ASSCHOL KWANYAR; ALUMNI ERA 1985 – 2003 MENDOMINASI

banner 160x600
banner 468x60

asscholmedia.net, Seperti Asschol di kecamatan yang lain, para alumni Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Kecamatan Kwanyar juga melaksanakan kegiatan rutin yang ditetapkan pada setiap tanggal 11 bulan hijriyah dengan membaca amalan khusus Jailaniyah Wa Hizbu as-Syuryaniyyah. Rutinan ini terjadwal di kediaman semua anggota seperti yang telah disepakati bersama pada awal pembentukan.
Ust. Mahmud kampung Binase Batah Barat misalnya, beliau menjadi shohibul bait. Sedangkan bulan sebelumnya dilaksanakan di kediaman ust. Faridi kampung Karang Tanjung.

Berawal dari kurang maksimalnya para alumni di kawasan kecamatan Kwanyar dalam menghadiri kegiatan rutin, yang diduga karena faktor tidak adanya bacaan khusus dalam setiap pertemuan, maka Ustadz Sulthon memutuskan untuk sowan kepada pengasuh RKH. Fakhrillah Aschal sebagai salah satu bentuk tanggung jawab dirinya yang menjabat Ketua Asschol Kwanyar untuk merespon dan menyelesaikan problem yang ada, sekaligus meminta izin kepada beliau untuk mengadakan bacaan khusus Asschol Kec. Kwanyar pada setiap bulannya. Alhamdulillah atas restu Pengasuh serta barokah dari amalan hizib tersebut langkah ini menjadi solusi jitu dalam mempertahankan kegiatan rutin bulanan seperti yang terlaksana bulan ini sekalipun yang hadir masih di dominasi alumni era 1985-2003-an.

Acara rutin Asschol Kecamatan Kwanyar dimulai dengan Ihda’ul Fatihah di pimpin oleh Ust. H. Muhdi, dilanjutkan pembacaan Hadiyyah Jailaniyyah dan Hizb Suryaniyyah Syeikh Abd al-Qadir al-Jailani oleh Ust. Rusdi. Kemudian ditutup dengan pembacaan do’a yg di pimpin oleh Drs. Muhammad Khotib yang sekarang melaksanakan amanah kenegaraan sebagai kepala KUA Kec. Geger. Beliau bertiga merupakan senior alumni Kec. Kwanyar sebagai pembimbing anggota Asschol Kwanyar yang lebih muda.

Ramah tamah setelah acara rutinan usai

Ustadz Rusdi, seorang alumni yang dulu masuk menjadi santri pada tahun 1985-an mengatakan bahwa dirinya sangat senang bisa mempertahankan amalan khusus ini sebagai rutinan. Dan memang sudah semestinya kalau berbagai kegiatan Asschol diisi amalan-amalan yang diijazah langsung oleh pengasuh agar amalan tersebut tidak hilang begitu saja dari pengetahuan para alumni.

“Kalau dulu di tahun 1985 saat saya mondok, al-marhum KHS. Abdullah Schal sering membukukan beberapa amalan beliau dan amalan Syaichona Moh. Cholil yang telah diijazahkannya, kemudian menempelkan di pinggir-pinggir musholla konah (musholla paling depan peninggalan Syaichona Moh. Cholil) agar semua santri pada saat itu bisa membaca kembali dan tidak hilang dalam ingatannya”. ungkap beliau bercerita.

Disinggung tentang program Gerakan Seribu Sehari (GSS), Ust. Kamil, SPdI menanggapinya secara diplomatis.
“Kami tidak mengetahui intruksi serta publikasi secara valid terkait adanya program baru ini, sehingga para alumni Kwanyar lebih menfokuskan terhadap iuran yang telah biasa digalang se ikhlasnya dalam setiap kegiatan rutin perbulan. Damuil perolehan dana tersebut untuk biaya oprasional dan kebutuhan yang bersifat mendadak, baik di pesantren dan alumni”. jelasnya.

Akan tetapi sekalipun hanya mendengar kabar, pihaknya akan tetap berupaya untuk merealisasikan program GSS tersebut. Hanya saja untuk saat ini masih fokus terhadap iuran yang ada, di khawatirkan akan terjadi pelemahan massal para anggota. Menurut pengakuan beliau, Asschol Kwanyar masih belum tersentuh Asschol pusat sama sekali dalam sosialisasi program tersebut, hal senada juga disampaikan oleh Ust. Faridi selaku bendahara.

Bapak Kamil menambahkan, ada problem lama yang belum terpecahkan dalam kegiatan rutinan ini, yaitu mengajak alumni muda untuk bisa bersama aktif dalam kegiatan organisasi.

Reporter: Nasrullah AM
Editor: Farid Tumyadi

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas