PCNU Bangkalan gelar Pembinaan Ta’mir Masjid Se-Kabupaten Bangkalan

banner 160x600
banner 468x60

AsscholMedia.net- Bangkalan, PW LTM NU Jawa Timur menggelar Pembinaan Ta’mir Masjid Se-Kabupaten Bangkalan yang bertempat pada di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Demangan Barat Bangkalan. Ahad (19/11).

“Pembinaan Ta’mir Masjid ini dimotori langsung oleh PCNU Bangkalan, dengan beberapa tujuan diantaranya untuk memakmurkan masjid yang dalam hal ini Masjid tidak hanya digunakan untuk melaksanakan shalat melainkan juga diisi dengan amaliah-amaliah NU lainnya. Tutur KH. Moh. Makki.

Pada kegiatan ini, NU sebagai fasilitator untuk memakmurkan masjid melalui program-program. Dalam hal ini, masjid tidak hanya penuh pada hari Jumat saja melainkan bisa penuh dalam shalat lima waktu setiap hari. Hal ini dilakukan karena bagaimanapun Bangkalan tidak lepas dari peran serta didalam lahirnya NU. Imbuh ketua Tanfidziyah PCNU Bangkalan.

Turut hadir pada acara ini pengurus PCNU Bangkalan; RKH. Fakhrillah Aschal (Rais Syuriah PCNU Bangkalan), KH. Abdul Fattah Afaq (Wakil Rais Syuriah PCNU Bangkalan), KH. Hannan Nawawi, serta rombongan dari PW LTM NU Jawa Timur dari Surabaya.

Peserta yang hadir sekitar kurang lebih 1000 undangan yang merupakan delegasi dari takmir masjid se-Bangkalan. Acara ini di mulai pada jam 09:00 WIB dan berakhir jam 12.00 WIB.

Tujuan dari acara ini yaitu untuk menguatkan status atau identitas masjid, bahwa masjid bukan hanya sekedar tempat sholat bahkan (bukan hanya sekedar tempat kencing). Akan tetapi masjid harus tetap berfungsi sebagaimana pada zaman Nabi. Orang yang kencing di toiletnya masjid, sebenarnya dia harus berwudlu kemudian sholat di masjid, ya biar ada bedanya antara toilet umum dengan masjid” tutur KH. Ahmad Jazuli selaku pembicara.

Beliau juga menambahkan bahwa, Kegiatan untuk membina tentang hal-hal yang berkaitan dengan masjid; baik fungsional masjid, sikap terhadap masjid serta pengelolaannya. Seperti tentang kesucian masjid, himbauan larangan merokok di dalam masjid dan mengotori masjid, serta larangan jual beli atau bertransaksi di masjid, hal ini tiada lain karena kurang sadarnya masyarakat terhadap masjid.”

Salah satu wakil ketua PW LTM NU ini juga menuturkan, Masjid NU harus di legalkan dengan SK dari LTM NU, Proses Waqaf juga harus jelas dengan SK dari LWP NU (Lembaga Waqaf dan Pertanahan Nahdhatul Ulama) Jawa Timur. Hal ini tiada lain untuk mempermudah pengelolaan serta penyalur bantuan yang telah dianggarkan oleh pemerintah.

Sedangkan fungsi dari kejelasan waqaf yaitu mempertahankan masjid agar tidak di rebut oleh yang bukan NU, dan masjid juga tidak boleh di alihkan kepada hak milik pribadi”.

Di akhir acara juga di isi dengan sesi tanya jawab, salah satu orang yang bertanya menyampaikan keinginannya bahwa takmir masjid juga perlu mendapatkan kesejahteraan seperti BPJS dll seperti takmir-takmir di Surabaya sebagaimana yang telah di sampaikan sebelumnya.

Redaksi :Agus Mukaffi Makki
Editor: Abdul Azis

author
Zaen: Sebagai admin asschoLmedia.net kami selalu berupaya memberikan yang terbaik berupa informasi-informasi faktual dan terpercaya serta kajian keislaman yang otentik