HIJRAH, LANGKAH HEROIK UMMAT ISLAM

Tidak ada komentar 308 views
banner 160x600
banner 468x60

Ada banyak hikmah yang terselip di dalam peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW. dari Makkah ke Madinah, yang jumlahnya sampai tak terhitung. Yang jelas hijrahnya Nabi bukan merupakan sebuah langkah ketakutannya Nabi dari tekanan kafir Qurasy waktu itu, tapi hijrah merupakan sekenario Allah karena hal itu sudah di wahyukan oleh Allah dalam kitab samawi sebelum datangnya Nabi.

Dari itu, hijrah merupakan peristiwa yang sangat penting, sangking teramat pentingnya hingga oleh para shahabat dijadikan sebuah Kalender resmi Ummat Islam, meski banyak peristiwa-peristiwa  besar lain yang dialami oleh Nabi Muhammad  SAW. selain hijrah, semisal Isra Mi’raj, Nuzulul Qur’an dan lain sebagainya. Namun peristiwa hijrahlah yang dipilih, karena berawal dari hijrah tersebut Islam melebarkan sayap di dalam ekspansinya.

Adapun krologi penetapan hijriyah sebagai Kalender Ummat Islam adalah berawal dari keluhan salah seorang shahabat. Waktu itu shahabat Nabi Muhammad SAW. bernama Abu Musa Asy’ari radiallahu’anhu yang menjadi gubernur di Bashrah pada saat itu mengeluh kepada Sayyidina Umar bin Khattab radiallahu’anhu tentang surat-surat yang dikirimkan Sayyidina Umar kepada beliau.

“Wahai Kholifah, banyak surat yang datang dari Anda, namun kami bingung karena tidak ada tahunnya. Saya baca surat tertanda bulan Sya’ban namun tidak jelas apa Sya’ban tahun ini atau tahun yg lalu”

Kemudian Sayyidina Umar mengadakan musyawarah bersama para shahabat perihal penamaan Kalender Ummat Islam. Dari musyawarah tersebut dipilihlah pendapat Sayyidina Ali radiallahu’anhu untuk memulai Kalender dari hijrahnya Nabi ke Madinah.

Pada kenyataannya peristiwa hijrah terjadi pada bulan Rabi’ul Awwal, namun Sayyidina Umar memilih bulan Muharram sebagai awal dari tahun hijriyah, dengan alasan bahwa keinginan Rasulullah untuk hijrah sebenarnya sudah dimulai sejak bulan Muharram, yaitu bulan setelah terjadinya Bai’at kedua dari mu’min Madinah waktu pelaksanaan haji bulan Dzul Hijjah.

Dalam bai’at tersebut mereka bersumpah untuk melindungi Rasulullah dan para shahabatnya jika mereka mau berhijrah ke Madinah.

Maka semenjak tahun 17 H. atau 4 tahun setelah Sayyina Umar menjabat sebagai khalifah diputuskan untuk menggunakan tahun hijriyah yang dimulai dari bulan Muharram (Shafar Awwal) menurut Arab Jahiliyah. (Fathul bari, Ibnu Hajar)

Pilihan bulan Muharram sebagai bulan pertama di dalam Kalender Islam bukanlah pilihan yang tanpa pertimbangan matang, tapi pilihan itu di samping memang ada niat Nabi untuk hijrah, juga banyaknya kejadian-kejadian luarbiasa yang terjati di bulan itu.

Dan juga, bulan Muharram merupah salah satu dari bulan-bulan yang dimuliakan Allah dan tergolong bulan yang utama, bahkan urutan keutamaannya ada di nomor 2 setelah bulan Ramadlan. Di dalamnya dianjurkan untuk mengerjakan amalan-amalan baik terutama puasa pada tanggal 10 yang lebih dikenal dengan hari Asyura, karena barang siapa yang berpuasa di hari itu akan diampuni dosa-dosanya selama setahun.

Dinukil dari sebagian ulama bahwa amalan di hari Asyura tanggal 10 Muharram ada 12 amalan. Yakni, shalat (paling utama shalat Tasbih), puasa, sedekah, melapangkan keluarga, mandi, mendatangi orang alim, menyambangi orang sakit, mengusap kepala anak yatim, memakai celak, memotong kuku, membaca surat al-Ikhlas seribu kali dan silaturrahim.

Adapun peristiwa-peristiwa luar biasa yang terjadi di hari Asyura adalah diciptakannya Nabi Adam di dalam surga, bersandarnya kapal Nabi Nuh di darat, Nabi Musa membelah lautan dan tenggelamnya Fir’un, dikeluarkannya Nabi Yunus dari perut ikan, dikeluarkannya Nabi Yusuf dari penjara, diterima taubatnya kaum Nabi Yunus, dilahirkannya Nabi Ibrahim dan diselamatkannya dari kobaran api, dilahirkannya Nabi Isa dan diangkatnya ke langit, disembuhkannya mata Nabi Ya’kub, disembuhkannya penyakit Nabi Ayub, dan diampuni dosanya Nabi Daud.

Selain puasa hari Asyura tanggal 10 Muharram disunnatkan pula berpuasa sebelum tanggal 10 dan setelah tanggal 10 Muharram, hal itu untuk membedakan dengan kebiasaan yang di lakaukan kaum Yahudi, karena kebiasaan mereka berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

Redaktur : Shofiyullah el-Adnany
Editor : Ahmad Hafsin

author
Zaen: Sebagai admin asschoLmedia.net kami selalu berupaya memberikan yang terbaik berupa informasi-informasi faktual dan terpercaya serta kajian keislaman yang otentik