Dana Pembangunan Pesantren Krisis; Saatnya Alumni Beraksi

banner 160x600
banner 468x60

Asscholmedia.net – Pembangunan merupakan salah satu inventaris penting dalam setiap lembaga termasuk pula di pondok pesantren Syaichona Moh. Cholil Demangan Barat Bangkalan yang pada saat ini sedang proses membangun Daerah F yang akan difungsikan untuk santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF).

Daerah ini terdiri dari 14 kamar dengan luas bangunan 15X30 M, rencana awal gedung PDF ini akan di bangun setinggi empat lantai akan tetapi di bangun secara bertahap karena faktor pendanaan.
Pembangunan ini mulai di garap pada bulan Agustus 2015 dan ditargetkan selesai secepatnya, sejauh ini untuk pembangunan PDF telah mencapai 60%, sedangkan yang masih menjadi kendala saat ini adalah pendanaan. Pada awalnya pembangunan ini memang di donaturi oleh PT Waskita Karya (Persero) tapi untuk saat ini dana masih banyak mengambil dari pesantren karena dana yang cair dari PT Waskita Karya (Persero) hanya sekitar 40%.

Ada tiga bangunan yang sedang dalam tahap penggarapan saat ini; Koperasi, Daerah PDF, dan Kantor Asatidz. Secara keseluruhan saat ini telah mencapai 60%, ketika pembangunan ini sudah rampung semua maka akan ada penggusuran di daerah PDF yang lama (Dulu Daerah D) serta gedung Asatidz yang sekarang, itu semua demi pemetaan pesantren agar rapi.

Gedung Asatidz yang kami maksud adalah gedung di sebelah timurnya Daerah D, yang pada awalnya gedung itu akan di fungsionalkan sebagai Daerah PDF akan tetapi terlalu sempit, selain itu juga desainnya terlalu minimalis, sehingga muncul rencana lain yaitu sebagai kamar Asatidz. Sedangkan untuk gedung koperasi terletak di sebelah baratnya bangunan PDF yang sedang di garap Saat ini.

Untuk sementara waktu masalah pendanaan akan di fokuskan pada daerah PDF, apabila ada lebihnya maka di alokasikan pada koperasi, dan apabila masih tidak cukup maka pihak koperasi yang akan bertanggung jawab terhadap kurangnya pendanaan tersebut.

“Rencananya gedung koperasi yang sedang dibangun sekarang ini, akan kami gunakan sebagai stand untuk baju dan pakaian yang menjadi kebutuhan santri” ungkap saudara Ali Ridha’ selaku Ketua Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) saat diwawancarai.

Menurut Ust. Mahmud Ridho selaku ketua tim pembangunan pesantren dana sekarang sudah sangat kritis, saking kritisnya untuk pembayaran tukangn terpaksa harus hutang. “Kas yang ada sekarang sudah kritis, meskipun kami mendengar adanya progam GSS (Gerakan Seribu Sehari) dari Alumni, tapi kami memang tidak menyenggol kepada hal itu, karena memang belum ada instruksi dari pusat, kami hanya berharap do’a kepada Alumni untuk pembangunan pondok pesantren Syaichona Moh. Cholil agar cepat selasai” Imbuhnya saat diminta keterangan.

Redaktur: Agus Mukaffi Makki
Editor : Farid Tumyadi

author
Zaen: Sebagai admin asschoLmedia.net kami selalu berupaya memberikan yang terbaik berupa informasi-informasi faktual dan terpercaya serta kajian keislaman yang otentik