PEMBACAAN SHALAWAT NARIYAH 1 MILYAR

Bangkalan, 20 Oktober 2017. Hari Santri Nasional memang merupakan momen bersejarah bagi santri terhadap berdiri tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga banyak kegiatan yang dilakukan untuk menyambutnya seakan sudah menjadi keharusan bagi umat Islam di Indonesia.
Kali ini kota Bangkalan juga menggelar pembacaan Shalawat Nariyah 1 Milyar yang bertempat di Masjid Agung Bangkalan. kegiatan ini dihimpun langsung oleh pengurus PCNU Bangkalan bekerja sama dengan takmir Masjid Agung dan pemkab Kabupaten Bangkalan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada malam sabtu bada Isyak ini diikuti oleh ribuan santri dari beberapa pondok pesantren di wilayah Bangkalan kota khususnya Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil, juga dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat dan pengurus PCNU Bangkalan.
“Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2017, ini ada beberapa rangkaian kegiatan yang di mulai dengan Kirab Panji Pataka NU (dilaksanakan pada malam Jumat, 19/10/2017). Tutur Ketua Tanfidziyah PCNU Bangkalan KH. Makki Nasir dalam sambutannya.
“Beberapa tujuan dari acara ini, pertama yaitu untuk mengenang jasa-jasa para santri yang telah berjuang mempertahankan NKRI sekaligus mendoakan para pahlawan yang telah gugur yang tulus membela tanah air. Kedua untuk mengharap berkah sekaligus memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wataala dengan bertawassul kepada Rasulullah Shollallohu alaihi wasallam agar bangsa Indonesia ini khususnya kabupaten Bangkalan selamat dari ancaman apapun. Ini penting dilakukan agar kita senantiasa hidup damai dan semoga menjadi apa yang di sebut baldatun thayyibatun warabbun ghafur. Imbuh Ra Makki, sapaan akrabnya.
“Acara pembacaan Shalawat Nariyah 1 Milyar atas instruksi dari PBNU dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional. Kegiatan ini dianggarkan oleh pemerintah karena hari santri sudah menjadi hari nasional yang hal ini juga menjadi kewajiban pemerintah untuk menganggarkannya ungkap Ketua Tanfidziyah PCNU Bangkalan saat di wawancara langsung oleh reporter asscholmedia.net
Dan secara pribadi beliau berpesan, Santri harus selalu mengingat sejarah perjuangan ulama-ulama terdahulu, yang tentu ulama-ulama terdahulu itu santri. Bagaimana ulama-ulama terdahulu sukses di dalam hal dakwah. Ini yang harus diteladani oleh para santri”.

Reporter: Rofi el-ponty
Editor : Ach. Hafsin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.