ASSCHOL KALBAR PRAKARSAI SILATURRAHIM ANTAR AKALANGAN

banner 160x600
banner 468x60

AsscholMedia.net- Asschol Kalbar adakan kegiatan Silaturrahim Majelis Keluarga dengan Wali santri, Alumni dan Simpatisan Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil (ASSCHOL) Cabang Kalimantan Barat dan sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad (19/11).

Kegiatan yang bertempat di Pondok Pesantren al-Mujtahid, Parwasal Siantan Tengah Pontianak, dihadiri oleh beberapa majelis keluarga diantaranya RKH. Moh. Nasih Aschal, KH. Imam Bukhari Cholil, KH. Rahbini Nasir serta KH. Syarif Hidayatullah selaku Pengasuh PP al-Mujtahid.

Habibul Musthafa (Jamiyah al-Habsy milik Asschol Kalbar) ikut memeriahkan di pra acara, dan dilanjutkan dengan beberapa agenda lainnya.

Dikesempatan ini KH. Syarif Hidayatullah menyampaikan bahwa Pondok Pesantren Syaicona Moh. Cholil merupakan pesantren yang menajdi rujukan bagi pesantren lain.

Hali ini juga ditegaskan kembali oleh KH. Nasih Aschal dalam mauidhahnya, Harapan besar adalah bagaimana keberdaan pesantren yang menjadi rujukan, pesantren yang menjadi embrio lahirnya pesantren-pesantren besar yang ada di jawa-madura untuk senantiasa para alumni, santri, dan simpatisan memperkokoh hubungan emosional, memperkuat hubungan hatinya kepada segenap guru-guru yang ada di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil.

KH. Nasih selaku ketua umum Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil sekaligus Ketua Umum pengurus pusat Asschol, juga mengajak kepada semua masyarakat yang mempunyai kecintaan kepada Syaichona Cholil untuk bisa mendapatkan berkah dari beliau itu tidak ada cara lain selain meyempurnakan “khidmah” kepada para masyayikh.

Beliau menyebutkan kalimat yang menjadi istilah bagi alumni, Mon terro gempangah urusen lakonah koduh pakoat hubungan silaturrahim ben gurunah, mon terro lancarah rejekkenah koduh slalu makoat arephen nyopreh barokah derih gurunah.

“Hal ini banyak disampaikan untuk menjadi sebuah motivasi kepada masyarakat alumni diberbagai pesantren, tetapi kalau kita lihat kembali pada apa sejatinya yang telah diberikan kepada kita semua, agar supaya kita semua bisa meraih sukses dan berhasil, sebenarnya tidak hanya cukup dengan silaturrahim tetapi ada hal yang lebih penting dari itu, yaitu bagaimana kita meneladani amaliah-amaliah, sifat, sikap dari pada guru-guru kita semua, khususnya Syaichona Moh Cholil dan dzurriyah-dzurriyahnya. Imbuh Ra Nasih. 

Di sela-sela mauidhahnya, KH. Nasih juga menyampaikan dauh Imam Syafii dalam manaqibnya (karya al-Baigaqi) tentang seseorang akan menduduki posisi yang kuat, mapan jika telah bisa melaksanakn 3 hal. Pertama, كتمان الفقر حتى يظن الناس من عفتك أنك غني (kemampuan menyembunyikan kemiskinan, sehingga orang lain menyangkamu berkecukupan karena kamu tidak pernah meminta).

Kedua, كتمان الغضب حتى يظن الناس أنك راض (kemampuan menyembunyikan amarah, sehingga orang mengiramu merasa rela).

Ketiga ﻛﺘﻤﺎﻥ ﺍﻟﺸﺪﺓ حتی ﻳﻈﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺃﻧﻚ ﻣﺘﻨﻌﻢ (kemampuan menyembunyikan kesusahan, sehingga orang lain mengiramu selalu senang).
“Tiga hal inilah yang selalu diamalkan oleh guru-guru kita semua tegas beliau.

Reporter: Ipunk
Redaktur: Rofi el-ponty

author
Zaen: Sebagai admin asschoLmedia.net kami selalu berupaya memberikan yang terbaik berupa informasi-informasi faktual dan terpercaya serta kajian keislaman yang otentik