Habib Ubaidillah al-Habsy; Meyenangkan Nabi Muhammad saw

banner 160x600
banner 468x60

Asscholmedia.net Bangkalan Bershalawat bersama RKH. Fakhrillah Aschal dan keluarga besar Jam’iyah Ahbabul Musthofa kembali diadakan di Stadion Gelora Bangkalan. Kamis malam Jumat, (16/11/2017).

Kegiatan tersebut dalam rangka Milad 5 Group Pencinta Rasulullah (Li Ahbabina Ke-3, Liashabil Qulub Ke-2, Liulil Albab Ke-2, Majelis Ahli al-Quran Ke-2, dan Yuk Kita Mengaji Ke-2) yang berada dibawah bimbingan RKH. Fakhrillah Aschal (Pengasuh Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Demangan Barat Bangkalan).

Acara Milad ini diisi dengan beraneka macam kegiatan didalamnya, turut hadir dan sekaligus memberikan ceramah agama Habib Ubaidillah al-Habsy dari Surabaya.

Dari sekelumit ceramahnya, Beliau mengawali dengan ajakan bagaimana cara kita menyenangkan Nabi Muhammad.
Allah saja selalu ingin menyenangkan Nabi Muhammad, hingga Allah berfirman: ولسوف يعطيك ربك فترضى, “Allah akan selalu memberi kepada engkau sampai engkau ridha”. Maka kita sebagai hamba Allah apalagi sebagai umat Nabi Muhammad harus ikut Allah memberi kepada Nabi Muhammad sampai Nabi Ridha dan Nabi senang. Lalu bagaimana dengan kita? Kita lihat para sahabat nabi, mereka selalu ingin menyenangkan hati Nabi Muhammad, tidak ingin nabi bersedih. Karena mereka tahu, amalan yang paling bisa mendekatkan mereka kepada nabi dan amalan yang bisa mereka diridhai adalah menggembirakan (menyenangkan) Nabi Muhammad. Tutur Habib Ubaidillah.

Al-Habib juga menceritakan sekelumit sifat Nabi Muhammad ketika berada dijalan dakwah, Nabi Muhammad tidak pernah mendoakan buruk kepada siapapun, tidak ada sifat dendam dan tidak bisa dendam di hati Rasulullah, karena hati Rasulullah diciptakan oleh Allah dari rahmat. Tapi Allah yang tidak rela jika kekasihnya disakiti, karena itulah Rasulullah disebut حبيب الله (Kekasih Allah).”

Beliau melanjutkan, “Dihari kiamat nanti semua Nabi di tanya oleh Allah dan mereka menjawab sesuai julukannya, mulai dari Nabi Adam menjawab Ana Abul Basyar, begitu juga dengan Nabi Isa Ana Ruhullah, tapi ketika sampai kepada Nabi Muhammad, dengan rendah diri (tawadhu) Rasul menjawab Saya hanya anak yatim, seketika itu juga Allah membalas dengan jawaban Tapi Engkau adalah Habibi.

Diceritakan, suatu ketika Rasulullah mendapat hadiah perak, (makanya laki-laki disunnahkan pakai cincin perak dan haram pakai cincin emas). Dapat perak beberapa gram kemudian Rasullah datang ke tukang cincin, dan memerintahkan si tukang cincin untuk buat cincin dari perak tersebut dan menulis nama Allah di cincin itu, kemudian tukang cincin itu mengukir nama Allah (nama yang paling dicintai oleh Nabi Muhammad). Ketika sampai pada waktu untuk mengambil cincin. Si tukang cincin menangis, lalu ditanya oleh Nabi; wahai tukang cincin, kenapa engkau menangis? dia menjawab demi Allah ya Rasul, saya sudah mengukir nama Allah di cincin perak ini tapi ketika dibuka namanya berubah menjadi Muhammad Rasulullah. Berubah dengan sendirinya. Dalam hati Rasulullah bertanya kepada Allah; Ya Allah kenapa bisa berubah? Seketika Allah menjawab Engkau ingin menulis nama yang paling Engkau cintai di cincin tersebut maka Akupun juga ingin menulis nama yang paling Aku cintai di cincin tersebut. Tambah al-Habib dalam ceramahnya.

Acara yang disiarkan langsung oleh TV9 ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh para pecinta Faker’s Mania dan masyarakat kota Bangkalan.

Reporter: Rofi el-Ponty
Editor: Ahmad Hafsin

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas