MUSTAHDI, BERDZIKIR DAN BERSYAHADAT SEBELUM MENINGGAL

banner 160x600
banner 468x60

MUSTAHDI, BERDZIKIR DAN BERSYAHADAT SEBELUM MENINGGAL

Asscholmedia.net. Mustahdi adalah mahasiswa STAIS yang meninggal dunia pada Ahad lalu (05/11), pemuda kelahiran 23 April 1999 ini merupakan putra dari bapak Nakur dan ibu Sutimah asal Manunggal Klampis, dia kemudian masuk Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan pada 13 Agustus 2014 dan menjadi bagian dari murid I’dadiyah.

Sikapnya yang ramah, menambah nilai simpatik dimata teman temannya walaupun Mustahdi sendiri sedikit pendiam namun teman sekelasnya tetap nyaman berkomunikasi.

Di pondok pesantren Mustahdi dikenal sebagai santri aktif yang santun, terakhir mustahdi tercatat sebagai siswa kelas 1B Tsanawiyah Madrasah Diniyah Salafiyah Al Ma’arif, menurut H. Zubairi selaku wali kelas 1B Tsanawiyah menyatakan Mustahdi adalah anak yang disiplin dan dikenal cerdas diantara teman-temannya, disamping itu dia selalu masuk 10 besar pada saat ujian berkat kemampuan baca kitabnya yang cukup baik. Pada awalnya Mustahdi adalah anak yang pendiam, namun sejak bergabung dengan menwa dia menjadi siswa yang berani mengutarakan pendapatnya sendiri dan lebih percaya diri.

Mustahdi merupakan mahasiswa STAIS semester awal namun karena kedisiplinanya akhirnya dia menjadi salah satu dari tujuh anggota yang di utus oleh STAIS untuk mengikuti kegiatan semi militer Resimen Mahasiwa (Menwa). Anggota yang mengikuti Kegiatan Menwa ini sudah lulus SOP, sebagai mana yang di tuturkan oleh H. Budi Mustiko wakil rektor III bidang kemahasiswaan UTM.

Pada (01/11) Mustahdi dan 6 orang lainnya diberangkatkan oleh pihak STAIS ke UTM untuk mengikuti kegiatan Menwa. Tujuan dari kegiatan ini untuk membentuk jiwa nasionalis dan patriotik pada setiap personal mahasiswa STAIS.

Pada (04/11) ditengah kegiatan Menwa kesehatan Mustahdi mulai menurun dan kemudian terpaksa di istirahatkan. Setelah itu kondisinya membaik hingga keesokan harinya.

Ahad (05/11) sekitar pukul 09.00 WIB kondisinya menurun drastis dan akhirnya terpaksa dilarikan ke Puskesmas Socah Bangkalan. Namun sayangnya usaha menyelamatkannya tidak berhasil dan Mustahdi di nyatakan meninggal pada 11.39 WIB.

Kenangan Mustahdi bersama teman temannya (foto/wall bani jasim)

Menurut informasi sebelum meninggal Mustahdi selalu berdzikir serta sempat membaca syahadat dalam keadaan tidak sewajarnya sehingga menimbulkan asumsi para anggota waktu itu, ada yang bilang kesurupan, ada pula yang bilang karena amalan. Padahal itu adalah tanda tanda bahwa sesungguhnya Mustahdi akan meninggalkan teman temannya dalam keadaan baik.
عن معاذ بن جبل قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم: مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ دَخَلَ اْلجَنَّةَ
Dari Mu’adz bin Jabal radliyallahu anhu berkata, Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang akhir ucapannya “laa ilaaha illallah” maka dia akan masuk surga”.

“Syahid” mungkin ini adalah gelar yang pantas sebagai penghargaan terkakhir untuk saudara Mustahdi karena meninggalnya saudara Mustahdi masih dalam proses pencarian ilmu di pondok pesantren. Semoga segala amal baiknya di terima oleh Allah SWT serta diampuni segala kesalahannya. Amin.

Pewarta : Agus Mukaffi Makki
Editor : Abdul Aziz

author
Zaen: Sebagai admin asschoLmedia.net kami selalu berupaya memberikan yang terbaik berupa informasi-informasi faktual dan terpercaya serta kajian keislaman yang otentik