MAHASISWA STAIS MENINGGAL DUNIA SAAT MENGIKUTI DIKLAT DI UNIVERSITAS TRUNOJOYO BANGKALAN

Asscholmedia.net, Bangkalan, Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil berduka, hal ini dikarenakan ada salah satu mahasiswa STAIS yang juga merupakan santri aktif Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil, meninggal dunia dan satu orang lainnya sedang dirawat di RSUD Syarifah Ambami Ratoh Ebuh Bangkalan, saat mengikuti kegiatan rutin tahunan Resimen Mahasiswa (Menwa) atas nama Mustahdi asal kampung Murgurbe Manunggal Klampis (05/11).

Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan, dan tahun ini gabungan dari tiga kampus (STAIS 7 mahasiswa, STITMU 3 mahasiswa, dan UTM 12 mahasiswa) dengan jumlah total 22 mahasiswa yang dilaksanakan di kampus Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ungkap H. Budi Mustiko wakil rektor III bidang kemahasiswaan UTM.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini sudah sesuai SOP, yang sudah terstruktur dengan rapi, harus dilengkapi juga dengan surat kesehatan dari puskesmas, izin orang tua dan juga surat pengantar tambah wakil rektor III bidang kemahasiswaan UTM.

Dalam kegiatan Menwa ini hanya semi militer, latihan dasar kemiliteran seperti push up jadi tidak boleh ada kekerasan sesuai dengan intruksi pelatih, baik dari kodim, satpol PP, dan Batu Porron kamal. Tujuan dari kegiatan ini untuk membentuk jiwa kenegaraan.
Pada awalanya anggota ini mengeluh sakit dan diberi waktu istirahat yang cukup oleh panitia penyelenggara. dia mengeluh sakit dan disuruh istirahat, setelah itu dia kesehatannya menurun disertai panas, baru pada minggu sekitar pukul 09.00 Wib, kondisinya droup padahal sebelum itu kondisinya sempat membaik, dalam perjalanan ke puskesmas Socah kami mengira saudara Mustahdi ini sudah tiada, akan tetapi pihak puskesmas menyatakan masih ada namun sedikit tutur saudara Wasik (salah satu anggota Menwa STAIS yang juga ikut dalam kegiatan).
Dari hasil musyawarah pihak UTM dan pihak STAIS, maka Jenazah dikirim ke Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil dari Puskesmas Socah untuk dimandikan, kemudian jenazah dibawa keluarga ke rumah duka menggunakan mobil Ambulance UTM pada sore hari.

Menurut Komandan Resimen Mahasiswa UTM yang bertanggung jawab dari tragedi ini adalah tanggung jawab bersama Tiga kesatuan yang bergabung dalam Menwa. Saat diwawancarai oleh beberapa awak media.

Redaktur: Kang Rofi & Kang Aaf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

3 Komentar