NYAI MUTHMAINNAH ASCHAL; MENGETAHUI BISIKAN MALAIKAT & BISIKAN SYAITAN

banner 160x600
banner 468x60

Asscholmedia.net, Bangkalan, Kegiatan Asschol putri pondok pesantren Syaichona Moh.Cholil pada setiap hari Selasa Pahing 02/01/2018 kembali di gelar di Aula. Pada bulan sebelumnya kegiatan ini berlangsung di halaman pesantren. Konsep kegiatan Asschol putri sebagaimana biasanya, yaitu pengajian kitab kuning oleh pengasuh pondok putri pesantren Syaichona Moh. Cholil Demangan Barat Bangkalan.

Nyai Muthmainnah Aschal menyampaikan mutiara-mutiara ilmu di dalam kitab Maraqil Ubudiyah karya Imam al Ghazali.
Dalam keterangan yang beliau sampaikan bahwa sesungguhnya ilmu yang bermanfaat itu adalah ilmu yang bisa menambahkan rasa takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’Ala. Seseorang yang memiliki Ilmu yang bermanfaat mampu membedakan antara bisikan hati dengan bisikan nafsu. Ilmu yang tidak nafi’ akan membawa seseorang terhadap condongnya kehidupan duniawi dari pada kehidupan akhirat.

Nyai Muth (sapaan akrab beliau) juga menyampaikan bahwa orang kaya tidak bisa di klaim sebagai seseorang yang Hubbud Dunya (Cinta Duniawi), karena sangat banyak contoh dari pada sahabat nabi dan para ulama-ulama wara’i yang sangat terkenal dengan kekayaan yang melimpah. Salah satu contohnya adalah syeikh Abu Hasan Asy Syadzily. Diceritakan bahwa saking kayanya imam Asy Syadzily tersebut sampai kendaraan yang beliau tunggangi itu dipenuhi dengan perhiasan-perhiasan yang terbuat dari emas. Hingga suatu saat beliau ditanya oleh seseorang mengenai kewara’annya. “Wahai Imam, bukankah engkau adalah ahli thariqah yang sangat wara’? Akan tetapi mengapa kendaraanmu dipenuhi dengan perhiasan-perhiasan?” Mendengar pertanyaan tersebut secara spontan imam Asy Syadzily memberikan kendaraan tersebut kepada orang yang bertanya tadi.

Orang yang nafi’ ilmunya maka dia akan terus berlomba-lomba dalam kebaikan sebagaimana cerita tentang dua sahabat kesayangan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, Sayyidina Abu Bakar dengan Sayyidina Umar. Keduanya sama-sama menghadap kepada Rasulullah kemudian Sayyidina Umar berkata kepada Rasulullah “Wahai Rasul, saya telah menginfaqkan separuh harta saya di jalan Allah” maka seketika itu Sayyidina Abu Bakar berkata kepada Rasulullah “Wahai Rasul, saya telah menginfaqkan seluruh harta saya dijalan Allah”. Hal ini merupakan bentuk Fastabiqul Khairat yang dicontohkan oleh dua sahabat kesayangan Rasulullah.

Tanda tanda seseorang itu cinta kepada dunia yaitu mencari celahnya orang lain serta merasa sakit dan sedih di atas kebahagiaan orang lain. Orang yang Hubbud Dunya itu telah lupa bahwa dunia ini merupakan ladangnya Akhirat, yang mana kita akan menuai atau memanen sesuai dengan apa yang kita tanam di kehidupan dunia.


Situasi alumni putri pada saat pengajian akan dimulai

Diakhir pengajiannya (Nyai Muth) juga menyampaikan bahwa ilmu yang nafi’ itu mampu membuka mata hati, sehingga penyakit-penyakit yang menjangkit hati seperti iri dengki, dan sakit hati mampu dicegah dengan mata hati melalui bisikan-bisikan malaikat, apa bisikan malaikat itu?, yaitu ilmu yang bermanfaat.

Allah akan menampakkan bisikan setan dan bisikan nafsu itu sebagai musuh nyata bagi manusia yang terbuka mata hatinya. Bagaimana mungkin seseorang bisa sehat jasadnya apabila hatinya sedang sakit, maka dari itu untuk menjaga kesehatan dhahir, kita harus pandai menjaga kesehatan batin. Salah satunya dengan bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Bersyukur bukan hanya sekedar setelah mendapatkan sesuatu yang menyenangkan, akan tetapi apapun bentuk segala sesuatu yang Allah limpahkan kepada kita, kita harus bersyukur kepada-Nya, salah satunya dengan menambah amal baik kita.
Segala bentuk penyesalan itu selalu berada diakhir dan waktu tidak mungkin kembali.

Reporter: Ustadz Jauhari
Redaktur: Agus Mukaffi Makki

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas