Jagalah makanan dan pakaianmu, maka Allah jaga jiwa dan ragamu!

banner 160x600
banner 468x60

((Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian makan harta diantara kalian dengan cara yang batil)). QS. An-Nisa’ ayat 29.

(( Mencari harta halal adalah suatu kewajiban setelah ibadah wajib)). HR. Imam At-Thobroni dan Al-Baihaqi.

(( Empat perkara jika ada dirimu maka tidak akan berbahaya bagimu harta dunia yang tidak bisa engkau peroleh. Yaitu menjaga amanah, jujurnya ucapan, bagusnya pekerti dan menjaga diri dalam hal makanan)). HR. Imam Ahmad dan ulama hadits lainnya.

Wahai Saudaraku, jangan sekali-kali kita memakai ataupun mengkonsumsi sesuatu yang tidak halal. Jangan sekali-kali ada barang syubhat apalagi haram yang engkau pakai atau konsumsi. Karena hal itu bisa membuat hatimu keras membatu, gelap gulita, doa dan sholatmu tertolak dan mata hatimu terhijab dari cahaya makrifatullah dan engkau terhalang untuk masuk mendekat ke hadirat Allah. Bagaimana hal ini bisa terjadi pada kita wahai saudaraku?.

Saudaraku, ketika kita meraih sesuatu dengan cara-cara yang tidak halal, lalu kita pakai sebagai penutup atau penghias tubuh kita. Maka itu sama saja kita balut tubuh kita dengan sesuatu yang Allah tidak menyukainya. Apakah mungkin Allah mau menerima amal ibadah kita, sholat dan doa kita, sementara kita bermaksiat kepada-Nya?. Tentu tidak wahai Saudaraku. Bagaimana jika barang yang tidak halal tersebut masuk ke dalam tubuh kita?. Tentu bukan hanya Allah akan menolak ibadah kita, tetapi hati kita akan semakin jauh dari cahaya-Nya.

Saudaraku, ketika sesuatu yang tidak halal (syubhat apalagi haram) itu masuk ke dalam tubuh kita, maka sesuatu yang tidak halal tersebut akan menghasilkan energi negatif pada diri kita. tentu efek negatif barang haram lebih kuat dan dahsyat dari barang-barang syubhat. Jika barang yang syubhat membuat hati kita ternoda dengan bintik-bintik keragu-raguan dan lemahnya keimanan maka barang haram membuat hati kita terselubung tabir kegelapan sehingga sedikitpun tidak mampu memantulkan cahaya makrifat.

Saudaraku, walaupun kita tidak berdosa ketika mengkonsumsi barang syubhat tetapi pengaruhnya tetap tidak baik bagi kita, terutama bagi orang-orang yang sedang melakukan perjalanan spiritual yakni menempuh jalan menuju hadirat Allah, untuk memperoleh cahaya makrifat dan ridlo Allah. Oleh sebab itu, janganlah kita heran apabila pada suatu waktu kita merasakan hal yang tidak biasa terjadi pada hati dan diri kita. Yang biasanya kita rajin dan begitu bergairah dalam beribadah, tiba2 kita merasa malas dan berat untuk beribadah. Yang biasanya kita ringan dan mudah menghindari perilaku maksiat, tiba-tiba mudah sekali dan suka berkubang maksiat. Yang biasanya hati merasa tenang dan damai menghadap Allah atau suka berlama-lama menghadap Allah dengan sholat, membaca al Qur’an, berdzikir dan beriktikaf, tiba-tiba kita merasa jenuh, bosan, gelisah dan terburu-buru ingin menyelesaikannya. Jika demikian yang terjadi pada kita maka cobalah kita ingat-ingat kembali barangkali kita pernah mengkonsumsi makanan yang tidak halal, secara sadar ataupun tidak.

Wahai Saudaraku, ada beberapa dampak negatif yang akan terjadi pada diri kita ketika ada barang yang tidak halal masuk ke dalam tubuh, seperti yang disabdakan oleh Rosulullah SAW. dan para Ulama pewaris Beliau SAW.
Ibadah kita terutama sholat ditolak oleh Allah SWT

1. (( Hai Sa’d, perbaguslah makananmu niscaya engkau menjadi seseorang yang maqbul doanya. Demi Dzat yang diri Muhammad berada di dalam genggaman-Nya (kekuasaan-Nya), Seorang hamba yang memasukkan sesuap makanan haram ke dalam perutnya tidak akan diterima amal ibadahnya selama 40 hari. Siapapun hamba Allah yang dagingnya tumbuh dari barang haram maka api neraka lebih layak bagi dirinya)). Hadits riwayat Imam at-Thobroni ra.

2. (( Abdullah Ibn Umar mengatakan: Barangsiapa membeli baju dengan harga 10 Dirham sedangkan yang 1 Dirham berupa uang haram maka Allah takkan menerima sholatnya selama baju tersebut ia pakai. Kemudian beliau (Ibnu umar) memasukkan kedua jari ke dalam telinganya lalu berkata; Aku akan diam andai saja aku tidak mendengar Nabi Saw bersabda demikian)).Hadits riwayat Imam Ahmad.

3. ((Imam Abu Hanifah ra menyatakan;” Andaikan seorang hamba rajin beribadah kepada Allah sehingga ia sudah seperti tiang bangunan(saking lamanya berdiri dalam sholat) tetapi kemudian ia tidak tahu apa yang masuk ke dalam perutnya, halal ataukah haram, maka ibadah sholatnya tidak akan diterima oleh Allah)).

Hati semakin jauh dan terhalang dari cahaya makrifatullah
1. (( Imam Sahl ra menyatakan;” Barangsiapa yang makanannya bukan dari barang halal, niscaya tidak terbuka hijab dari hatinya dan hatinya akan segera mendapatkan siksaan. Dan sholatnya, puasanya serta sedekahnya tidak akan bermanfaat baginya)).

2.(( Syeikh Ali as-Syadzili ra menyatakan ;” Barangsiapa memakan barang halal niacaya hatinya menjadi lunak, lembut dan memancarkan cahaya serta sedikit tidurnya. Dan tidak terhijab dari hadrotillah. Dan barangsiapa memakan barang yang tidak halal maka hatinya menjadi keras, kasar dan gelap gulita serta terhijab dari hadrotillah juga banyak tidurnya)).

Terkait banyak tidur yang terjadi pada orang yang mengkonsumsi sesuatu yang tidak halal, Syeikh Abdu al-Wahhab as-Sya’roni mengatakan bahwa hal tersebut merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Karena sebenarnya mengkonsumsi barang yang tidak halal dapat berpengaruh menggerakkan seluruh anggota tubuh untuk bermaksiat kepada Allah. Seluruh tubuh akan punya keinginan kuat untuk melakukan perbuatan-perbuatan maksiat. Namun Allah (dengan sifat kasih sayang-Nya) justru mengkaruniakan tidur kepadanya agar hamba tersebut terhindar dari perbuatan maksiat yang perbuatan maksiat tersebut terkadang sudah ia rencanakan sebelumnya secara matang. Sebagaimana Allah karuniakan kepada hamba-hamba-Nya yang taat -dengan sebab memakan barang halal – kemampuan melakukan sholat di hadapan-Nya siang maupun malam.

3. ((Sayyid Ali al-Khawwash ra mengatakan:” Barangsiapa memakan barang haram sedangkan ia berlama- lama ibadah maka ia seperti seekor keledai yang duduk (mengeram)di atas telur yang busuk. Ia hanya memayahkan dirinya dengan berdiam lama di tempat itu. Tetapi tak ada satupun telur yang menetas, justru telur yang ia erami membusuk sia-sia)).

3). Menghilangkan kecerdasan berpikir, Kelezatan berdzikir dan membutakan mata hati
Sayyid Ali al-Khawwas juga menyatakan bahwa siapa yang mengkonsumsi barang haram berarti ia telah memasukkan api neraka ke dalam tubuhnya. Sehingga hal ini dapat menghilangkan kemampuan berpikir, kelezatan berdzikir dan membakar benih-benih keikhlasan. Selain itu juga dapat membutakan mata hati (bashiroh), merabunkan mata lahir (bashor), melemahkan komitmen terhadap agama, melemahkan tubuh serta akal, menyebabkan lalai dan lupa serta menghalanginya untuk memperoleh hikmah dan pengetahuan.

Beliau dengan panjang lebar menjelaskan tentang betapa bahayanya mengkonsumsi barang haram. Bahkan Beliau memberikan sebuah kesimpulan bahwa ” semua perbuatan maksiat yang dilakukan oleh seorang hamba tidak lain disebabkan oleh mengkonsumsi barang haram. Oleh karena itu menurut Beliau ra ” barangsiapa yang mengkonsumsi barang haram sedangkan ia sangat berharap dapat melakukan perbuatan taat kepada Allah maka berarti ia benar-benar mengharapkan suatu hal yang tidak mungkin bisa dicapai”.
Oleh sebab itu, seyogyanya bagi siapapun yang mengkonsumsi sesuatu kemudian ia temukan salah satu tanda barang haram pada barang yang telah ia makan ataupun minum, agar segera memuntahkannya apabila memungkinkan. Jika sudah tidak mungkin memuntahkannya misalnya karena sudah cukup lama waktu mengkonsumsinya maka hendaknya ia segera bertaubat dan memohon ampun kepada Allah dengan kalimat istighfar.

Diantara tanda-tanda bahwa sesuatu yang telah dikonsumsi merupakan barang haram adalah:
1. Cara memperolehnya ditentang oleh Syara’ (ajaran Islam) misalnya diperoleh dengan cara berjudi, mencuri dan lain sebagainya.

2. Hati terasa gelap dan adanya rasa berat pada bawaan badan sehingga terasa seakan-akan ia telah memakan timah.

3. Ketika bangun dari tidur tidak langsung beranjak bangun, tetapi masih berdiam diri sesaat sampai benar-benar sadar terjaga dari tidurnya sebagimana yang biasanya terjadi pada seseorang yang makan barang riba.

4. Ketika muntah dengan tiba-tiba tanpa proses permulaan.

Ketahuilah semua ini wahai Saudaraku! Janganlah kita lalai meneliti makanan yang akan kita makan. Janganlah kita makan makanan yang kita dapatkan dari seseorang yang dalam tingkah laku kesehariannya tidak memiliki sikap wara’ (hati-hati) dalam mencari penghasilan, walaupun seumpama kita tolak pemberiannya akan membuatnya marah kepada kita. Dan kita tidak perlu memperdulikannya dan janganlah engkau hiraukan perkataannya kepadamu :” jika kau menolak pemberianku berarti engkau telah membuat hatiku bersedih”.

Saudaraku, di zaman sekarang, sedikit sekali dari para guru, ustad maupun kiyai yang mengingatkan kita tentang masalah ini. Bahkan yang sering kali terjadi adalah sebagian dari kita menerima pemberian orang-orang yang harta bendanya diduga diperoleh dengan cara-cara yang tidak benar dengan dalih ” Aku khawatir jika menolak pemberiannya akan membuat hatinya bersedih. Bukankah tidak ada sesuatu yang digunakan untuk beribadah kepada Allah yang lebih utama dari pada menghilangkan kesedihan di hati seorang hamba Allah”?. Kalimat argumentasi seperti ini merupakan bentuk kebodohan terhadap kaedah Syari’ah. Semoga Allah menjaga kita semua dari segala sesuatu yang haram. Wallahu a’lam

Redaksi : Farid Tumyadi
Editor : Ach. Hafsin

author
Zaen: Sebagai admin asschoLmedia.net kami selalu berupaya memberikan yang terbaik berupa informasi-informasi faktual dan terpercaya serta kajian keislaman yang otentik
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Jagalah makanan dan pakaianmu, maka Allah jaga jiwa dan ragamu!"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.