Keistimewaan Memperingati Kelahiran Nabi Muhammad

Peringatan Maulid Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam adalah acara rutin yang dilaksanakan oleh mayoritas kaum muslimin untuk mengingat, mengahayati dan memuliakan kelahiran Rasulullah. Menurut Imam Sayyid Abi bakar al-Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha ad-Dimyathi, dalam kitabnya Ianah ath-Thalibin, Juz. III, Hal. 364.

Pelopor pertama kegiatan Maulid adalah al-Mudzaffar Abu Sa`id, seorang raja di daerah Irbil, Baghdad. Peringatan Maulid pada saat itu dilakukan oleh masyarakat dari berbagai kalangan dengan berkumpul di suatu tempat. Mereka bersama-sama membaca ayat-ayat al-Quran, membaca sejarah ringkas kehidupan dan perjuangan Rasulullah, melantuntan shalawat dan syair-syair kepada Rasulullah serta diisi pula dengan ceramah agama.

Bacaan Lainnya

Imam Ibnu Katsir memuji Raja al-Mudhaffar yang menyelenggarakan Maulid secara besar-besaran. Beliau mengatakan: Raja Al-Mudzaffar Abu Said Al-Kaukabari ibn Zainuddin Ali bin Tabaktakin adalah seorang dermawan, pemimpin yang besar, serta raja yang mulia yang memiliki peninggalan yang baik. Dan dia menyelenggarakan Maulid yang mulia di bulan Rabiul Awal secara besar-besaran. Ia juga seorang raja yang berotak cemerlang, pemberani, ksatria, pandai dan adil, semoga Allah mengasihinya dan menempatkannya di tempat yang paling baik. Dan dIa juga membelanjakan hartanya sebesar 3000 dinar emas untuk perayaan Maulid Nabi Muhammad setiap tahunnya. Imam Ibnu Katsir, al-Bidayah wa an-Nihayah, Juz. XIII, Hal. 136.

Andai saja tidak ada malam kelahiran Rasul, andai saja tidak ada kelahiran Nabi yang mulia, maka tidak akan terjadi malam Lailatul Qadar, malam Isra Miraj, pembukaan kota Makkah, perang Badar, juga tidak akan ada umat Islam seluruhnya.

Diterangkan di dalam kitab an-Naimatul Kubra alal Alami fi Maulidi Sayyidi Waladi Adam, karya al-Imam Syihabuddin Ahmad bin Hajar al-Haitami asy-Syafii, tentang keutamaan atau keistimewaan memperingati Maulid Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.

Sayyidina Abu Bakar as-Shiddiq berkata: Barangsiapa membelanjakan satu dirham (uang emas) untuk mengadakan pembacaan Maulid Nabi Muhammad, maka ia akan menjadi temanku di surga.

Sayyidina Umar bin Khattab berkata: Barangsiapa mengagungkan Maulid Nabi Muhammad, maka sesungguhnya ia telah menghidupkan Islam.

Sayyidina Utsman bin Affan Berkata: Barangsiapa membelanjakan satu dirham (uang mas) untuk mengadakan pembacaan Maulid Nabi Muhammad, maka seakan-akan ia ikut-serta menyaksikan perang Badar dan Hunain.

Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata: Barangsiapa mengagungkan Maulid Nabi Muhammad, dan ia menjadi sebab dilaksanakannya pembacaan Maulid Nabi Muhammad, maka tidaklah ia keluar dari dunia melainkan dengan keimanan dan akan dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab.

Imam Hasan Bashri berkata: Aku senang sekali seandainya aku memiliki emas sebesar gunung Uhud, maka aku akan membelanjakannya untuk kepentingan memperingati Maulid Nabi Muhammad.

Imam Junaid al-Baghdadi berkata: Barangsiapa menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad dan mengagungkan derajat beliau, maka sesungguhnya ia akan memperoleh kebahagian dengan penuh keimanan.

Imam Maruf al-Karkhi berkata: Barangsiapa menyediakan makanan untuk peringatan pembacaan Maulid Nabi Muhammad, mengumpulkan saudara-saudaranya, menyalakan lampu, memakai pakaian yang baru, memasang harum-haruman dan memakai wangi-wangian karena mengagungkan kelahiran Nabi Muhammad, niscaya Allah akan mengumpulkannya pada hari kiamat bersama golongan orang-orang yang pertama di kalangan para nabi dan dia akan ditempatkan di syurga yang paling atas (Illiyyin).

Imam Fakhruddin ar-Razi berkata: Tidaklah seseorang yang membaca Maulid Nabi Muhammad. ke atas garam atau gandum atau makanan yang lain, melainkan akan tampak keberkahan padanya, dan setiap sesuatu yang sampai kepadanya (dimasuki) dari makanan tersebut, maka akan bergoncang dan tidak akan tetap sehingga Allah akan mengampuni orang yang memakannya. Dan sekirannya dibacakan Maulid Nabi Muhammad ke atas air, maka orang yang meminum seteguk dari air tersebut akan masuk ke dalam hatinya seribu cahaya dan rahmat, akan keluar daripadanya seribu sifat dengki dan penyakit dan tidak akan mati hati tersebut pada hari dimatikannya hati-hati itu. Dan barangsiapa yang membaca Maulid Nabi Muhammad pada suatu dirham yang ditempa dengan perak atau emas dan dicampurkan dirham tersebut dengan yang lainnya, maka akan jatuh ke atas dirham tersebut keberkahan dan pemiliknya tidak akan fakir serta tidak akan kosong tangannya dengan keberkahan Nabi Muhammad.

Imam Muhammad bin Idris as-Syafii berkata: Barangsiapa mengumpulkan saudara-saudaranya untuk mengadakan Maulid Nabi Muhammad, kemudian menyediakan makanan dan tempat serta melakukan kebaikan untuk mereka, dan dia menjadi sebab atas dibacakannya Maulid Nabi Muhammad maka Allah akan membangkitkan dia bersama-sama golongan shiddiqin (orang-orang yang benar), syuhada (orang-orang yang mati syahid), dan shalihin (orang-orang yang shaleh) dan dia akan dimasukkan ke dalam surga-surga Naim.

Imam Sirri Saqathi berkata: Barangsiapa pergi ke suatu tempat yang dibacakan di dalamnya Maulid Nabi Muhammad, maka sesungguhnya ia telah pergi ke sebuah taman dari taman-taman surga, karena tidaklah ia menuju ke tempat-tempat tersebut melainkan karena cintanya kepada Nabi Muhammad. Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, bersabda: Barangsiapa mencintaiku, maka ia akan bersamaku di dalam surga.

Imam Jalaluddin Abdurrahman as-Suyuthi berkata: Tidak ada rumah atau masjid atau tempat yg di dalamnya dibacakan Maulid Nabi Muhammad melainkan malaikat akan mengelilingi rumah atau masjid atau tempat itu, mereka akan memintakan ampunan untuk penghuni tempat itu, dan Allah akan melimpahkan rahmat dan keridhaan-Nya kepada mereka.

Adapun para malaikat yang dikelilingi dengan cahaya adalah malaikat Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail Karena sesungguhnya mereka memintakan ampunan kepada Allah Subhanahu wataala untuk mereka yang menjadi sebab dibacakannya pembacaan Maulid Nabi Muhammad. Dan dia berkata pula: Tidak ada seorang muslimpun yang dibacakan di dalam rumahnya pembacaan Maulid Nabi Muhammad melainkan Allah menghilangkan kelaparan, wabah penyakit, kebakaran, tenggelam, bencana, malapetaka, kebencian, hasud, keburukan makhluk, dan pencuri dari penghuni rumah itu. Dan apabila ia meninggal, maka Allah akan memudahkan jawabannya dari pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir dan dia akan berada di tempat duduknya yang benar di sisi penguasa yang berkuasa. Dan barangsiapa ingin mengagungkan Maulid Nabi Muhammad, maka Allah akan mencukupkan derajat ini kepadanya. Dan barangsiapa di sisinya tidak ada pengagungan terhadap Maulid Nabi Muhammad, seandainya penuh baginya dunia di dalam memuji kepadanya, maka Allah tidak akan menggerakkan hatinya di dalam kecintaannya terhadap Nabi Muhammad.

Diterangkan juga di dalam kitab Hasyiyah Ianah ath-Thalibin, Juz. III, Hal. 364 karya Imam Sayyid Abi bakar al-Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha ad-Dimyathi. Imam al-Yafii al-Yamani berkata: Barangsiapa yang mengumpulkan saudara‐saudaranya untuk (merayakan) Maulid Nabi Muhammad, menyajikan makanan, beramal yang baik dan menjadikannya untuk pembacaan Maulidir‐Rasul, maka Allah Subhanahu wataala akan membangkitkan pada hari kiamat bersama para Shadiqin, Syuhada dan Shalihin dan menempatkannya pada tempat yang tinggi. Semoga bermanfaat.

Redaksi: Rofi el-Ponty
Editor: Abdul Aziz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.