Kaya Syakir Lebih Utama Dari Miskin Shobir

Tidak ada komentar 253 views
banner 160x600
banner 468x60

Seperti biasanya setiap tiga bulan sekali pertemuan rutin Asschal Banyuates senantiasa dihadiri oleh yang mulia RKH. Fakhrillah Aschal. Dan jumat kali ini bertepatan pada tanggal 2 Jumadil Ula 1439 H. (19 Januari 2018) bertempat di kediaman Ustadz Fauzi, Ghumorong, Tapa’an.

Dalam kesempatan kali ini diulas dan dikaji seuntai ibarat dari kitab Minhajul Abidin karya Al-Imam Hujjatul Islam Muhammad Al-Ghazali tentang nikmat Allah.
وان لهذه النعم منعما يطالبني بشكره وخدمته فان غفلت عن ذلك فيزيل عني نعمته ويذيقني باءسه ونقمته

RKH Fakhrillah Aschal mengulas, bahwa sesungguhnya di balik semua kenikmatan yang kita terima dalam hidup ini, ada Tuhan Yang Maha Memberi Nikmat, Dialah Allah Subhanahu wa Taala yang telah memberikan semua kenikmatan itu kepada kita dan Dia hanya meminta kita untuk berterima kasih dan berkhidmat kepadaNya dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangannya.

Allah berfirman: “Barangsiapa mensyukuri nikmatKu, maka akan Ku tambahkan nikmat baginya. Dan barangsiapa kufur terhadap nikmatKu, sesungguhnya adzabKu amat pedih.” (Q.S. Ibrahim : 7). Dan Allah juga berfirman: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepadaKu.” (Q.S. Adz Dzaariyat : 56)

Demikian banyaknya nikmat yang telah Allah limpahkan kepada kita sehingga kita tidak mampu menghitungnya. Allah Subhanahu wa Taala berfirman: “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah(yang dilimpahkannya kepada kamu) tiadalah kamu akan dapat menghitungnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Q.S. An Nahl : 18). Sehingga jikapun kita menghabiskan seluruh usia kita untuk bersyukur kepada Allah, dan kita bandingkan dengan kenikmatan yang telah kita terima dari Allah, sungguh tidaklah cukup syukur kita tersebut.

Demikian besar dan sempurnanya nikmat Allah kepada kita dan kita tidak menyadarinya. Kenikmatan Allah bukan hanya harta benda semata, ah alangkah kecilnya jika nikmat Allah hanya harta benda semata, lebih dari itu kenikmatan yang telah Allah berikan kepada kita adalah kesempurnaan hidup, bahkan walaupun kita tidak pernah memintanya, sebelum dilahirkan kita tidak pernah meminta kepada Allah untuk menciptakan kita dengan tubuh yang sepurna, akan tetapi dengan rahmat dan kasih sayangnya Allah menciptakan kita dengan tubuh yang sempurna, dan lebih-lebih lagi adalah nikmat kesehatan dan keselamatan sebab dengan keduanya kita bisa merasakan dan menerima nikmat-nikmat Allah yang lainnya yang tak terhitung jumlahnya.

Dan jika kita lupa untuk bersyukur kepada Allah, dan bahkan kufur, dalam artian mengingkari bahwa segala nikmat yang kita terima dalam hidup ini berasal dari Allah, ataupun menggunakan nikmat-nikmat tersebut dalam hal-hal yang bisa menyebabkan murkanya Allah Subhanahu wa Taala. Maka Allah akan menghilangkan kenikmatan-kenikmatan yang telah diberikan, dan bahkan menimpakan siksanya.

Sebaliknya jika kita bersyukur atas segala nikmat yang telah kita terima, Allah berjanji untuk menambahkan lebih banyak lagi kenikmatan kepada kita, baik berupa rizki dari arah yang tidak kita sangka-sangka, ataupun berupa tambahan keberkahan dan kebaikan terhadap nikmat yang telah kita terima.

Berikutnya RKH. Fakhrillah Aschal juga mengulas bahwa keluasan hidup itu bukan dilihat dari banyaknya harta benda, melainkan dilihat dari seberapa besar harta benda yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi kehidupan akhiratnya.

Beliau juga menyinggung keutamaan orang kaya yang senantiasa bersyukur dibandingkan dengan orang faqir yang senantiasa bersabar, sebab sangat sulitnya sikap sabar dalam menghadapi kefaqiran. Oleh karena itu penting bagi kita untuk menjadi kaya, asalkan kekayaan itu tidak terpaut dengan hati kita dan tidak menyebabkan kita cinta dunia, sebaliknya kekayaan itu dapat membantu kita dalam mendekatkan diri kepada Allah dan memperjuangkan tegaknya agama Allah. Sebagaimana doa yang dipanjatkan oleh Sayyidina Abu Bakar: “Ya Allah letakkanlah dunia di telapak tanganku, dan jangan letakkan dunia di dalam hatiku.”

Kontributor; Lukman Hakim
Redaktur: Abdul Aziz

author
Zaen: Sebagai admin asschoLmedia.net kami selalu berupaya memberikan yang terbaik berupa informasi-informasi faktual dan terpercaya serta kajian keislaman yang otentik