dengan doa yang di pimpin oleh pengasuh pondok pesantren RKH. Fakhrillah Aschal.

Reporter: Mukafi Makki
Redaktur: Zainal Arifin

author
Zaen: Sebagai admin asschoLmedia.net kami selalu berupaya memberikan yang terbaik berupa informasi-informasi faktual dan terpercaya serta kajian keislaman yang otentik