SIMSALABIM !! Bukan Jurus Menjadi Orang Hebat

Ilustrasi Gambar : Zainal Arifin

Harus konsisten dalam menekuni bidang disiplin ilmu yang anda pelajari. Karena konsisten anda bisa seperti saya”, begitulah pesan yang di sampaikan oleh Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia – Prof. Dr (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Habibie atau kita kenal dengan BJ. Habibie presiden RI ke-3.

Kita tentu kagum pada kehebatan seseorang, dikarenakan prestasi, kesuksesan, kepemimpinan, kebijaksanaan, ketekunan, keistiqamahan mereka dan sebagainya. Karena kehebatan itu pula mereka dipuji dan dijadikan idola, serta dielukan banyak orang. Sesungguhnya setiap orang, termasuk kita semua, mempunyai potensi berupa kemampuan, pengalaman dan juga ilmu pengetahuan untuk menjadi orang hebat, orang yang mampu menginspirasi banyak orang tetapi jarang sekali di antara kita yang menyadari keunggulan tersebut atau menggunakannya secara maksimal.

Keberhasilan, kesuksesan atau apapun namanya adalah sebuah proses. Proses yang tak datang hanya dengan sekali ucap “simsalabim” maka berubahlah segalanya. Sukses adalah buah dari komitmen dan proses terus menerus untuk mencapai sebuah tujuan. Seperti besi yang ditempa dalam api, sampai akhirnya menjadi pisau atau benda lain yang lebih berguna. Kesetiaan menjalani proses itulah kuncinya. Dalam hidup segala sesuatunya memang tak selalu berjalan sempurna. Namun bukan berarti kita harus terdiam dan menyerah berpangku tangan pada nasib.

Orang hebat bukan sekedar orang yang pintar, karena banyak sekali orang pintar yang memanfaatkan kepintarannya untuk membodohi orang lain. Orang-orang seperti itu bukanlah orang yang hebat, justru mereka dengan jelas memperlihatkan kebodohannya di depan orang lain. Seseorang dengan jabatan yang tinggi, dengan kekayaan yang besar, juga belum tentu bisa dikarakan orang hebat, apalagi jika jabatan, kekayaan itu dihasilkan dari memperdaya orang lain.

Bukankah orang hebat menginspirasi orang lain? Coba kita perhatikan dan baca riwayat tokoh-tokoh hebat, tokoh ulama juga biografi guru-guru kita. Maka kita akan terinspirasi oleh kebiasaan-kebiasaannya. Perhatikan saja riwayat Ir. Soekarno saat merintis Negara Indonesia sehingga bisa seperti saat ini, BJ Habibie saat merakit pesawat, Syaikhona Moh. Cholil saat membumikan ilmu nahwu di pulau jawa dan lain sebagainya, mereka sangat menginspirasi kita semua.

Di sisi lain, orang hebat adalah orang yang bisa mengerti dan memahami orang lain sebaik mereka memahami diri mereka sendiri, kemudian memanfaatkannya untuk kebaikan bersama. seperti yang pernah di ungkapkan oleh Bapak Pluralisme, KH. Abdurrahman Wahid (Gusdur) ”tidak penting agama atau sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agama mu””. Dengan itu konsep membahagiakan diri sendiri akan sama dengan konsep membahagiakan orang lain. Tidak membeda-bedakan perlakuan diri dengan perlakuan terhadap orang lain. Bukankah sebaik-baiknya perlakuan adalah perlakuan terhadap diri sendiri.

Memang tidak mudah menjadi orang hebat, karena ambisi, keinginan, persaingan dengan orang lain memperbesar nafsu kita menjadi seorang yang individualis, apatis dan cenderung egois. Dengan itu semua tidak ada konsep mengerti dan memahami orang lain, karena kita semakin sibuk dengan urusan pribadi, kemudian cenderung lupa dengan orang lain. Apalagi kita hidup di dunia yang menuntut kita dengan materialistis, hedonis, menjebak kita dengan kehormatan semu dan cenderung menjerumuskan kita kedalam lubang kepura-puraan. Maka mencoba memahami orang lain merupakan hal yang susah untuk kita lakukan. Maka mencoba mengerti orang lain hanyalah sesuatu yang gampang untuk diucapkan, tetapi susah untuk dilakukan.

Karena itulah jumlah orang hebat tidaklah banyak, tetapi mereka ada dimana-mana, mungkin salah satu dari kita semua, atau Anda yang sedang membaca oretan ini. Jika Anda bisa memahami dan mengerti orang lain sebaik Anda mengerti dan memahami diri sendiri, maka Anda adalah orang hebat. Sekaranglah saat untuk menyadari dan mengasah potensi tersebut agar Anda mampu berprestasi, sukses dan benar-benar menjadi orang hebat. Yang tidak mungkin akan menjadi mungkin selama kita mau berusaha sekalipun itu sulit, dan yang mungkin akan menjadi tidak mungkin jika kita berhenti berusaha sekalipun itu mudah. Hal yang sangat penting yang harus kita ingat selalu bahwa kesuksesan seseorang tidaklah hanya mengandalkan usaha semata namun kesuksesan akan diraih bilamana ada keseimbangan antara usaha dan doa karena manusia hanya sebatas berusaha sedangkan Allah Swt yang menentukan keberhasilan seseorang.

Redaktur : Rofi el-ponty
Editor      : Ahmad Hafsin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.