BERGESERNYA IDEOLOGY PARTAI POLITIK KE PRAGMATISME PEMILIH “RELAWAN POLITIK”

banner 160x600
banner 468x60

BERGESERNYA IDEOLOGY PARTAI POLITIK KE PRAGMATISME PEMILIH “RELAWAN POLITIK”
Oleh : Ahmad Sukron, S.Pd., M.IP
(Peneliti di Lembaga Survei The Initiative Institute)

Ideology Partai Politik Menuju Program Kerja

Pergeseran ideology partai politik menuju program kerja yang sesuai kebutuhan masyarakat dalam kontestasi perebutan kekuasaan telah menjadi keniscayaan. Beragamnya paradigma masyarakat terhadap pertai politik dewasa ini semakin berkembang pesat, seiring dengan perkembangan Zaman Now, perkembangan paling pesat dimonopoli techologi. Mudahnya masyarakat mengakses informasi melalui media online maupun media cetak, menyebabkan masyarakat semakin terbuka dan kritis menyikapi berbagai persoalan, baik persoalan politik, social, ekonomi, budaya dan agama. Oleh sebab itu Kehadiran partai politik dan calon pemimpin yang ingin berkontestasi dalam perebutan kekuasaan, jauh lebih penting daripada menawarkan ideology partai politik yang tidak kunjung pasti memberikan solusi untuk dinikmati secara langsung oleh masyarakat.

Hal terpenting bagi masyarakat dalam menentukan pilihan adalah bagaimana pemimpin mampu merealisasikan janji politik yang sudah dituangkan dalam visi-misinya, bukan hanya sekedar janji-janji. Karena bagi masyarakat di Zaman Now, partai politik dan calon pemimpin yang ingin berkontestasi dalam pemilihan umum, jika pernah melukai masyarakat, maka masyarakat tidak akan segan – segan menghakimi dengan cara meninggalkan partai politik beserta calon yang diusungnya, dan masyarakat akan memilih partai politik bersama kontestan lain yang dianggap mampu menjalankan program sesuai dengan janji-janji manisnya pada waktu kampanye. Dengan demikian Pekerjaan Rumah terbesar partai politik dan para kontestan dalam pemilihan adalah meyakinkan masyarakat dengan data-data hasil kerja yang sudah terbukti selama menjadi pemimpin.

Prilaku partai politik yang cenderung tidak memberikan kepastian terhadap berbagai masalah yang dihadapi masayarakat, menyebabkan partai politik merubah strategi dengan cara mengutamakan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. sehingga partai politik bersama calon yang ingin berkontestasi dalam pemilu harus membuat program sesuai dengan kebutuhan masyarkat. Karena yang dibutuhkan masyarakat adalah sebagai beriklut; Pertama, berbagai kontestasi pemilu tidak hanya berbicara ideology partai politik, namun perdebatan lebih mengarah pada program kerja, meskipun terkadang program kerja tersebut diadopsi dari platform partai politik yang mengusungnya, akan tetapi masyarakat lebih focus dan menganalisis pada program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kedua, program kerja yang ditawarkan masyarakat tidak baku seperti ideologi partai politik pengusung, namun yang diinginkan masyarakat adalah program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah masing-masing, tentu program kerja tersebut harus disertai dengan tekhnis solusi yang ditawarkannya. Ketiga, dalam sistem pemerintahan demokratis masyarakat menjadi subjek yang sangat menentukan, oleh karena itu program kerja partai politik dan para kontestan yang diusung partai politik dalam pemilihan, harus berpedoman pada program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena dengan berpedoman pada kebutuhan masyarakat, partai politik pengusung beserta para kontestan akan lebih mudah mengembangkan produk politik jangka panjang.

Pemilih Non – Partisan
Pemilih Non partisan merupakan sekolompok orang atau masyarakat yang tidak pernah mengikrarkan diri untuk terikat pada ideology partai tertentu, baik sebagai pengurus partai maupun anggota partai bahkan loyalis partaipun. Pemilih non partisan cenderung melihat dan menganalisis partai politik dengan calon yang ingin berkontestasi dalam pemilu, berdasarkan program kerja yang ditawarkan dan kemampuan calon yang ingin berkontestasi. Oleh sebab itu kelompok non partisan biasanya dalam menentukan pilihan akan menunggu partai politik atau calon yang ingin berkontestasi mampu meyakinkannya dalam menyelesaikan berbagai masalah, baik masalah sosial, budaya, agama, politik dan ekonomi yang dihadapinya.

Meningkatnya pemilih non partisan ini perlu diwaspadai oleh partai politik bersama calon yang ikut berkontestasi dalam pemilu zaman now, karena dengan meningkatnya pemilih non partisan mengindikasikan meningkatnya massa mengambang yang sulit dikendalikan. massa mengambang biasanya sering menjadi penentu kontestastan dalam pemilihan umum. Karena partai politik dan para kontestan selain focus pada data real pemilih pendukungnya juga akan berebut suara massa mengambang untuk mendapatkan kemenangan atau menyempurnakan kemenangan. Oleh sebab itu massa mengambang seringkali menjadi penentu kemenangan yang haqiqi di last minute.

Pragmatism Politik Yang Melahirkan Relawan Politik

Seiring dengan perkembangan politik Zaman Now, Hiruk pikuk politik dalam kehidupan masyarakat sudah tidak dianggap se-sakral Zaman Old, karena masyarakat menganggap politik merupakan sekumpulan para politikus yang siap berakrobat sesuai kepentingan pribadi atau kepentingan kelompoknya masing – masing. Oleh sebab itu, untuk menjadi pemenang dalam kontestasi pemilu, partai politik dan para kontestan harus berakrobat sesuai dengan kepentingan yang dibutuhkan masyarakat. Karena jika tidak demikian, masyarakat akan menuliskan tinta hitam dalam lembar kehidupan partai politik beserta calon yang diusungnya.

Seiring pengetahuan masyarakat tentang politik yang mengalami perkembangan sangat pesat, mendiskusikan Politik Zaman Now memang lebih menarik daripada politik Zaman Old. Karena monopoli politik kekuasaan zaman now belum tentu menjamin penguasa menanamkan dinasti politiknya. Tidak bisa dinafikan Pasca runtuhnya masa orde baru, kebebasan masyarakat dalam berdemokrasi benar – benar sulit dikendalikan, hal ini bersamaan dengan melekatnya hak dalam diri masyarakat yang tertuang pada konstitusi, khususnya dalam kontek menyampaikan aspirasi, seperti pemilu eksekutif maupun legislative.

Pemberian peluang kepada masyarakat untuk memilih pemimpin secara langsung dalam pemilu oleh konstitusi telah melahirkan power tunggal, sehingga masyarakat menajdi sumber penentu utama kemenangan partai politik beserta para kontestan dalam pemilihan umum.

Berkembangnya politik zaman now yang begitu pesat, menciptakan kehidupan masyarakat semakin sadar, bahwa setiap individu adalah sumber kekuatan utama dalam pemilihan umum. sehingga masyarakat sudah mulai berpikir tentang pragmatism dalam pemilu. Pragmatism tersebut tercermin melalui sikap masyarakat yang lebih cenderung memilih calon yang mampu menyelesaikan masalah actual yang dihadapinya, dari pada memilih berdasarkan ideology partai politik beserta calon yang didukungnya dalam pemilu.

Munculnya pragmatism politik dilingkungan masyarakat tentu tidak dapat dilihat dari sudut pandang negative saja, namun juga perlu dianalisis dari sisi positif sebab lahirnya pragmatism tersebut tergantung pada kepentingan masyarakat. kepentingan tersebut bisa bersifat jangka pendek dan bisa bersifat jangka panjang. Karena yang diinginkan masyarakat terhadap partai politik dengan para kontestan adalah solusi nyata atas masalah actual yang dihadapinya. Namun demikian, tidak semua masalah actual yang diahadapi masyarakat bersifat jangka pendek, karena pragmatism masyarakat dalam memenuhi kebutuhan juga dapat berorientasi jangka panjang. oleh sebab itu tergantung pada model pragmatism masyarakat. contoh pragmatism masyarakat yang jangka pendek adalah “asal ada uang saya nyoblos”.

Sedangkan pragmatism masyarakat yang berorientasi jangka panjang adalah “karena masalah kemacetan, kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan stabilitas keamanan, maka harus segera dicarikan solusi”. Jadi, pragmatism politik yang terjadi dimasyarakat saat ini sangat unik, karena pragmatism tersebut telah mendorong lahirnya relawan-relawan politik dalam proses demokratisasi. Istilah relawan yang dilahirkan dari pragmatism politik ini memang sangat buming dikalangan elit politik dan masyarakat umum sejak tahun 2014 lalu (pemilihan presiden). Dan terus berlanjut pada pemilihan gubernur, seperti yang terjadi pada pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017.

Volunteerisme yang menjadi fenomena dalam pemilu tersebut menunjukkan bahwa jatuhnya rezim orde baru yang berubah ke era reformasi tidak hanya berdampak pada pergantian rezim politik saja, namun juga berdampak pada proses demokratisasi yang lebih luas dan lebih baik dalam tatanan politik local maupun nasional. Kebangkitan proses demokratisasi tersebut dapat dibuktikan dengan munculnya kelompok – kelompok relawan yang menjadi tren baru sejak pemilihan presiden tahun 2014 yang lalu.

Pragmatism politik jangka panjang masyarakat yang melahirkan para relawan memang sangat mengejutkan khalayak umum. Meskipun berkembang isu yang bertubi-tubi tentang munculnya relawan yang sengaja didanai salahsatu calon, namun pergerakan para relawan tetap tidak terelakan. Hal ini telah dibuktikan melalui perannya sebagai penghimpun massa dengan berbagai program yang sangat progresif, seperti kawal pemilu dari proses pencalonan, kampanye, pemilihan dan proses rekapitulasi suara. Sehingga peran tersebut telah memberikan udara segar (kemenangan) kepada partai politik bersama para kontestan pemilu.

Peran relawan yang sangat signifikan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dan mampu menciptakan pelembagaan budaya partisipasi masyarakat di era politik zaman now. Menyebabkan para relawan politik mempunyai positioning sangat strategis dan daya jual sangat tinggi sebagai penggerak massa yang berada diluar partai politik yang mampu menghadirkan relawan politik sebagai fenomena entitas baru dalam kancah politik local maupun Nasional. karena disadari atau tidak, pergesran ideology partai politik ke pragmatism pemilih yang terbentuk sebagai relawan politik, telah menjadi fenomena baru dalam kontestasi sejak Pilpres tahun 2014 lalu sampai Pilkada Serentak tahun 2018 dan besar kemungkinan akan terus bermunculan relawan – relawan baru menjelang Pilpres 2019 yang akan datang.

author
Zaen: Sebagai admin asschoLmedia.net kami selalu berupaya memberikan yang terbaik berupa informasi-informasi faktual dan terpercaya serta kajian keislaman yang otentik