Perbaiki Hatimu Agar Baik Perbuatanmu!

Tidak ada komentar 500 views
banner 160x600
banner 468x60

Perbaiki Hatimu Agar Baik Perbuatanmu!

الا وان في الجسد مضغة اذا صلحت صلح الجسد كله واذا فسدت فسد الجسد كله الا وهي القلب
(Ketahuilah sesungguhnya di dalam jasad terdapat segumpal daging. Apabila ia baik maka baiklah seluruh jasad. Dan jika ia buruk maka buruklah seluruh jasad. Ketahuilah ia adalah qalbu/hati).

Qalbu atau hati adalah anggota tubuh bagian dalam yang tidak tampak jika dilihat dari luar. Ia tersembunyi dalam rongga tubuh. Walaupun demikian ia menjadi sumber perbuatan seorang manusia. Perbuatan seseorang yang tidak muncul dari hati merupakan perbuatan yang sia-sia, yang tidak layak untuk “dinilai”, baik ataupun buruk sebagaimana yang Nabi sabdakan:
انما الاعمال بالنية وانما لكل امرء ما نوى
“Sesungguhnya semua amal perbuatan itu harus disertai niat. Dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan nilai (perbuatannya) sesuai dengan niatnya”. Al-Hadits.

Hati merupakan anggota tubuh yang paling mulia. Ia disebut “qalbu” karena sangat cepatnya bisikan-bisikan yang melintasinya, juga gampang berbolak balik dari satu kondisi pada kondisi yang lain. Sebagaimana ungkapan syair :
وما سمي الانسان الا لنسيانه ولا القلب الا انه يتقلب
“Tidaklah seorang manusia disebut insan kecuali karena sifat lupanya, dan tidaklh qalbu disebut qalbu kecuali karena berbolak-balik (dari satu kondisi pada kondisi yang lain”.

Hati (qalbu) kadang disebut sebagai “Nafs al-‘Aqli” (hakikat akal) seperti yang tertuang dalam firman Allah yang artinya: “Sesungguhnya di dalam hal tersebut terdapat pengingat bagi orang yang punya hati (akal)”.

Qalbu (hati) menjadi penentu baik atau buruknya tubuh kita, adalah karena suatu hal yang akan kita lakukan pasti mengikuti apa kata hati. Karena hati merupakan tempat dimana gerakan tubuh dan keinginan diri berasal. Apabila dari hati muncul keinginan-keinginan yang baik maka tubuh akan melakukan gerakan-gerakan yang bernilai baik. Sebaliknya jika yang muncul keinginan yang kurang baik maka yang muncul adalah tubuh akan melakukan gerak yang kurang baik.

Hati di tengah-tengah seluruh anggota tubuh manusia bagaikan seorang raja. Sedangkan anggota tubuh yang lain bagaikan rakyatnya. Dan sudah maklum bahwa rakyat akan bertransformasi menjadi rakyat yang baik apabila dipimpin oleh seorang pemimpin dan raja yang baik.

Hati bagaikan “mata air” sedangkan rakyatnya bagaikan “sawah”. Jika air dari mata air tersebut tawar (enak diminum) maka tanaman akan tumbuh menjadi tanaman yang enak dikonsumsi.

Bagaimana Cara Memperbaiki Hati?

Untuk memperbaiki hati ada beberapa hal yang direkomendasikan oleh para Ulama untuk seyogyanya kita lakukan:
1. Membaca al-Qur’an dengan tadabbur (merenungi maknanya).
2. Kosongnya perut
3. Shalat malam
4. Menunduk merendahkan diri kepada Allah pada waktu sahur
4. Berkumpul duduk bersama orang-orang sholeh
5. Mengkonsumsi barang-barang halal.

Dari kelima hal di atas, yang paling menentukan adalah poin nomor 5 (mengkonsumsi barang halal). Sebab makanan itulah yang akan menjadi “energi“ yang menggerakkan seluruh anggota tubuh kita. Kwalitas gerak tubuh kita tergantung kwalitas bahan yang menjadi sumber energi tubuh kita. Sebagaimana yang disampaikan oleh sekalian ulama; “Jika yang masuk ke dalam tubuh adalah makanan yang halal, maka keluarlah dari tubuh sesuatu (perbuatan) yang halal. Jika yang masuk adalah makanan haram maka keluarlah perbuatan yang haram. Dan jika yang masuk makanan syubhat maka lahirlah darinya perbuatan syubhat”.

Bagaimana Kita Tahu Bahwa Hati Kita sudah Baik?

Tanda-tanda bahwa hati kita sudah menjadi hati yang baik – menurut para Ulama – pada dasarnya ada tiga: yaitu;
1. Takut kepada Allah (الخشية)
2. Bersih dari buruk sangka terhadap saudara seagama (الصفاء للاخوان في الله)
3. Teguh komitmen dalam berpegang pada ajaran agama Allah(الصلابة في دين الله)

Syeikh Ibrahim Bin Adham ra mengatakan, “Qalbu seorang mukmin bersih bagaikan cermin. Maka tidaklah setan mendatanginya dengan membawa sesuatu kecuali ia pasti dapat melihatnya. Namun ketika seorang mukmin melakukan satu perbuatan dosa maka Allah lemparkan ke dalam hatinya satu titik noda hitam. Apabila ia bertobat maka Allah menghapus noda itu. Dan apabila ia mengulangi berbuat maksiat dan tidak bertobat maka beruntutanlah noda-noda hitam tersebut sehingga hitamlah qalbunya. Jika sudah begitu, maka sedikit sekali ia bisa mengambil manfaat dari nasehat yang disampaikan kepadanya”.

Imam Turmudzi ra mengatakan:
حياة القلوب الايمان وموتها الكفر وصحتها الطاعة ومرضهاالاصرار على المعصية ويقظتها الذكر ونومها الغفلة
“Hidupnya hati adalah dengan iman, kematiannya adalah sebab kekufuran, sehatnya oleh ketaatan kepada Allah, sakitnya oleh tetapnya (seorang mukmin) dalam bermaksiat, bangkitnya oleh dzikir dan tidurnya oleh kelalaian”. Wallâhu A’lam

Redaktur: M. Farid Dimyathi
Editor: Ahmad Hafsin

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas