FAKTA MENCENGANGKAN PEREDARAN NARKOBA JATIM

banner 160x600
banner 468x60

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa MUI Wilayah Madura menggelar Rakorwil di Sampang (29/11) dengan agenda utama Upaya Preventif Penanggulangan Narkoba Di Madura dengan melibatkan Kapolres Sampang serta kepala Rutan dari empat kabupaten.

Banyak fakta mencengangkan yang dipaparkan oleh kepala Rutan seperti Ka. Rutan Bangkalan misalnya menyatakan bahwa lebih dari 60 persen penghuni rutan Bangkalan tersandung kasus narkoba bahkan sudah mendekam di dalam rutan para tahanan masih ada yang berani menyelundupkan narkoba melalui para pengunjung begitu juga dengan rutan Sampang.

Menanggapi hal itu Giri Purbadi Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jawa Timur menjelaskan secara gamblang dan transparan “60 persen warga binaan lembaga pemasyarakatan (Lapas) adalah kasus narkoba sedangkan sedangkan di Sampang sendiri lebih dari 60 persen” ucapnya. Dan berdasarkan data yang ditampilkan dari total 23.765 tahanan dan narapidana yang terbagi dalam 39 lapas dan rutan 8.713 orang diantaranya terjerat kasus narkoba baik pengedar dan pengguna.

Baca pula: MUI Madura Soroti Bahaya Narkoba

Namun Lapas sebagai lembaga pemasyarakatan tidak tinggal diam untuk mengembalikan warga binaannya ke jalan yang benar “kita sudah ada program unggulan yang berjalan yaitu Masuk Napi Keluar Santri di mana hal ini sudah diterapkan di Bondowoso, jember dan Lumajang, harapanya mereka bisa diterima kembali di tengah-tangah masyarakat” imbuhnya.

Giri menambahkan bahwa narkoba ini sangat amat berbahaya sebab dua kali mencoba narkoba pasti langsung kecanduan dan pasti mencoba lagi, sedangkan datang ke kiyai 10 kali belum tentu taat maka tidak heran walaupun harga per gram sabu-sabu mencapai 800 ribu para pengguna tetap membelinya.

Redaktur: Zainal Arifin
Editor: Farid Tumyadi

author
Zaen: Sebagai admin asschoLmedia.net kami selalu berupaya memberikan yang terbaik berupa informasi-informasi faktual dan terpercaya serta kajian keislaman yang otentik