BAHTSUL MASAIL PCNU BANGKALAN BAHAS HUKUM SALAMAN GURU DAN MURID

banner 160x600
banner 468x60

Asscholmedia.net – Bangkalan, Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama Bangkalan kembali mengadakan kegaitan dalam rangka Konfercab PCNU Bangkalan Senin (9/10/17) di ruang Auditorium Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan.

KH. Ali Ghafir, M.Pd selaku ketua LBM PCNU Bangkalan menyampaikan bahwa pembahasan kali ini mengenai jabat tangan antara guru dan murid “hari ini kami mebahas tentang hukum jabat tangan antara Guru dan Murid baik laki-laki maupun perempuan yang mana hal ini merupakan program di beberapa lembaga pendidikan” ujranya.

“kami juga membahas tentang status mustautin dalam shala jum’at kaitannya dengan KTP sebagai tanda pengenal, apakah status mustautin dalam shalat jum’at berkaitan dengan KTP ataukan tidak?” imbuhnya

Selain mengundang MWCNU se Kabupaten Bangkalan panitia juga mengundang delegasi dari Pondok Pesantren se Kabupaten Bangkalan, hal ini sengaja dilakukan agar referensi-referensi yang diperoleh dari kutubut turots semakin kaya dan saling melengkapi.

Terlihat pula dalam acara ini KH. Syarifuddin Damanhuri ketua MUI Bangkalan, KH. Abdul Adhim Kholili Rois PCNU Bangkalan, RKH. Fakhrillah Aschal Ketua Tanfidziyah PCNU Bangkalan, serta sejumlah pengurus PCNU  Bangkalan yang ikut serta mensukseskan kegiatan ini.

Sementara itu ditanyakan tentang keputusan dari Bahtsul Masail ini KH. Ali Ghafir menyampaikan masih akan melakukan koordinasi dengan MUI sebagai tindak lanjut dan upaya konkrit dalam menyampaikan hukum agama secara sistematis kepada masyarakat “kami masih akan mematangkan kembali rumusan keputusan ini dengan melibatkan MUI sebagai lembaga yang berwenang mengeluarkan fatwa sehingga nantinya keputusan ini akan disampaikan kepada instansi-instansi terkait seperti dinas pendidikan dan lain-lain.” terangnya.

Reporter : Zainal Arifin
Editor : Ahmad Hafsin

author
Zaen: Sebagai admin asschoLmedia.net kami selalu berupaya memberikan yang terbaik berupa informasi-informasi faktual dan terpercaya serta kajian keislaman yang otentik