INILAH FAKTA DIBALIK LAHIRNYA HARI SANTRI NASIONAL

banner 160x600
banner 468x60

Asscholmedia.net – Ada fakta menarik dibalik lahirnya hari santri nasional sebagaimana disampikan oleh KH. Ahsanul Haq salah satu pengurus PWNU Jawa Timur pada peringatan Hari Santri 2017 di Stadion Glora Bangkalan (21/10) malam.

Lahirnya Hari Santri Nasional tidak lepas dari perhatian dan apresiasi pemerintah terhadap jasa-jasa para ulama yang sangat besar dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia, namun penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari santri bukan serta merta lahir begitu saja akan tetapi melalui proses yang cukup panjang.

KH. Ahsanul Haq menyampaikan bahwa pada tahun 2013 sebelum pelaksanaan pemilu presiden tahun 2014, Bapak Joko Widodo yang saat itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta melakukan kampanye disalah satu pondok pesantren di kota Malang, dimana dalam orasi politiknya beliau berjanji jika nantinya terpilih sebagai presiden akan menjadikan tanggal 1 Muharrom sebagai Hari Santri Nasional.

Nah, pada tahun 2014 saat beliau menjadi presiden, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang diwakili oleh KH. Said Aqil Siraj menagih janji tersebut serta menyampaikan usulan bahwa tanggal 1 Muharrom kurang tepat sebagai Hari Santri Nasional dan mengusulkan tanggal 22 Oktober sebagai gantinya.

Usulan tersebut bukan tanpa dasar, sebab pada tanggal 21-22 Oktober seluruh Kiyai dan Santri se Jawa dan Madura berkumpul di Surabaya untuk bermusyawarah membahas langkah yang akan diambil. Sebab terdengar kabar bahwa sekutu akan kembali menjajah Indonesia.

Akhirnya setelah melakukan diskusi yang cukup alot, pada tanggal 22 Oktober 1945 diputuskan bahwa berperang membela negara hukumnya wajib bagi laki-laki dan siapapun yang mati membela negara adalah mati syahid. Itulah keputusan yang saat ini kita kenal dengan istilah Resolusi Jihad.

Akhirnya melalui usulan PBNU kala itu, presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Agama untuk mengundang seluruh Ormas Islam guna mengikuti seminar membahas penentuan Hari Santri Nasional yang ditempatkan di Puncak Bogor. Ada 40 Ormas Islam yang hadir saat itu termasuk utusan Muhammdiyah dan semuanya sepakat tanggal 22 Oktober dijadikan Hari Santri Nasional.

Berdasarkan inilah kemudian Presiden Joko Widodo menandatangani Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Redaksi : Zainal Arifin
Editor : Farid Tumyadi

author
Zaen: Sebagai admin asschoLmedia.net kami selalu berupaya memberikan yang terbaik berupa informasi-informasi faktual dan terpercaya serta kajian keislaman yang otentik