Isa al-Masih dan Injil

Tidak ada komentar 495 views
banner 160x600
banner 468x60

Nabi Isa alaihissalam adalah putra Maryam binti Imran yang diutus Allah SWT sebagai nabi dan rasul. Ia lahir tanpa ayah karena Maryam hamil tanpa berhubungan dengan seorang laki-laki.
Maryam adalah seorang wanita yang shalehah dan disetiap harinya beribadah kepada Allah SWT di mihrabnya di Baitulmakdis.

Suatu ketika Maryam di datangi malaikat yang memberitahu bahwa ia mengandung atas izin dan kehendak Allah. Maryam merasa sedih dan cemas karena dengan hal itu namanya akan tercemar. Menjelang kelahiran bayinya, Isa, ia segera meninggalkan daerah tempat tinggalnya.

Dibawah sebatang pohon kurma, jauh dari tempat asalnya Maryam melahirkan putranya. Peristiwa aneh ini akhirnya ketahuan juga oleh penduduk kampung sehingga Maryam dituduh melakukan zina.
Namun bayi yang baru lahir itu dapat menyelamatkan ibunya dengan ucapan fasih bahwa ibunya tidak melakukan kesalahan dan kejadian tersebut semata-mata atas kehendak Allah SWT. Kisah kelahiran Nabi Isa terdapat dalam surah Ali Imran ayat 45-48 dan 59, surah Maryam ayat 16-35, surah al-Anbiya ayat 91 dan surah at-Tahrim ayat 12.

Sejak kecil Nabi Isa telah menunjukkan perilaku yang berbeda dibanding teman sebayanya. Ia sangat haus ilmu pengetahuan. Sejak berumur 12 tahun ia telah menghabiskan waktunya untuk menuntut ilmu dan menghadiri pertemuan serta diskusi ulama di Baitulmakdis. Dan pada umur 30 tahun ia menerima tugas kenabian di bukit Zaitun.

Isa al-Masih [Laits dan Abu Ubaid berkata, kata al-Masih berasal dari bahasa Ibrani, Machih. Kemudian diserap ke dalam bahasa Arab, dan lafadznya ikut berubah dari huruf Syin Masyih menjadi huruf Sin Masih. Oleh sebab itu, maka kata al-Masih tidak ada akar katanya dalam bahasa Arab. Namun mayoritas ulama berpendapat, bahwa kata al-Masih itu adalah musytaq (memiliki akar kata). Menurut ahli bahasa yang lain, kata al-Masih berarti as-Siddiq (yang membenarkan).

Pendapat lain mengatakan, karena sentuhan (masaha) Nabi Zakariya kepada Isa. Dan juga yang memberi alasan karena Nabi Isa berkelana di bumi (dari kata masaha yang artinya qatha’a: menempuh jarak). Berikutnya ada ahli bahasa yang memberi alasan, karena Nabi Isa terlahir ke bumi tubuhnya sudah terolesi minyak (dari kata masaha). Pendapat lain, karena Nabi Isa ketika lahir disentuh oleh keberkahan. Pendapat berikutnya, masih dari kata masaha yang artinya khalaqa; Nabi Isa diciptakan Allah dengan fisik yang sempurna dan bagus.

Syarh Kitab al-Imam Muslim li an-Nawawi (1/510). Dan Fathul Bari Syarh Shahih al-Bukhari, Ibnu Hajar aI-Asqalani, Kitab Hadits-hadits kisah para nabi. (6/544)] yang dilahirkan tanpa ayah sehingga selalu dirujuk dalam al-Quran dengan sebutan Isa ibn Maryam (al-Baqarah ayat 87 dan 253, al-Maidah ayat 46, 78, 110, 112, 114, dan 116, Maryam ayat 34, al-Ahzab ayat 7, az-Zukhruf ayat 57, al-Hadid ayat 27, ash-Shaff ayat 6 dan 14), atau al-Masih ibn Maryam (al-Maidah ayat 17, 72, dan 75, at-Taubah ayat 31), atau sekaligus al-Masih Isa Ibn Maryam (Ali Imran ayat 45, an-Nisa ayat 157 dan 171).

Dengan digunakannya ungkapan Putra Maryam itu, al-Quran menegaskan bahwa Isa memang lahir tanpa ayah dan kelahirannya merupakan bukti atas kemahakuasaan Allah SWT. Dan juga sekaligus menunjukkan segi perbedaan antara pandangan Islam dengan pandangan Kristen tentang Nabi Isa, yaitu menurut al-Quran Nabi Isa tidak memiliki sifat keilahian karena dia adalah seorang manusia yang dilahirkan oleh seorang manusia juga, meskipun kelahirannya itu sangat luar biasa sebagai mukjizat atas ayat Allah.

Sebagai Nabi (Surah Maryam ayat 30) dan Rasul Kalimat Allah (Ali Imran ayat 45 dan An Nisa ayat 171) yang ditopang oleh Allah SWT dengan Ruh al-Quds (al-Baqarah ayat 87 dan 235) Isa al-Masih juga termasuk deretan Nabi dan Rasul yang paling agung bersama Nabi Muhammad, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Nuh yang disebut Ulul Azmi (al-Ahqaf ayat 35).
Kitab yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Isa disebut Injil, seperti yang telah disebut dalam al-Quran surah Ali Imran ayat 3, 48, dan 65, al-Maidah ayat 46, 47, 66 dan 110, al-Araf ayat 157, at-Taubah ayat 111, al-Fath ayat 29 dan al-Hadid ayat 27. Menurut ayat-ayat tersebut, Injil berisi wahyu Allah SWT kepada Nabi Isa yakni pokok risalahnya. Dalam Injil tidak terdapat perkataan atau karangan manusia.

Kata Injil berasal daari bahasa Yunani (euangelion) yang berarti kabar gembira. Kemudian kata tersebut lewat bahasa Ethiopia (wangel) masuk ke dalam bahasa Arab (Injil). Dalam al-Quran kata Injil disebutkan sebanyak dua belas kali. Dalam bahasa Indonesia tetap digunakan kata Injil.

Kitab Injil yang ada sekarang berbeda dengan Injil asli yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Isa. Hal ini diisyaratkan Allah SWT dalam surah al-Maidah ayat 13. Dalam bentuknya yang sekarang, ada sejumlah pengikut Nabi Isa yang memasukkan karangannya ke dalam kitab Injil. Mereka adalah Matius, Markus, Lukas, dan Yahya. Karena itu, Injil itupun dinamakan menurut pengarangnya, yaitu Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas dan Injil Yahya.
Menurut Abul Ala al-Maududi (Towards Understanding Islam, Riyadh: one seeking mercy of Allah), pengubahan isi kitab Injil ini, baik dengan mengurangi atau menambahkan kalimat didalamnya, dilakukan dalam jumlah yang sangat besar dan jelas sehingga kaum Nasrani sendiri mengakui bahwa mereka tidak lagi memiliki kitab yang asli dan hanya memiliki terjemahannya. Dalam perjalanannya selama berabad-abad naskah ini pun telah mengalami banyak perubahan.

Begitu juga dengan Injil Barnabas (Barnabas adalah seorang pendeta agama Nasrani dan juga termasuk apostel), yang tidak sedikit umat muslim mengutip ayat-ayat dari Injil Barnabas untuk menyerang ke kristenan. Tujuannya untuk memperkuat pernyataan mereka bawha Nabi mereka adalah benar dan Nabi terakhir. Namun, hal ini berbeda dengan Dr. Abbas Mahmoud al-Aqqad (guru besar yang masyhur di Universitas al-Azhar di Kairo, Mesir). Beliau mengajak kepada seluruh umat muslim sedunia untuk menjauhkan diri dari Injil Barnabas. Dalam bukunya Hayatul Masih fit Tarikh was Kusyufil ashril Hadits, ia menguraikan kepalsuan Injil Barnabas tersebut. Ia berkesimpulan kitab injil Barnabas ini bukan saja menyerang agama Kristen tetapi juga agama Islam.

Redaktur: Rofi el-ponty

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas