Pernyataan Donald Trump Berpotensi Guncang Kedamaian Dunia

banner 160x600
banner 468x60

asscholmedia.net, Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan menjadikan Yerusalem (al-Quds) sebagai Ibu kota Israel merupakan pernyataan kontroversial yang dapat menimbulkan konflik berkepanjangan.
Dalam pidatonya di Gedung Putih, Rabu (6/12/17), Trump menyatakan: “Saya memutuskan ini waktunya untuk secara resmi mengakui Yarusalem sebagai ibu kota Israel. Banyak pemimpin sebelumnya membuat janji kampanye, tetapi mereka gagal menepatinya. Hari ini saya akan menepati janji saya. Saya menilai ini adalah keputusan terbaik bagi kepentingan Amerika Serikat dan uapaya perdamaian antara Israel dan Palestina”.

Trump juga mengatakan; “Hari ini Yarusalem adalah kursi bagi pemerintah modern Israel, rumah bagi parlemen Israel, rumah bagi Mahkamah Agung”. Bahkan Trump juga berencana (walau sejak awal ditentang oleh sejumlah pihak) akan mengarahkan kementrian luar negeri untuk memulai pemindahan Kedubes AS (Tel Aviv) ke Yarusalem. Surat pernyataan pemindahan ini akan ditandatangani setelah bangungnan baru selesai.

Sebagai pemimpin Negara yang mempunyai peran sangat krusial di wilayah keamanan Internasional, pernyataan ini tentunya membuat berbagai kecaman atas usaha penciptaan suasana kondusif di Yerusalem yang sudah dibangun sejak lama.
Berikut pernyataan sikap tegas para petinggi pemimpin Negara sebagai kecaman atas pernyataan Donald Trump:
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengancam akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel jika AS mengakui Yarusalem sebagai ibu kota Israel. Erdogan juga mengatakan, al-Quds adalah red line (ambang batas kesabaran) umat muslim. Ketika luka penduduk Palestina semakin parah, pelanggaran HAM, persekusi, dan serangan terus berlanjut. Mengambil keputusan yang mendukung Israel tidak hanya melanggar hukum internasional tetapi juga menginjak-injak nurani kemanusiaan. sebagai tuan rumah pertemuan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) kami akan menindak lanjuti permasalahan ini dengan tegas.

Perdana Menteri HAMAS, Ismail Haniyah dalam pidatonya, “perlawanan dan kesyahidan adalah jalan untuk membebaskan Palestina, dan untuk mengembalikan Yarusalem dan Masjid al-Aqso. Tunnel Strategy (strategi trowongan) ini diresmikan sebagai strategi baru untuk melawan musuh. Wahai zionis, kita tidak akan pernah menyerah pada Israel, kami lebih kuat dibanding dengan yang kalian pikirkan”.

Pimpinan Palestina Mahmoud Abbas, memperingatkan konsekuensi berbahaya keputusan itu terhadap proses perdamaian (antara Israel dan Palestina) dan terhadap kedamaian, keamanan, dan stabilitas kawasan dunia.

Raja Abdullah dari Yordania, keputusan itu akan mengacaukan upaya mengembalikan proses perdamaian dan memprovokasi umat Islam. Yordania bertindak sebagai pelindung situs suci agama Islam di Yarusalem.

Redaktur: Rofi el-ponty
Editor : Abdul Aziz

author
Zaen: Sebagai admin asschoLmedia.net kami selalu berupaya memberikan yang terbaik berupa informasi-informasi faktual dan terpercaya serta kajian keislaman yang otentik